10 Penelitian Tentang Hipertensi, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Hipertensi

Penelitian Tentang Hipertensi | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Hipertensi yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Hipertensi, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

10 Penelitian Tentang Hipertensi

Hipertensi Dan Pengaruhnya Terhadap Organ-organ Tubuh

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi adalah tekanan darah dimanasistolenya setinggi 165 mmHg atau lebihsedangkan diastole nya mencapai 95 mmHgatau lebih. Pengaruh hipertensi pada organtubuh atau organ target dianggap sebagaipeninggian tekanan darah. Hipertensi dapatmenyebabkan keruskan pada sel-sel epiteltunika intima arteri yang berakibat ataumerangsang terjadinya atherosclerosis danthrombus. Sedangkan organ target yang terkenaadalah jantung, otak, ginjal dan mata.Perawatan hipertensi dibedakan atas terapitanpa obat dan terapi dengan obat. Terapi tanpaobat digunakan sebagai tindakan defmitif untukhipertensi ringan dan sebagai tindakan suportifpada hipertensi sedang dan berat.

Edukasi dan Deteksi Dini Krisis Hipertensi pada Masyarakat Penderita Hipertensi di Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala Makassar

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi merupakan masalah utama dan paling umum ditemukan di dunia kesehatan. Fase lebih lanjut dari hipertensi adalah krisis hipertensi (urgensi dan emergensi) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah >180/120 mmHg dan dapat disertai dengan kerusakan organ target. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang krisis hipertensi dan dilajutkan dengan melakukan skrining atau deteksi dini kepada masyarakat yang berisiko mengalami krisis hipertensi. Metode pelaksanaan kegiatan ini yaitu penyuluhan kesehatan dan dilanjutkan dengan deteksi dini menggunakan kuesioner risiko krisis hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11 Juni 2021 di rumah kader RT 5 dan RT 6, RW 1, Kel Batua, Kec Manggala Makassar yang dihadiri oleh 14 warga yang menderita hipertensi. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga tentang krisis hipertensi dan ditemukan sebanyak 6 (43%) warga yang memiliki risiko sedang mengalami krisis hipertensi. Oleh sebab itu, kegiatan ini penting terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga tentang krisis hipertensi dan juga mengaktifkan kader-kader kesehatan untuk rutin melakukan deteksi dini risiko krisis hipertensi agar masyarakat dapat rutin megontrol tekanan darah dan meningkatkan kepatuhan masyarakat penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat antihipertensi.

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada PRA Lansia (45-59 Tahun)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal, yaitu melebihi 140/90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7% dari populasi usia 18 tahun keatas, prevalensi angka kejadian kasus hipertensi di provinsi Jawa Barat tahun 2013 menduduki peringkat pertama dari 10 besar penyakit tidak menular yaitu 13.612.359 kasus dan jumlah angka kejadian hipertensi terbanyak dari 10 puskesmas yang terdata di Kabupaten Bandung Barat yaitu 9.871 kasus pada tahun 2015.Metode penelitian ini menggunakan cross sectional dengan sampel sebanyak 93 responden, dalam penelitian ini peneliti mengambilkan sampel secara accidental. Data diperoleh dengan cara pembagian kuesioner dan analisis secara statistik dengan menggunakan uji chi square.  Uji statistik didapatkan ada hubungan merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,005)<(0,05),tidak terdapat hubungan olahraga dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,239)>α (0,05), didapatkan ada hubungan konsumsi garam berlebih dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,001)<α (0,05), tidak terdapat hubungan alkohol dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,906)>α (0,05),didapatkan ada hubungan stres dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,003) < α (0,05), tidak terdapat hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi dengan nilai p value (0,476) > α (0,05).Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan merokok dengan kejadian hipertensi pada pra lansia,tidak ada hubungan olahraga dengan kejadian hipertensi pada pra lansia,ada hubungan konsumsi garam berlebih dengan kejadian hipertensi pada pra lansia,tidak ada hubungan alkohol dengan kejadian hipertensi pada pra lansia, ada hubungan stres dengan kejadian hipertensi pada pra lansia,dan tidak ada hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi pada pra lansia.

Gambaran Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Kekambuhan Hipertensi pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Kota Makassar Tahun 2020

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi disebut “silent killer” karena biasanya orang yang menderita tidak mengetahui gejala sebelumnya dan gejala baru muncul setelah sistem organ tertentu mengalami kerusakan pembuluh darah. Hipertensi atau yang dikenal dengan nama penyakit darah tinggi adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah di atas ambang batas normal yaitu 120/80 mmHg. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran pengetahuan dan sikap pencegahan kekambuhan hipertensi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Antang. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan jumlah populasi 645, teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 42 responden yang sensual dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gambaran pengetahuan dan sikap pencegahan kekambuhan hipertensi pada penderita hipertensi yaitu dari 42 responden penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan tentang hipertensi dengan kategori cukup sebanyak 20 responden (47,6%), dan kategori kurang sebanyak 22 responden (52,5%) , dan berdasarkan gambaran sikap pencegahan kekambuhan hipertensi yaitu dari total 42 responden terdapat 15 responden (35,7%) yang masuk pada kategori baik, 18 responden (42,9%) yang masuk pada kategori cukup, dan 9 responden (21,4%) yang masuk pada kategori kurang.

