Membicarakan Teks Deskripsi Bertema Keindahan Alam Indonesia | Pengertian Teks Deskripsi | Contoh Teks Deskripsi | Ciri-Ciri Teks Deskripsi | Menulis Teks Deskripsi | Menulis Teks Deskripsi untuk Dipublikasikan | Mempresentasikan Teks Deskripsi |
Pengertian Teks Deskripsi
Sebuah teks yang menggambarkan sebuah objek (misalnya: tempat, benda, tubuh manusia, dan pemandangan alam yang dikesankan seolah-olah pembaca dapat mendengar, melihat, menyaksikan, dan merasakan objek tersebut.
Teks deskripsi yang baik adalah teks yang mampu membuat pembaca membayangkan objek, tempat, dan orang yang penulis deskripsikan. Seorang penulis deskripsi diibaratkan seperti seorang seniman yang mampu melukis sebuah gambar yang dapat dilihat secara jelas dalam pikiran pembaca.
Contoh Teks Deskripsi
Keunikan Adat Istiadat Suku Abuy di Kampung Takpala Alor
TEMPO.CO, Jakarta – Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur tak hanya menawarkan pesona alam yang memukau dunia seperti Half Moon Bay atau Crocodile Rock. Salah satu pulau kecil itu memiliki warisan kebudayaan leluhur yang unik dan otentik. Warisan kebudayaan berupa rumah adat hingga adat istiadat itu bisa ditemukan di Kampung Takpala.
Sejak 1983, Pemerintah Kabupaten Alor menjadikan Kampung Takpala sebagai ikon pariwisata Alor. Saat ini Kampung Takpala oleh 13 Kepala Keluarga warga dari Suku Abui. Suku Abui yang artinya orang gunung ini, merupakan suku terbesar di Alor.
Kata Takpala berasal dari kata Tak dan Pala. Kata Tak berarti ‘ada batas’ dan kata Pala berarti ‘kayu’, sehingga kata Takpala diartikan “kayu pembatas”.
Warga Kampung Takpala mendiami 13 Rumah Adat Fala Foka. Itu merupakan rumah adat panggung berbentuk limas, beratapkan alangalang, berdinding dan berlantaikan anyaman bambu yang ditopang oleh empat buah kayu merah yang kokoh.
Rumah adat itu memiliki empat tingkatan. Tingkat pertama atau yang biasa disebut Liktaha adalah tempat untuk menerima tamu atau berkumpul bersama. Tingkat dua adalah Fala Homi, yakni ruang tidur dan ruang untuk masak. Tingkat tiga adalah Akui Foka, yakni tempat untuk menyimpan cadangan bahan makanan, seperti jagung dan ubi kayu. Sementara tingkatan paling atas disebut Akui Kiding, yakni tempat untuk menyimpan mahar dan barang berharga seperti Moko.
Moko merupakan barang berharga di Pulau Alor. Barang berharga sejenis tembikar itu biasanya digunakan sebagai belis atau mahar perkawinan. Satu buah Moko bernilai sangat fantastis, sehingga sering dikatakan satu buah Moko mampu meminang tiga orang anak gadis.
Selain rumah Fala Foka, di sana ada rumah adat Lopo. Perbedaannya, ukurannya lebih kecil tetapi memiliki tingkat kesucian lebih tinggi dibandingkan rumah Fala Foka. Pada atap rumah terdapat sebuah mahkota yang menandai kesakralan dua bangunan ini.
Jika berkunjung ke Kampung Takpala, selalu ada penyambutan dengan tarian adat yang disebut tarian lego-lego. Saat pementasan tarian ini, semua warga yang menghuni kampung ini akan mengenakan pakaian adat yang disertai dengan ornamen seperti panah dan busur serta parang bagi pria dan tas fuulak serta gelang pada kedua kaki bagi wanita.
Wisatawan yang berkunjung ke kampung Takpala diperbolehkan untuk berfoto dengan menggunakan pakaian adat dengan setiap atributnya. Ada biayanya, tetapi itu tergantung kesepakatan antara wisatawan dengan pemilik pakaian.
Tentu saja, karena berada di Kabupaten Alor, saat ke Kampung Takpala, wisatawan bisa menikmati keindahan alam yang indah. Sebab, posisi Kampung Takpala yang berada di atas bukit sehingga bisa melihat alam teluk mutiara dengan warna biru yang sangat indah.
Ciri-Ciri Teks Deskripsi
- Teks tersebut menggambarkan suatu objek
Objek yang digambarkan adalah tentang adat istiadat suku Abuy yang berada di Kampung Takpala Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
- Untuk memahami teks tersebut, diperlukan keterlibatan pancaindra (penglihatan, pendengaran, pengecapan, penciuman, dan perabaan). Dengan demikian, ketika kita membaca objek yang digambarkan itu seolah-seolah kita melihat, mendengar, mengecap, mencium, atau meraba objek tersebut
Ketika menyimak atau membaca teks “Keunikan Adat Istiadat Suku Abuy di Kampung Takpala Alor”, kita seolah-olah melihat atau menyaksikan rumah adat Suku Abuy yang bertingkat-tingkat; kita seolah-olah melihat dan mendengar orang-orang Suku Abuy di Kampung Takpala menari Lego-Lego menyambut wisatawan yang datang berkunjung.
