Dalam pembelajaran lempar lembing, guru memberikan handout tentang teknik melakukannya. Siswa mempelajari dan memprakTI kan sendiri keterampilannya. Gaya mengajar tersebut termasuk gaya mengajar …
A. Komando
B. Timbal balik
C. Alat bantu
D. Inisiasi siswa
E. Konvergen
Kunci: A
Pembahasan
Gaya A: Komando (Command).
Tujuan dari gaya ini adalah untuk mempelajari cara mengerjakan tugas dengan benar dan dalam waktu yang singkat, mengikuTI semua keputusan yang dibuat oleh guru. Dalam model ini semua akTI vitas pembelajaran, keterlaksanaannya hanya dan sangat tergantung pada guru. Dapat dikatakan peserta didik ’akan bergerak’ hanya bila gurunya memerintahkannya untuk bergerak. Situasi demikian menyebabkan peserta didik pasif dan TI dak diperkenankan berinisiaTI f. Akibatnya peserta didik TI dak mampu mengembangkan kreaTI vitas, khususnya kreaTI vitas dalam bergerak. Hakikat: respon langsung terhadap sTI mulus. Penampilan harus akurat dan cepat. Model sebelumnya direplikasi.
Gaya B: LaTI han (PracTI ce).
Gaya ini memberikan siswa untuk berlaTI h secara individu dan mandiri, serta menyediakan guru waktu untuk memberikan umpan balik (feedback) kepada siswa secara individu dan pribadi. Peserta didik mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Dalam model tugas, guru mendelegasikan sebagian kewenangannya pada peserta didik. Guru memberikan tugas belajar gerak, idealnya secara tertulis berupa kartu tugas, peserta didik diberi kesempatan dan kewenangan untuk menentukan sendiri kecepatan dan kemajuan belajarnya.
Gaya C: Timbal Balik (Resiprocal).
Pada gaya ini, siswa bekerja dengan temannya dan memberikan umpan balik kepada temannya itu, berdasarkan criteria yang ditentukan oleh guru. Hakikat: siswa bekerja sama dengan teman; menerima umpat balik langsung; mengikuTI kriteria yang dirancang guru; dan mengembangkan umpan balik dan keterampilan bersosialisasi.
Gaya D: Evaluasi Diri (Shelfcheck).
Tujuan dari gaya ini adalah untuk memahami cara mengerjakan tugas dan memeriksa atau mengevaluasi pekerjaan sendiri. peserta didik mengukur sendiri kinerjanya berdasar kriteria gerak yang diberikan. Hakikat: Siswa mengerjakan tugas secara individu dan mandiri, memberikan umpan balik untuk dirinya sendiri dengan menggunakan kriteria yang dikembangkan oleh guru.
Gaya E: Inklusi (Inclusion).
Tujuan dari gaya ini adalah untuk memahami cara memilih tugas atau kegiatan yang bisa ditampilkan dan memberikan tantangan untuk mengevaluaisi pekerjaan sendiri. Dalam hal ini penentuan TI ngkat kemampuan ditentukan sendiri oleh peserta didik yang bersangkutan. Mengingat beragamnya TI ngkat kemampuan peserta didik dan sebagai konsekuensi dari pemberian kebebasan bagi peserta didik untuk menentukan sendiri di tahap kesulitan mana dia akan belajar, maka pelaksanaan model ini memerlukan kelengkapan dan kecukupan sarana dan prasarana. Hakikat: Tugas yang sama dirancang menggunakan level kesulitan yang berbeda. Siswa menentukan level terendah tugas mereka dan berlanjut pada level berikutnya.
Gaya F: Penemuan Terpandu (Guided Discovery).
Tujuan dari gaya ini adalah untuk menemukan konsep dengan menjawab serangkaian pertanyaan yang diajukan oleh guru. Hakikat: dengan menanyakan serangkaian pertanyaan dengan spesifi k, secara sistemaTI k akan menuntun siswa untuk menemukan target yang ditetapkan dan belum diketahui sebelumnya oleh siswa.
Gaya G: Penemuan Konvergen.
Pada gaya ini, siswa mencari solusi dari masalah dan belajar untuk mengklarifi kasi isu dan menghasilkan kesimpulan dengan menggunakan prosedur yang logis, beralasan, dan berpikir kriTI s. Hakikat: guru mengajukan pertanyaan. Struktur instrinsik dari tugas atau pertanyaan membutuhkan satu jawaban tepat. Siswa terlibat dalam kegiatan berfi kir (atau kegiatan kogniTI f lainnya) dan berusaha mencari satu jawaban atau solusi yang tepat.
Gaya H: Penemuan Mandiri/Produksi (Divergen).
Tujuan gaya ini adalah untuk melibatkan siswa untuk memproduksi atau menghasilkan respon ganda terhadap satu pertanyaan. Hakikat: siswa terlibat dalam memproduksi respon divergen terhadap atu pertanyaan. Struktur instrinsik tugas tau pertanyaan memberikan peluang respon ganda. Respon ganda tersebut dinilai dengan prosedur Mungkin-Terlihat-Menarik (Possible-Feasible-Desirable procedure), atau dengan aturan verifi kasi dari disiplin yang diberikan.
Gaya I: Program Rancangan Individu Siswa (Individual Programme).
Tujuan gaya ini adalah untuk merancang, mengembangkan, dan menampilkan serangkaian tugas yang disusun ke dalam program pribadi dengan berkonsultasi dengan guru. Hakikat: Siswa merancang, mengembangkan, dan menampilkan serangkaian tugas yang disusun ke dalam program pribadi. Siswa memilih topik, mengidenTI fi kasi pertanyaan, mengumpulkan data, mencari jawaban, dan menyusun informasi. Siswa memilih area tema umum.
Gaya J: Inisiasi Siswa.
Tujuan gaya ini adalah agar siswa mampu menginisiasi atau memprakarsai pengalaman belajarnya, merancangnya, menampilkannya, danmengevaluasinya, bersama-sama dengan guru berdasarkan kriteria yang telah disepakaTI sebelumnya. Hakikat: Siswa memprakarsai gaya yang ia lakukan baik satu kegiatan maupun serangkaian kegiatan. Siswa mempunyai pilihan untuk memilih gaya manapun di dalam Spektrum. Siswa harus mengenal deretan gaya yang terdapat dalam Spektrum.
Gaya K: MelaTI h Diri (Shelf Teaching).
Gaya ini memberikan siswa kesempatan untuk membuat keputusan maksimal tentang pengalaman belajarnya tanpa adanya campur tangan langsung guru. Gaya ini sangat jarang digunakan di sekolah. Gaya ini sangat cocok dikembangkan sebagai hobi atau kegiatan hiburan. Hakikat: siswa memprakarsai pengalaman belajarnya sendiri, merancangnya, menampilkannya, dan mengevaluasinya. Siswa memutuskan seberapa besar ikut campur gurunya