Krisis Hipertensi

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi merupakan penyebab utama kematian dan menjadi faktor risiko utama untuk jantung, otak, penyakit ginjal dan vaskular. Hipertensi yang terkontrol akan menurunkan komplikasi akibat kerusakan organ akhir. Komite Nasional 7 (JNC 7) pada pencegahan, deteksi, evaluasi dan pengobatan tekanan darah, tinggi 2003 derajat hipertensi dapat diklasifikasikan ke dalam pra-hipertensi (120-139/80-89), hipertensi tahap 1 (140-159 / 90-99 mmHg) dan hipertensi tahap 2 (tekanan sistolik 160 mmHg atau tekanan diastolik 100 mmHg). Krisis hipertensi dapat diklasifikasikan menjadi hipertensi emergensi dan urgensi. Hipertensi biasanya selalu memiliki hubungan dengan kelainan aktivitas simpatik, meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer (SVR) atau meningkat keduanya. Tapi penyebab paling umum dari hipertensi adalah meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer. Pasien dengan hipertensi cenderung memiliki ketidakstabilan haemodinamik. Pemantauan terbaik untuk pasien dengan hipertensi adalah dengan menggunakan agen antihipertensi yang sesuai. Manajemen asuhan keperawatan pasien hipertensi akan menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Pengelolaan Pasien Hipertensi Grade II Dengan Pendekatan Medis Dan Perilaku

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum di negara berkembang. Hipertensi yang tidak segera ditangani berdampak pada munculnya penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung (Hipertensi Heart Disease), gagal ginjal akhir (End Stage Renal Disease), dan penyakit pembuluh darah perifer. Dari seluruh penderita hipertensi, 90-95% melaporkan hipertensi esensial atau hipertensi primer, yang penyebabnya tidak diketahui. Saat ini jumlah penderita hipertensi di Indonesia diperkirakan 15 juta orang dan hanya 4% yang merupakan hipertensi terkontrol. Tujuan. Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi penatalaksanaan hipertensi pada pasien serta diketahuinya efektivitas manajemen pelayanan strata pertama berbasis keluarga dalam penatalaksanaan pasien dengan hipertensi grade II. Metode. Metode dalam penulisan ini menggunakan laporan kasus di Puskesmas Gedong Tataan pada bulan Juni 2013 yang ditelaah berdasarkan evidence based medicine. Hasil. Setelah intervensi didapatkan penurunan tekanan darah serta Perubahan pengetahuan pasien dan keluarganya serta adanya peran serta keluarga dalam penatalaksanaan penyakit pasien. Simpulan. Telah dilakukan identifikasi terhadap faktor faktor internal dan eksternal yang berpengaruh pada penyakit pasien. Sudah dilaksanakan pelayanan yang bersifat kuratif dan juga diberikan edukasi kepada pasien dan keluarganya yang bertujuan meningkatkan kesehatan pasien dan keluarganya. Telah dilakukan penilaian kemampuan keluarga untuk menyelesaikan masalah pasien dan sudah terdapat Perubahan setelah dilakukan intervensi.

Perbedaan Fungsi Kognitif Pada Lansia Hipertensi Dengan Dan Tanpa Diabetes Mellitus

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Latar Belakang : Diabetes mellitus dapat memperburuk gangguan fungsi kognitif melalui mekanisme vaskular dan non vaskular.Tujuan : Menilai perbedaan fungsi kognitif pada lansia hipertensi dengan diabetes mellitus dan tanpa diabetes mellitusMetode : Jenis penelitian adalah penelitian observasional dengan desain belah lintang. dilaksanakan di poliklinik penyakit dalam dan instalasi rawat jalan geriatri RSUP Dr. Kariadi Semarang pada bulan Maret sampai bulan Mei 2016. Subjek penelitian adalah pasien lansia rawat jalan geriatri dan penyakit dalam dengan hipertensi (n=30). Subjek kemudian dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan status diabetes mellitusnya. Status diabetes mellitus dan hipertensi diketahui dari catatan medik rawat jalan, sedangkan fungsi kognitif diukur dengan kuesioner Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina).Hasil : Hasil pemeriksaan fungsi kognitif yang dilakukan pada 30 subjek didapatkan rerata 23,80±2,27 pada kelompok lansia hipertensi tanpa DM dan 21,80±2,24 pada kelompok lansia hipertensi dengan DM (p=0,022). Domain kognitif yang terganggu pada kelompok lansia hipertensi dengan DM bila dibandingkan dengan kelompok hipertensi tanpa DM adalah domain delayed recall (p=0,009). Semua domain kognitif pada kelompok hipertensi tanpa DM lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok hipertensi dengan DM.Kesimpulan : Diabetes mellitus memperburuk fungsi kognitif, khususnya domain delayed recall pada lansia hipertensi.