- Teks tersebut memaparkan ciri-ciri fisik dan sifat objek tertentu, seperti ukuran, bentuk, warna, dan kepribadian secara jelas dan terperinci.
Teks berjudul “Keunikan Adat Istiadat Suku Abuy di Kampung Takpala Alor” di atas memaparkan ciri-ciri fisik dan sifat objek berupa rumah adat Kampung Takpala. Secara terperinci, rumah adat Suku Abuy di Kampung Takpala dipaparkan sebagai rumah yang memiliki empat tingkatan. Tingkat pertama atau yang biasa disebut Liktaha adalah tempat untuk menerima tamu atau berkumpul bersama. Tingkat dua adalah Fala Homi, yakni ruang tidur dan ruang untuk masak. Tingkat tiga adalah Akui Foka, yakni tempat untuk menyimpan cadangan bahan makanan, seperti jagung dan ubi kayu. Sementara tingkatan paling atas disebut Akui Kiding, yakni tempat untuk menyimpan mahar dan barang berharga, seperti Moko.
Selain memerinci rumah adat, diperinci juga tentang tarian LegoLego yang dimainkan saat menyambut wisatawan yang datang berkunjung. “Saat pementasan tarian ini, semua warga yang menghuni kampung ini akan mengenakan pakaian adat disertai dengan ornamen seperti panah dan busur serta parang bagi pria dan tas fuulak serta gelang pada kedua kaki bagi wanita.”
- Teks tersebut banyak menggunakan kata atau frasa yang termasuk kelas kata sifat atau kata keadaan.
Teks berjudul “Keunikan Adat Istiadat Suku Abuy di Kampung Takpala Alor” menggambarkan tentang rumah adat suku Abuy beserta tarian Lego-Lego yang dimainkan warga saat menyambut tamu. Karena itu, untuk menggambarkan objek, digunakan katakata yang menunjukkan sifat atau keadaan objek tersebut, seperti yang terdapat pada kata atau kelompok kata yang dicetak miring pada kalimat-kalimat sebagai berikut.
- Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur tak hanya menawarkan pesona alam yang memukau dunia seperti Half Moon Bay atau Crocodile Rock. Salah satu pulau kecil itu memiliki warisan kebudayaan leluhur yang unik dan otentik.
- Selain rumah Fala Foka, di sana ada rumah adat Lopo. Perbedaannya, ukurannya lebih kecil namun memiliki tingkat kesucian lebih tinggi dibandingkan rumah Fala Foka. Pada atap rumah terdapat sebuah mahkota yang menandai kesakralan dua bangunan ini.
- Tentu saja, karena berada di Kabupaten Alor, saat ke Kampung Takpala, wisatawan bisa menikmati keindahan alam yang indah. Sebab, posisi Kampung Takpala yang berada di atas bukit sehingga bisa melihat alam teluk mutiara dengan warna biru yang sangat indah.
Menulis Teks Deskripsi
- Menentukan topik
Topik dalam teks deskripsi dapat ditentukan sesuai dengan tujuan penulisan atau kebutuhan informasi hal atau barang yang dideskripsikan.
- Membuat kerangka
Kerangka karangan untuk penulisan teks deskripsi tetap dibutuhkan agar hal atau barang yang dideskripsikan dapat digambarkan ciri-cirinya sesuai dengan yang sebenarnya.
- Menulis teks deskripsi dengan memperhatikan keutuhan dan keterpaduan
Proses penulisan dapat dilakukan dengan lancar mengikuti kerangka karangan yang telah disusun sebelumnya. Keutuhan dan keterpaduan teks deskripsi dapat diperhatikan dengan mempertimbangkan konjungsi, struktur kalimat, ejaan, tanda baca, dan unsur kebahasaan lainnya.
Menulis Teks Deskripsi untuk Dipublikasikan
Pada masyarakat modern, teks deskripsi tidak hanya dilisankan, tetapi juga dituliskan. Tulisan-tulisan itu dapat kita temukan, misalnya, pada media massa cetak, seperti surat kabar dan majalah. Terlebih era teknologi informasi seperti saat ini, sejauh ada koneksi internet, teks deskripsi akan banyak kita temukan juga pada situs web daring.
Setiap surat kabar atau majalah biasanya membuka rubrik tersendiri yang isinya menggambarkan suatu objek yang menarik disertai dengan foto-foto yang menarik pula. Misalnya, objek wisata. Nama rubriknya pun macam-macam. Ada yang menyebutnya rubrik Hasanah, ada yang menamainya Jelajah, dan lain sebagainya.
