Nabi Musa As : Kisah dan Keteladanan

  • Whatsapp
Nabi Musa As : Kisah dan Keteladanan

Wislah.com : Banyak pelajaran  yang bisa kita ambil dari kisah dan teladan para kekasih Allah Swt. Pada posting kali ini, kita akan membahas tentang materi Nabi Musa As.

Semoga penjelasan singkat yang akan dipaparkan, bermanfaat dan menjadi bekal dalam mempelajari, memahami, mensuri tauladani dalam kehidupan sehari-hari tentang kisah dan teladan Nabi Musa As.

Berikut penjelasan tentang Kisah Nabi Musa As dan Keteladanan Nabi Musa As.”

Kisah Nabi Musa As

Nabi Musa As lahir di negeri Mesir. Saat itu Mesir diperintah seorang raja yang zalim dan kejam. Raja Mesir tersebut bernama Fir’aun. Ia mengaku sebagai Tuhan dan memerintahkan rakyat untuk menyembahnya.

Suatu malam Fir’aun bermimpi bahwa kerajaannya dihancurkan oleh seorang pemuda dari Bani Israil. Ia gelisah dan khawatir mimpinya menjadi kenyataan. Maka Fir’aun memerintahkan prajuritnya untuk membunuh semua bayi laki-laki keturunan Bani Israil.

Setiap ibu hamil dari keturunan Bani Israil merasa ketakutan termasuk ibunda Nabi Musa As. Maka ketika Musa dilahirkan, bayinya dihanyutkan ke Sungai Nil agar tidak dibunuh oleh Fir’aun.

Baca Juga :   Sumber Dana Bank : Pengertian dan Jenis

Baca Juga : Kisah dan Keteladanan Nabi Nuh As 

Lalu bayi itu ditemukan oleh Asiyah, istri Fir’aun. Pada awalnya Fir’aun marah dan hendak membunuhnya, akan tetapi Asiyah menyakinkan Fir’aun bahwa bayi itu kelak akan bermanfaat bagi dirinya dan merayunya agar bisa diasuhnya.

Maka dicarilah ibu yang dapat menyusuinya. Berbagai wanita mencoba menyusuinya tetapi bayi itu menolak, sampai akhirnya ibu Musa berhasil menyusui bayinya tersebut.”

Suatu ketika, Firaun menggendong bayi Musa. Tiba-tiba, bayi Musa menarik jenggot Fir’aun dengan keras. Fir’aun sangat marah dan hendak membunuhnya. Untunglah, istrinya mencegahnya. Istrinya mengatakan bahwa bayi itu tidak mengerti apa-apa. Fir’aun kurang percaya lalu memerintahkan pengawalnya untuk membawakan sebongkah bara api dan sepotong makanan untuk diserahkan ke bayi Musa. Bayi musa pun memasukkan bara api ke mulutnya. Barulah Fir’aun yakin bahwa bayi itu belum tahu apa-apa.

Musa tumbuh dewasa. Suatu hari Musa melihat seorang anak pejabat yang menganiaya seorang budak dari Bani Israil. Musa mengingatkan pemuda tersebut. Bukannya berhenti pemuda itu justru menyerang Musa. Musa pun memukulnya. Tak disangka pukulan Musa membuat pemuda itu mati. Musa pun bertobat.

Baca Juga : Kisah dan Keteladanan Uwais Al-Qarni

Fira’un marah mendengar Musa menolong budak Bani Israil. Ia memerintahkan untuk menangkap Musa. Musa pergi meninggalkan Mesir hingga ke negeri Madyan. Di sana ia ikut menggembala kambing Nabi Syuaib As. Nabi Syuaib As terkesan dengan ketekunan dan sifat baik Nabi Musa As, maka ia pun menikahkan Musa dengan salah satu putrinya.

Baca Juga :   Nifas : Pengertian, Batas Waktu dan Larangan

Suatu malam Nabi Musa As menerima wahyu dari Allah Swt di bukit Sinai. Ia diperintah Allah Swt untuk menyampaikan dakwahnya kepada Fir’aun. Maka Musa pun berangkat ke Mesir ditemani Nabi Harun As untuk menyadarkan raja Fir’aun. Nabi Musa As mengingatkan Fira’un untuk menyembah Allah. Fir’aun menolak dan mentertawakannya.

Nabi Musa As mengeluarkan mukjizat tongkat yang berubah jadi ular dan tangan yang bisa bercahaya. Fir’aun justru menyebut Musa tukang sihir. Maka dipanggillah tukang-tukang sihir Firaun untuk mengalahkan Musa.

“Tukang-tukang sihir melemparkan tali-tali yang berubah menjadi ular-ular kecil yang banyak. Allah Swt memerintahkan Musa melempar tongkatnya. Tongkat Musa berubah menjadi ular besar yang memakan ular-ular kecil. Penyihir-penyihir Fir’aun menyerah dan tunduk pada Musa.

Baca Juga :   NAPZA : Pengertian, Macam, Penyalahgunaan dan Ketergantungan

Fir’aun marah dan memerintahkan prajuritnya untuk menangkap Musa dan semua pengikutnya. Musa dan pengkutnya lari hingga ke pinggir laut Merah.

Allah Swt memerintahkan Musa untuk memukulkan tongkatnya ke laut, dan laut pun terbelah sehingga Musa dan pengikutnya berhasil menyeberanginya. Sementara itu Fir’aun dan bala tentaranya masih mengejar Musa. Saat Fir’aun berada di tengah lautan, Musa memukulkan kembali tongkatnya ke laut. Laut pun kembali menyatu hingga Fir’aun dan bala tentaranya tenggelam di tengah laut.

Baca Juga : Kisah dan Keteladanan Fatimah az-Zahra

Keteladanan Nabi Musa As.

Berikut ini adalah keteladan Nabi Musa As yang bisa dijadikan motivasi dan suri tauladan untuk kita didalam mendekatkan diri kepada Allah Swt, diantaranya:

  1. Memiliki hati yang suka menolong dan rajin bekerja.
  2. Tidak malu-malu untuk meminta bantuan Nabi Harun As untuk berdakwah.
  3. Berdakwah  dengan penuh tawakal kepada Allah Swt.

Related posts