Faktor Risiko Hipertensi Pada Wanita Hamil Di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2013)

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Pendahuluan : Hipertensi (termasuk preeklampsi) pada wanita hamil terjadi pada sekitar 10% dari kehamilan di seluruh dunia dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada ibu dan bayi yang dilahirkannya. Diperkirakan 13 persen angka kematian ibu disebabkan oleh hipertensi pada kehamilan. Tujuan : mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi pada wanita hamil di Indonesia Metode : Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan desain cross sectional study, menggunakan data Riskesdas 2013. Hasil :Hipertensi pada wanita hamil di Indonesia 2013 sebesar 6,3%. Determinan hipertensi pada wanita hamil adalah riwayat pernah didiagnosis hipertensi (OR : 5,1), status gizi yang digambarkan oleh lingkar lengan atas (LILA)> 30 cm (OR : 2,9), umur diatas 35 tahun (OR : 1,8), kebiasaan makan makanan asin tiap hari (OR : 1,6), pendidikan kurang dari SMP (OR : 1,6), dan kawasanbukan Jawa-Bali (OR : 1,3), kesemuanya signifikan secara statistik (p<0,05). Kesimpulan : hipertensi pada wanita hamil utamanya dikarenakan riwayat hipertensi sebelumnya, usia > 30 tahun, status gizi lebih (LILA > 30 cm), kebiasaan makan makanan asin tiap hari, dan pendidikan rendah (< SMP). Saran :dalam upaya promotif-preventif hipertensi, penyuluhan diutamakan pada kelompok berisiko.

Hubungan Pengetahuan dan Sikap Pasien Hipertensi dengan Uapaya Pencegahan Penyakit Jantung Hipertensi di Poli Penyakitjantung Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi Tahun 2017

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang umum dijumpai dengan kosekuensi yang terkadang sangat merugikan, dan sering asimtomatik sampaiperkembangan tahap lanjut seperti Penyakit jantung hipertensi (hypertension heartdesease/ HHD). Kejadian hipertensi meningkat setiap tahunnya data WHO (WorldHealth Organization) tahun 2000 menunjukkan diseluruh dunia sekitar 972 juta orangatau 26,4% penghuni bumi mengidap hipertensi dengan perbandingan 26,6% priadan 26,1% wanita. Angka ini kemungkinan akan meningkat menjadi 29,2% di tahun2025. Dari 972 juta pengidap hipertensi, 333 juta berada di negara maju dan 639sisanya berada di negara berkembang, termasuk Indonesia Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metodecross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabelindependen (pengetahuan dan sikap) dengan variabel dependen (upayapencegahan penyakit jantung hipertensi) pada waktu yang bersamaan. Sampel yangdiambil dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi tanpa HHD yang berjumlah87 orang. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkatpengetahuan dengan upaya pencegahan penyakit jantung hipertensi dengan nilai p value (0.001) , dan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan uapaya pencegahan penyakit jantung hipertensi dengan nilai p-value (0.048). Berdasarkan permasalahan diatas maka diharapkan perawat serta tenagakesehatan lainnya untuk meningkatkan pengetahuan pasien dengan pemberianleaflet dan pemberian motivasi kepada pasien terkait dengan upaya pencegahanakibat lanjut dari hipertensi kepada pasien yang berkunjung di Poli Penyakit Jantung Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi.

Pengaruh Terapi Musik terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Latar belakang. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling umum diderita oleh banyak orang. Hipertensi sekarang menjadi masalah utama kita. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Tujuan penelitian. Mampu mengidentifikasi jurnal terkait pengaruh terapi musik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Mampu mempelajari jurnal terkait pengaruh terapi musik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dan menjelaskan informasi tentang hasil pengaruh terapi musik terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode Desain penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan atau literature review. Kajian kepustakaan ini melalui penelusuran hasil publikasi ilmiah rentang tahun 2014 – 2019 menggunakan database Google Scholar, Pubmed dan DOAJ. Penulis akan menguraikan pada tabel yang berisi nama penulis, sampel, judul jurnal, sumber jurnal dan hasil penelitian. Hasil. Dari 16 artikel ditemukan 15 hasil yang menunjukkan pengaruh terapi musik terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi. Rekomendasi. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat global dan terus meningkat. Sehingga perlu dilakukan tindakan terapi musik untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.

Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Hipertensi. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

DOWNLOAD DI SINI

Related posts