Siapa yang akan mengisi rubrik-rubrik tersebut? Bagi media massa (seperti surat kabar atau majalah), biasanya sudah memiliki wartawan tersendiri yang ditugaskan khusus untuk meliput objek-objek tersebut. Namun, ada pula penulis lepas (bukan wartawan) yang diperbolehkan untuk mengirim tulisan deskripsi yang menarik tentang objek-objek tertentu. Apakah nantinya surat kabar atau majalah tersebut memuatnya? Tentu harus melalui seleksi terlebih dahulu. Sejauh tulisan tersebut berkualitas, menarik, dan selaras dengan visi-misi media, biasanya akan dimuat. Bagi tulisannya yang dimuat, akan mendapat imbalan atau honor. Berapa nilai honor yang diberikan? Bergantung pada medianya. Tiap-tiap media memiliki standar berbeda soal ini.
Baik dalam media cetak maupun elektronik, muatan tulisan berupa teks deskrispsi tetap diperlukan. Artinya, teks deskripsi tidak bergantung pada cetak atau elektronik. Pada media massa apa pun, tulisan deskripsi akan tetap kita jumpai.
Beberapa panduan agar teks deskripsi dapat dipublikasikan:
- Tentukan media yang akan menjadi sasaran naskah kita. Menentukan media ini penting, di antaranya untuk mengetahui visi dan misi serta isu utama media tersebut. Koran atau majalah perempuan, misalnya, tentu akan lebih banyak menyajikan tulisan-tulisan seputar kehidupan perempuan. Karena itu, tidak tepat jika kita mengirim teks deskripsi tentang otomotif ke media ini.
- Buat judul yang menarik. Dalam tulisan di media massa, judul terdiri maksimal 7 kata dan ditulis dengan menggunakan huruf kapital pada huruf awal setiap kata. Judul yang menarik biasanya akan langsung menarik perhatian redaktur untuk membacanya.
- Pastikan tulisan sudah memenuhi syarat tata tulis. Di antaranya, penggunaan tanda baca, penggunaan huruf miring, penggunaan huruf kapital, dan sebagainya.
- Perhatikan panjang tulisan. Untuk teks deskripsi, panjang tulisan maksimal 4 halaman ukuran A4 dengan spasi 1,5pt. Jika berdasarkan jumlah karakter, tulisan maksimal 1.200 karakter. Namun, hal ini bergantung persyaratan yang ditentukan oleh media. Masingmasing media memiliki ketentuan berbeda. Ada yang mensyaratkan 1.000 karakter, ada pula yang mensyaratkan maksimal 1.500 karakter.
- Penggunaan bahasa. Bahasa yang mudah dimengerti, dan tidak berbelit-belit, biasanya akan menjadi pilihan redaksi untuk segera memuatnya.
- Untuk tulisan berbentuk teks deskripsi, akan lebih baik jika disertakan foto jurnalistik, sebuah foto yang bisa “berbicara” walaupun tidak disertai kata-kata. Foto pemain sepak bola di lapangan, harus menggambarkan ekspresi yang menarik. Misalnya, saat dia loncat sambil menyundul bola. Foto pesepak bola tersohor sekalipun yang sedang duduk santai bukanlah foto jurnalistik jika yang ingin dilukiskan adalah serunya pertandingan sepak bola.
Mempresentasikan Teks Deskripsi
Menyajikan teks deskripsi seperti para presenter wisata atau presenter kuliner. Sebelum melakukan kegiatan membaca nyaring, sebaiknya kalian mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara membaca nyaring. Salah satu hal yang harus diperhatikan saat membaca nyaring adalah mengatur intonasi. Penggunaan intonasi yang tepat akan membuat kegiatan membaca nyaring kalian lebih menarik. Intonasi adalah lagu kalimat atau tinggi rendahnya suatu nada pada kalimat. Intonasi berbicara ketika membaca nyaring penting untuk diperhatikan. Jelas tidaknya kalimat yang diucapkan, sangat berpengaruh kepada penyimak dalam memahami pesan yang mereka terima.
Cara mengatur intonasi saat berbicara atau membaca nyaring yaitu sebagai berikut.
- Gunakan suara yang lantang untuk menegaskan suatu hal yang penting dan harus diingat audiens.
- Gunakan tempo berbicara yang lambat untuk menyampaikan/ membaca sebuah poin penting. Sebaliknya, gunakan tempo berbicara yang cepat untuk menyampaikan suatu hal yang memang bukan hal penting, seperti cerita atau hanya sekedar basa-basi kepada pendengar.
- Tinggikan suara kalian ketika menyapa pendengar pada awal pembacaan. Sebaliknya, rendahkan suara kalian saat membaca nyaring isi teks deskripsi.
- Gunakan perasaan atau emosi sesuai dengan kalimat yang kalian ucapkan.

