Penelitian Tentang Depresi | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |
Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Depresi yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.
Kumpulan Penelitian Tentang Depresi, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.
10 Penelitian Tentang Depresi
Hubungan Tingkat Depresi Dengan Perilaku Masturbasi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Tahun Pertama
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Latar Belakang: Mahasiswa fakultas kedokteran tahun pertama adalah kelompok yang rentan mengalami depresi. Depresi pada usia remaja akhir menjelang dewasa awal dapat memunculkan manifestasi berupa Perubahan perilaku seksual, salah satunya adalah perilaku masturbasi. Individu yang depresi cenderung memiliki perilaku masturbasi yang lebih tinggi daripada individu yang tidak depresi. Tujuan: Membuktikan adanya hubungan tingkat depresi dengan perilaku masturbasi pada mahasiswa fakultas kedokteran tahun pertama.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan desain cross sectional. Responden penelitian sebanyak 156 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Angkatan 2013. Tingkat depresi diukur menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory-II, sedangkan perilaku masturbasi diukur dengan angket perilaku masturbasi.Hasil: Tingkat depresi responden bervariasi, yakni tidak ada depresi (35,3%), depresi ringan (49,4%), depresi sedang (12,8%), dan depresi berat (2,6%). Pada uji Spearman’s tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara tingkat depresi dan perilaku masturbasi (p = 0,785).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat depresi dan perilaku masturbasi pada mahasiswa fakultas kedokteran tahun pertama karena nilai budaya dan agama yang kental, serta responden memiliki mekanisme lain untuk mengatasi depresi, seperti berdoa dan bicara dengan orang terdekat.
Prevalensi Depresi pada Narapidana di Lembaga Permasyarakatan Anak
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Depresi merupakan suatu gangguan afektif, yang pada umumnya ditandai dengan hilangnya minat atau kegembiraan dan berkurangnya energi sehingga mudah lelah dan berkurangnya aktivitas. Masa remaja merupakan periode rentan untuk gejala depresi berkembang dan angka depresi lebih tinggi didapati pada remaja yang menjadi narapidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan tingkat depresi menurut usia, tingkat pendidikan, lama hukuman dijatuhkan, dan tempat tinggal pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas IIA Palembang tahun 2013. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Desember 2013. Dari 151 narapidana, didapatkan sampel penelitian sebanyak 122 narapidana yang memenuhi kriteria inklusi. Data didapat dari hasil pengisian kuesioner Beck Depression Inventory II. Prevalensi depresi pada narapidana adalah 75,4%, dengan tingkat depresi berupa depresi minimal (tidak depresi) 24,6%, depresi ringan 28,7%, depresi sedang 38,5%, dan depresi berat 8,2%. Berdasarkan usia, kelompok usia remaja awal paling banyak mengalami depresi, yaitu 100%. Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, kelompok tidak tamat SD paling banyak terkena depresi, yaitu 85,0%. Pada lama hukuman dijatuhkan, kelompok vonis 7-12 bulan paling banyak terkena depresi, yaitu 88,0%. Lalu, menurut tempat tinggal, narapidana yang sebelumnya tinggal di Palembang yang paling banyak mengalami depresi, yaitu 76,2%.Terdapat 75,4% narapidana yang mengalami depresi dengan tingkat depresi yang paling banyak terjadi adalah depresi sedang. Kelompok yang paling banyak terkena depresi adalah kelompok usia remaja awal, kelompok tidak tamat SD, kelompok vonis 7-12 bulan, dan narapidana yang sebelumnya tinggal di Palembang.
