Hadis Ahad | Pengertian Hadis Ahad | Macam-Macam Hadis Ahad |
Pengertian Hadis Ahad
Hadis ahad adalah hadis yang tidak memenuhi syarat mutawatir.
Macam-Macam Hadis Ahad
Hadis Masyhur
Hadis masyhur merupakan hadis yang diriwayatkan oleh tiga orang atau lebih perawi pada setiap tingkatan sanad selama tidak sampai kepada tingkat mutawatir.
Hukum Hadis masyhur tidak ada hubungannya dengan sahih atau tidaknya suatu hadis, karena di antara hadis masyhur terdapat hadis yang mempunyai status sahih, hasan, atau dhaif, dan bahkan ada yang maudhu‟. Akan tetapi suatu hadis masyhur tersebut berstatus sahih, maka Hadis masyhur itu hukumnya lebih kuat daripada Hadis aziz dan gharib. Contoh dari hadis masyhur sebagai berikut :
حديث غمر بن خطاب رضي الله عنه حيث قال سمعت رسول الله صلى الله غليه وسلم انما الا غمال بالنية وانما لكل امرئ ما نوى
Artinya: “Hadis dari Umar bin Khattab ra, bahwa aku mendengar Rasulullah Saw bersabda: sesungguhnya amal perbuatan itu didasari atas niat dan bagi tiap-tiap orang akan mendapatkan apa yang telah dia niatkan.”
Hadis Aziz
Hadis Aziz merupakan hadis yang tidak kurang perawinya dari dua orang pada seluruh tingkatan sanad. Dengan demikian perawinya tidak boleh kurang dari dua orang pada setiap tingkatan sanadnya, namun boleh lebih dari dua orang, misal tiga, empat, atau lebih dengan syarat bahwa pada salah satu tingkatan sanad harus ada yang perawinya terdiri atas dua orang. Hal ini untuk membedakannya dari hadis masyhur di atas. Contoh Hadis aziz :
عن ابي هريرة رضي الله غنه ان رسول الله صلى الله عليه وسلم قال لايؤمن احدكم حتى اكون احب اليه من والده ولده
Hadis Gharib
Hadis gharib merupakan hadis yang menyendiri seorang perawi dalam periwayatannya. Dengan demikian Hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi, baik pada setiap tingkatan sanad atau pada sebagian tingkatan sanad dan bahkan mungkin hanya pada satu tingkatan sanad. Hadis gharib terbagi pula kepada dua bagian, yaitu gharib muthlaq dan gharib nisbi.
- Gharib Muthlaq merupakan hadis yang menyendiri seorang perawi dalam periwayatannya pada asal sanad. Contohnya sebagai berikut:
انما الا غمال بالنية
Artinya: sesungguhnya seluruh amal itu bergantung pada niat
Hadis tersebut hanya diriwayatkan oleh Umat Ibn al-Khattab sendiri di tingkat sahabat.
- Gharib Nisbi merupakan hadis yang terjadi gharib di pertengahan sanadnya. Hadis ini diriwayatkan oleh lebih dari seorang perawi pada asal sanad (tingkat sahabat), namun di pertengahan sanadnya terdapat tingkatan yang perawinya hanya sendiri atau satu orang. Contohnya sebagai berikut:
غن الزهري عن انس رضي الله عنه ان النبي صلى الله غليه وسلم دخل مكة وغلى رأسه المغفر
Artinya: “Dari Zuhri dari Anas bahwasanya Nabi memasuki kota Mekah dan di atas kepalanya terdapat al-mighfar (penutup kepala).” Terkait dengan kedudukannya, ulama Hadis sependapat bahwa Hadis ahad yang maqbul (bisa diterima) dalam arti sahih, bisa digunakan sebagai dasar hukum Islam, dan wajib diamalkan. Adapun yang berkaitan dengan akidah ada beberapa pendapat yang netral, Hadis ahad yang telah memenuhi syarat (sahih) dapat dijadikan hujjah/dalil untuk masalah akidah asal hadis yang diriwayatkan tidak sama sekali bertentangan dengan bunyi al-Qur‟an, dan hadis-hadis lain yang lebih kuat, dan tidak bertentangan dengan akal sehat.






