Pengertian Hadis Mutawatir Menurut Para Ulama | Kriteria Hadis Mutawatir | Macam-Macam Hadis Mutawatir |
Pengertian Hadis Mutawatir Menurut Para Ulama
- Menurut Ibn Shalah, mutawatir adalah ungkapan tentang kabar yang dinukilkan oleh orang yang menghasilkan ilmu dengan kebenarannya secara pasti. Dan persyaratan ini harus terdapat secara berkelanjutan pada setiap tingkatan perawi dari awal sampai akhir.
- Menurut imam Nawawi, mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah orang yang menghasilkan ilmu dengan kebenaran mereka secara pasti dari orang yang sama keadaannya dengan mereka mulai dari awal sampai akhir.
- Menurut M. Ajjaj Khathib, mutawatir adalah hadis yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang mustahil secara adat mereka akan sepakat untuk melakukan pendustaan secara berjama’ah, yang diterima dari sejumlah perawi yang sama dengan mereka, dari awal sampai akhir sanad, dengan syarat tidak kurang jumlah perawi tersebut pada seluruh tingkatan sanad.
Kriteria Hadis Mutawatir
- Perawi hadis tersebut terdiri dari jumlah yang banyak. Paling sedikit jumlahnya menurut sebagian ulama adalah 10 orang, namun menurut yang lain, paling kurang 4 orang dalam setiap tingkatan (thabaqat). Penentuan tersebut pada dasarnya adalah relatif, karena yang menjadi tujuan utamanya adalah terpenuhinya syarat bahwa mustahilnya mereka untuk melakukan dusta atas berita yang mereka riwayatkan.
- Jumlah tersebut harus terdapat pada setiap lapisan atau tingkatan sanad.
- Mustahil menurut adat bahwa mereka dapat sepakat untuk berbuat dusta.
- Sandaran riwayat mereka adalah panca indra, yaitu sesuatu yang dapat dijangkau oleh panca indra, misalnya pendengaran atau penglihatan.
Macam-Macam Hadis Mutawatir
Mutawatir lafzhi
Mutawatir lafzhi adalah hadis yang diriwayatkan dengan lafaznya oleh sejumlah perawi dari sejumlah perawi yang lain yang tidak disangsikan bahwa mereka akan bersepakat untuk berbuat dusta, dari awal sampai akhir sanad. Contoh Hadis mutawatir lafzhi
من كذب غلي متغمدا فليتبوا مقغده من النار
Artinya: barang siapa yang berbuat dusta terhadapku dengan sengaja, maka berarti ia menyediakan tempatnya di neraka. (Hadis ini diriwayatkan oleh sahabat lebih dari 70 orang).
Mutawatir Ma’na
Hadis mutawatir ma‟nawi adalah yang diriwayatkan oleh sejumlah perawi yang mustahil mereka bersepakat untuk berdusta, hadis yang diriwayatkan oleh para perawi berbeda-beda dalam menyusun redaksi akan tetapi sama dalam makna. Berikut ini adalah contoh hadis mutawatir ma‟nawi:
Hadis tentang mengangkat tangan ketika berdoa. Telah diriwayatkan lebih dari 100 hadis mengenai mengangkat tangan ketika berdoa, namun dengan lafaz yang berbeda antara satu dengan lainnya, masing-masing lafaz tidak sampai ke derajat mutawatir, tetapi makna dari keseluruhan lafaz-lafaz tersebut mengacu kepada satu makna yang sama, sehingga secara ma‟nawi hadis tersebut adalah mutawatir.
Adapun status dan hukum Hadis mutawatir adalah qath‟i al-wurud yaitu pasti keberadaannya dan menghasilkan ilmu yang pasti (dharuri). Oleh karena itu, hukumnya wajib bagi umat Islam untuk menerima dan mengamalkannya. Siapa yang menolak hadis mutawatir berarti ia termasuk ke dalam golongan ingkar sunnah. Seluruh hadis mutawatir adalah diterima (maqbul), dan karena itu pembahasan tentang keadaan para perawinya tidak diperlukan lagi.
Hadis-hadis mutawatir ini ini dapat diperoleh pada kitab-kitab hadis para ulama, tetapi untuk memudahkan memperoleh dan mengetahuinya terdapat ulama yang secara khusus menulis kitab hadis yang berisi hadis-hadis mutawatir, salah satu diantaranya ialah: al-azhar al-Mutanatsirah fi al Akhbar al-Mutanawatirah karya imam al-Suyuti yang di dalamnya memuat 112 buah hadis mutawatir.