Hubungan Depresi Dengan Status Gizi
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Depresi merupakan salah satu gangguan jiwa yang dipengaruhi oleh stress psikososial. Depresi dapat berupa gejala, sindrom, dan diagnosis; tergantung sejauh mana stresor psikososial yang dialami oleh seseorang mempengaruhi diri orang tersebut. Prevalensi penderita depresi pada usia remaja menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan usia kanak‐kanak dan usia dewasa. Orang dengan depresi memiliki dua kecenderungan gangguan pola makan yaitu tidak nafsu makan sehingga menjadi lebih kurus ataupun bertambah makan terutama yang manis sehingga menjadi lebih gemuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara depresi dengan status gizi. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional terhadap mahasiswa fakultas kedokteran Unila tahun terakhir tahap akademik yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah subyek penelitian adalah 101 orang, yang diambil dengan total sampling pada bulan September sampai dengan Oktober tahun 2013. Depresi diperoleh melalui kuesioner depresi dan status gizi diukur dengan menggunakan penilaian antropometrik melalui indeks massa tubuh. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebagian besar subyek penelitian berjenis kelamin perempuan sebesar 67,33%, berstatus domisili kos atau kontrak sebesar 60,40%, tidak menderita depresi sebesar 40,59% dan berstatus gizi normal sebesar 59,41%. Berdasarkan hasil analisis bivariat, didapatkan bahwa depresi berhubungan dengan status gizi (p=0,023). Simpulan : terdapat hubungan antara depresi dengan status gizi. [Medula Unila.2014;2(2) : 39-46]
Gambaran Dan Hubungan Tingkat Depresi Dengan Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pada Pasien Rawat Jalan Puskesmas (Studi Deskriptif Analitik Di Puskesmas Halmahera Semarang)
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Latar belakang : Berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, status tempat tinggal, tingkat pendidikan, stressor psikososial dan penyakit fisik dapat mempengaruhi depresi. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan primer sudah seharusnya menjadi lini pertama bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara komprehensif. Dari segi kesehatan fisik maupun mental.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional, dengan 59 pasien rawat jalan Puskesmas sebagai subjek. Pengupulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner BDI-II, data demografi dan rekam medik. Data disajikan dalam bentuk table dan analisa menggunakan uji Chi-Square, Kolomogorov-smirnov dan Fisher’s Exact. Hasil analisis dinyatakan bermakna bila nilai p<0,05.Hasil : Dari 59 pasien rawat jalan Puskesmas Halmahera Semarang yang diwawancara dengan kuesioner BDI II, gambaran tingkat depresi yang didapat adalah 52,5% dalam batas normal, 22,0% depresi ringan, 18,6% depresi sedang, 6.8% depresi berat. Uji hubungan yang dilakukan antara depresi dengan factor demografi dan penyakit fisik tidak bermakna, karena p>0,05. Sedangkan, uji hubungan depresi dengan stressor psikososial adalah bermakna dengan p=0,007.Kesimpulan : Gambaran tingkat depresi : 52,5% normal, 22,0% ringan, 18,6% sedang, 6,8% berat. Terdapat hubungan antara depresi dan stressor psikososial. Tidak ada hubungan antara depresi dengan factor demografi dan penyakit fisik.
Hubungan Kepribadian dan Tingkat Gejala Depresi pada Mahasiswa Tahun Kedua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Latar belakang. Pengalaman akademik yang berat pada mahasiswa kedokteran dapat menyababkan mahasiswa mengalami gangguan psikologis seperti depresi hal ini dapat dipengaruhi oleh kepribadian. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian dan tingkat gejala depresi pada mahasiswa tahun kedua program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metode. Penelitian analitik dengan desain penelitian potong lintang menggunakan kuesioner Beck Depression Inventory (BDI) dan kuesioner Kepribadian Big Five Inventory (BFI). Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura Pontianak. Sebanyak 71 mahasiswa angkatan 2014 menjadi sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian diuji dengan uji statistik Regresi Berganda dengan bantuan program SPSS 20.0. Hasil. Berdasarkan tingkat gejala depresi didapatkan sebanyak 22 orang (30,99%) dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter memiliki gejala depresi, sebanyak 13 orang (18,31%) memiliki tingat gejala depresi ringan, sebanyak 8 orang (11,27%) memiliki gejala depresi sedang dan untuk gejala depresi berat 1 orang (1,41%). Berdasarkan analisis regresi berganda didapatkan kepribadian yang paling kuat mempengaruhi tingkat gejala depresi adalah tipe kepribadian neurotcisim (R2= .229), di mana tipe kepribadian ini berkontribusi sebanyak 22,9% dalam tingkat gejala depresi. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang bermakna antara dimensi kepribadian neuroticism berkontribusi terhadap tingkat gejala depresi pada Mahasiswa Tahun Kedua Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.
Bullying Verbal Menyebabkan Depresi Remaja SMA Kota YOGYAKARTA
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Latar belakang: Depresi merupakan penyebab nomor satu penyakit dan kecacatan pada remaja. Secara global, diperkirakan 350 juta orang menderita depresi. Prevalensi gengguan mental emosional usia 15 tahun keatas, penduduk kota Yogyakarta memiliki prevalensi diatas nasional. Peristiwa negatif ketika berinteraksi dengan teman sebaya, komunikasi yang buruk dan penolakan dari teman sebaya dapat meningkatkan kecenderungan untuk mengalami depresi pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian depresi pada remaja SMA yang mengalami bullying dan tidak mengalami bullying di Kota Yogyakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional. Sampel penelitian remaja SMA di Kota Yogyakarta sebanyak 210 orang. Variabel bebas bullying, variabel terikat depresi dan variabel luar jenis kelamin, kelas dan status sosial ekonomi. Analisis data meliputi: analisis univariabel, analisis biavariabel dengan uji Chi-square dan analisis multivariabel dengan uji regresi logistik.Hasil: Bullying paling banyak dialami remaja adalah bullying verbal sebesar 47%, bullying fisik sebesar 30%, bullying sosial sebesar 20% dan cyberbullying sebesar 3%. Analisis bivariabel menunjukkan hubungan yang bermakna antara korban bullying dengan depresi diperoleh nilai RP 1,57 (CI 95% 1.10-2.22), menjelaskan remaja yang mengalami bullying berpeluang 1,5 kali lebih besar mengalami depresi dibandingkan dengan remaja yang tidak mengalami bullying.Kesimpulan: Kejadian depresi pada remaja SMA yang mengalami bullying lebih tinggi dari pada remaja yang tidak mengalami bullying.
