Berbagai Metode dalam Psikologi

  • Whatsapp
Metode dalam Psikologi

Psikologi adalah disiplin ilmu yang berusaha mengungkap kejiwaan manusia. Dalam usahanya memperoleh berbagai informasi tersebut, tentu memerlukan adanya metode sehingga informasi yang diperoleh sesuai dengan yang diharapkan. Adapun beberapa metode dalam psikologi adalah:

  1. Metode Eksperimental adalah metode yang biasanya digunakan dalam laboratorium. Orang yang melaksanakan eksperimen (eksperimenter) harus yang dapat menguasai situasi, artinya peneliti harus dapat menimbulkan atau menghilangkan berbagai macam situasi sesuai dengan yang dikehendakinya. Metode ini bertujuan menemukan prinsip-prinsip yang bekerja dalam tingkah laku atau hendak mengungkapkan hubungan sebab akibat.

Ide dasar dibalik metode eksperimen adalah metode yang terus terang. Metode eksperimen mempunyai rumusan suatu hipotesa yang dapat diuji, artinya meneliti kejadian-kejadian yang dapat diamati. Seorang eksperimenter melakukan metode eksperimen:

  • Mengubah atau memvariasi kejadian-kejadian yang dihipotesakan mempunyai suatu efek.
  • Mempertahankan kondisi yang konstan.
  • Melihat efek dari perubahan atau variabel perubahan dalam sistem yang diamati.

Dalam banyak hal metode eksperimen adalah metode terbaik untuk memperoleh informasi ilmiah. Tetapi metode ini mempunyai beberapa keterbatasan:  Pertama, metode ini tidak selalu dapat digunakan, khususnya bila eksperimen berbahaya bagi subyek.

Kedua, metode ini terbatas dalam penerapannya. Kesimpulan yang ditarik dari suatu eksperimen mungkin terbatas pada situasi eksperimen buatan, mereka mungkin tidak dapat diterapkan pada situasi alamiah atau bahkan untuk situasi eksperimen eksperimen lain. Ahli psikologi yang melakukan eksperimen harus terus menerus berhati-hati terhadap kemungkinan ini dan berusaha untuk melakukan generalisasi dalam eksperimen mereka.

Baca Juga :   Guru Adalah? Pengertian, Tugas, Peran dan Tanggung Jawab

Ketiga metode ini kadang-kadang bercampur dengan hal-hal lain yang sedang diukur. Contohnya suatu eksperimen dalam situasi kelelahan. Seorang ahli psikologi mungkin memberi seseorang berbagai tes keterampilan dan berpikir, untuk membandingkan sebelum (baseline) dan sesudah mereka melakukan tes itu tanpa tidur selama 24 jam dan menemukan bahwa kinerja mereka meningkat di atas kinerja standar (baseline) mereka setelah 24 jam tanpa tidur. Haruskah ahli psikologi atau kita menyimpulkan bahwa 24 jam tanpa tidur bermanfaat untuk kinerja yang kompleks, mungkin tidak. Keberadaan variabel lain telah dikenalkan ke dalam eksperimen dan variabel itu bercampur dengan pengukuran dari pengaruh kelelahan. Ketika responden eksperimental datang ke laboratorium, mereka sangat termotivasi untuk menampilkan kinerja dengan baik, dan variabel ini sangat mempengaruhi peningkatan dalam kinerja, meski pengaruh kelelahan ada pada mereka. Karena itu kemungkinan bahwa orang dalam suatu eksperimen mungkin tidak berperilaku seperti mereka biasanya berperilaku harus dipertimbangkan Ketika membuat kesimpulan dari eksperimen.

Baca Juga :   Metode Introspeksi Eksperimental dan Metode Ekstrospeksi
  1. Observasi Alamiah adalah pengamatan terhadap aktivitas orang sehari-hari. Dalam metode eksperimen di atas, jelas bahwa peneliti punya control sepenuhnya terhadap jalannya eksperimen. Ialah yang menentukan akan melakukan apa pada orang atau hewan yang ditelitinya, kapan akan dilakukan, seberapa sering dan sebagainya.

Alternatif lain selain metode eksperimental adalah metode observasi yang sistematis. Pendekatan ini sama dengan metode eksperimen dalam hal variabel-variabel yang diukur tetapi bahwa perbedaannya adalah peneliti tidak dengan sengaja memanipulasi variabel bebas. Mereka juga menulis dengan huruf besar variasi-variasi yang terjadi secara ilmiah. Dengan menggunakan metode ini, peneliti psikologi membuat studi yang paling tepat dan paling sistematis dari perilaku yang terjadi secara alamiah. Setelah pembuatan sejumlah observasi, ahli psikologi dapat mempergunakan hukum-hukum logika tertentu, mencoba menyimpulkan sebab-sebab perilaku yang dipelajari. Psikologi berbagai pendekatan ini dengan sejumlah ilmuwan lain. Misalnya dengan ahli antropologi.

    1. Sejarah Kehidupan. Sejarah hidup seseorang adalah sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan. Misalnya, dari cerita ibunya, seorang anak yang akan naik kelas mungkin diketahui bahwa ia bukannya kurang pandai, tetapi minatnya sejak kecil memang di bidang music sehingga ia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolah. Contoh lain, riwayat hidup calon pegawai sering digunakan oleh petugas SDM (Sumber Daya Manusia) untuk menilai apakah ia seorang yang tekun, rajin, mau belajar atau tidak serius sehingga bisa diterima sebagai pegawai atau tidak.
    2. Wawancara. Wawancara adalah tanya jawab antara si pemeriksa dan orang yang diperiksa (klien untuk psikologi klinik, responden atau narasumber untuk peneliti atau calon pegawai bagi psikolog perusahaan).
    3. Angket. Angket adalah wawancara tertulis. Pertanyaan sudah disusun secara lembar akan tertulis dalam lembar pertanyaan. Orang yang diperiksa tinggal membaca pertanyaan-pertanyaan itu dan memberi jawaban-jawaban secara tertulis pula dalam kolom-kolom yang sudah disediakan. Jawaban-jawaban dianalisis itu selanjutnya akan hal untuk mengetahui hal yang sedang diselidiki.
    4. Pemeriksaan Psikologis. Secara popular metode ini dikenal dengan nama “psikotes”. Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar terlatih. Alat-alat itu dapat dipergunakan untuk mengukur dan mengetahui taraf kecerdasan, arah minat, sikap, struktur kepribadian dan lain-lain dari orang yang mau diperiksa

Related posts