Pengaruh Intervensi Musik Gamelan Terhadap Depresi Pada Lansia Di Panti Wreda Harapan Ibu, Semarang
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Angka kejadian depresi pada lansia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penderita depresi yang telah terdata di Panti wreda Harapan Ibu, Semarang sebagian besar adalah lansia dengan usia ≥ 60 tahun. Pengendalian dan penatalaksanaan depresi khususnya pada lansia memerlukan perawatan secara terus-menerus dan berkelanjutan agar tidak terjadi bunuh diri karena perasaan bersalah, gagal dan kecewa yang dialami sebagai dampak depresi. Intervensi musik gamelan adalah salah satu alternatif terapi pada lansia dengan depresi yang sangat mudah untuk dilakukan dan tanpa efek samping apapun.Penelitian ini bertujuan umum untuk mengetahui pengaruh Intervensi Musik Gamelan terhadap depresi pada Lansia di Panti Wreda Harapan Ibu Semarang.Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat depresi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Musik Gamelan terhadap tingkat depresi pada Lansia di Panti Wreda Harapan Ibu Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi experiment design dengan rancangan pretest-posttest one group design .Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh intervensi musik gamelan terhadapdepresi pada Lansia di Panti Wreda Harapan Ibu Semarang dengan nilai p value 0.001. Intervensi musik gamelan dapat menjadi salah satu alternatif intervensi keperawatan yang dapat dilakukan oleh parapengasuh di panti wreda untuk dapat diimplementasikan kepada lansia dengan masalah depresi.
Penerapan Reminiscence Therapy dalam Menurunkan Tingkat Depresi Lansia Kabupaten Lombok Barat
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia dan mempunyai dampak buruk apabila tidak tertangani dengan baik. Sehingga perlu ada model terapi untuk menurunkan depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh reminiscence therapy terhadap penurunan depresi pada lansia. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian quasy-experiment (one-group pretest posttest design). Subyek penelitian adalah lansia yang mengalami depresi di wilayah kerja Puskesmas Parempuan Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 59 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner skala depresi geriatrik (GDS) digunakan untuk mengumpulkan data terkait depresi lansia. Reminiscence therapy dilakukan selama tiga sesi dengan durasi waktu kurang lebih 25-30 menit setiap sesi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat Perubahan skor GDS pada lansia sebelum dan sesudah diberikan reminiscence therapy dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p (p-value) 0,000. Terdapat pengaruh reminiscence therapy dalam menurunkan depresi pada lansia. Reminiscence therapy dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia.
Efektivitas Terapi Kognitif Menggunakan Teknik Kolom Ganda Terhadap Penderita Depresi
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penerapan terapi kognitif menggunakan teknik kolom-ganda untuk menurunkan gejala-gejala depresi pada orang dewasa. Subjek penelitian ini adalah orang dewasa di atas 21 tahun yang mempunyai satu atau lebih gejala depresi. Penelitian ini menggunakan single-case experimental design dengan ABA design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala The Beck Depression Inventory (BDI). Pengukuran gejala-gejala depresi ini dapay dilihat dari grafik baseline 1, treatment (proses terapi) dan baseline 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis diterima, bahwa terapi kognitif menggunakan teknik kolom-ganda dapat menurunkan gejala-gejala depresi pada orang dewasa.
Sand Tray Therapy Untuk Menurunkan Gejala Depresi Pada Anak Pasca Perceraian Orangtua
Dalam abstraksi terdapat informasi ini:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek penerapan sand tray therapy untuk menurunkan gejala depresi pada anak. Subjek penelitian ini adalah anak laki-laki berusia 12 tahun yang mempunyai satu atau lebih gejala depresi. Penelitian ini menggunakan single subject design. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan wawancara.Analisis data gejala depresi ini menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuan penelitian tercapai, bahwa sand tray therapy dapat menurunkan gejala depresi pada anak.
Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Depresi. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.






