Waqaf, Pengertian, Macam, Tanda dan Contoh Hukum Bacaan

  • Whatsapp
Mad Tamkin, Pengertian, Cara Membaca dan Contoh

Waqaf | Pengertian Waqaf | Macam-Macam Waqaf | Tanda-Tanda Waqaf | Contoh Hukum Bacaan Waqaf |

Pengertian Waqaf

Secara bahasa waqaf berarti berhenti, sementara berdasarkan kaidah ilmu tajwid secara istilah waqaf berarti memberhentikan bacaan al-Qur’an untuk mengambil napas sejenak atau lengsung memberhentikan bacaan. Ada yang memaknai waqaf dengan menghentikan bacaan sejenak baik di akhir maupun pertengahan ayat.

Jika kita membaca al-Qur’an terdapat tata cara bagaimana kita ketika ingin berhenti saat membaca ayat dan tidak boleh berhenti di sembarang tempat karena semua itu terdapat aturan. Dan, kali ini kita akan belajar bersama tentang aturan tersebut.

Baca Juga :   Ketentuan Sujud Syukur : Pengertian, Hukum, Dalil, Sebab, Syarat, Rukun, Bacaan dan Hikmah

Macam-Macam Waqaf

Waqaf terbagi 2 bagian yang didasarkan pada niat pembaca al-Qur’an saat menghentikan bacaan al-Qur’an.



Waqaf Idtirari

Yakni menghentikan bacaan pada ayat yang belum sempurna ketika dalam keadaan terpaksa baik karena kehabisan napas, karena lupa, karena bersin, batuk dan sebab-sebab lainnya.

Waqaf Ikhtiyari

Waqaf ini biasa juga disebut waqaf ijtihadi yakni jika seorang pembaca alQur’an sesuai pilihan dirinya karena pemahamannya atas kaidah Bahasa Arab sebagai bahasa al-Qur’an.

Waqaf ikhtiyari ini dibagi lagi dalam delapan macam yakni sebagai berikut:

  • Waqaf Tam

Yakni menghentikan bacaan al-Qur’an pada kalimat yang dari segi makna dan lafalnya tidak berkaitan dengan ayat sebelum atau sesudahnya.

  • Waqaf Kafi
Baca Juga :   Shalat Witir dan Tata Cara Pelaksanannya : Pengertian, Niat, Surah dan Doa

Waqaf pada suatu kalimat yang dibaca sempurna tanpa melakukan pemotongan kalimat di tengah ayat, dan tidak memiliki ikatan lafal dengan kalimat sesdudah atau sebelumnya, namun memiliki kaitan dari segi makna.

  • Waqaf Hasan

Yakni menghentikan bacaan al-Qur’an pada ayat yang susunan kalimatnya sudah sempurna.

  • Waqaf Qabih

Menghentikan bacaan al-Qur’an pada tengah-tengah ayat atau ayat yang tidak sempurna sehingga berpengaruh pada arti dan kandungan ayat. Waqaf ini harus dihindari.

  • Waqaf Bayan

Menghentikan bacaan al-Qur’an pada suatu kalimat suatu ayat yang yang masih ada keterkaitan antara lafal sebelum dan sesudahnya. Karena keterkaitan itu sehingga lafal sesudahnya tidak dapat dimengerti tanpa lafal sebelumnya.

  • Waqaf Jaiz
Baca Juga :   Relief Daratan dan Relief Lautan

Menghentikan bacaan al-Qur’an pada kalimat dalam sebuah ayat dan lafal yang datang setelah berhenti membaca itu bisa dijadikan awal bacaan tanpa mengurangi arti dan maksud kalimat.

  • Waqaf Salih

Menghentikan bacaan pada sebuah kalimat karena lafal tempat dia berhenti menjelaskan lafal ayat sesudahnya

  • Waqaf Mafhum

Menghentikan bacaan al-Qur’an pada kalimat yang sempurna baik dari segi lafal maupun arti ayat sehingga kalimat tersebut bisa jadikan awal bacaan tanpa merusak arti dan maksud ayat.




Tanda-Tanda Waqaf

Tanda WaqafKeterangan
طWaqaf Mutlaq, yang berarti lebih utama berhenti daripada dilanjutkan membaca
مWaqaf Lazim, Wajib berhenti
جWaqaf Jaiz, boleh berhenti atau pun melanjutkan membaca.
صليWaqaf Waslu Ula, lebih utama lanjut tanpa berhenti.
قفWaqaf Mustahab, lebih utama berhenti pada tanda waqaf.
قليWaqaf Waqfu Ula, berhenti lebih utaman daripada lanjut
زWaqaf Mujawwaz, meski boleh berhenti namun lebih utama dilanjutkan membaca.
صWaqaf Murakhas, lebih utama terus, namun boleh berhenti ketika darurat (kehabisan napas, batuk atau panjangnya ayat).
قWaqaf Qobih, lebih utama terus tanpa menghentikan bacaan.
كWaqaf Muthobiqun ‘ala ma qoblahu, jika ada tanda ini maka cara membacanya disamakan dengan waqaf sebelumnya.
لاWaqaf La Waqfu, dilarang berhenti, dan jika berhenti harus diulang lagi bacaaannya. Namun jika di bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan berhenti,
…….*Waqaf Mu’anaqah, wajib berhenti di salah satu tanda baik yang awal maupun akhir
سكتةSaktah, menghentikan bacaan dengan mehanan napas sejenak sekira du harokat pada kata yang ditandai سكتة atau dengan huruf س kemudian langsung disambungkan pada kalimat selanjutnya.

Contoh Hukum Bacaan Waqaf

Tanda WaqafContoh Bacaan
طوَلِلَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَ‌ؕ وَبِئۡسَ الۡمَصِيۡرُ
ماَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَعْرِفُوْنَهٗ كَمَا يَعْرِفُوْنَ اَبْنَاۤءَهُمْۘ اَلَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ
جوَاِنَّهٗ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚوَسَوْفَ تُسْـَٔلُوْنَ
صليوَسْٔـَلْ مَنْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُّسُلِنَآ ۖ اَجَعَلْنَا مِنْ دُوْنِ الرَّحْمٰنِ اٰلِهَةً يُّعْبَدُوْنَ
قفوَلَوْشَآءَ اللهُ مَااقْتَتَلُوْاقفوَلٰكِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَايُرِيْدُ
قليوَزُخْرُفًاۗ وَاِنْ كُلُّ ذٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَالْاٰخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِيْنَ
زاَمْ لِلْاِنْسَانِ مَاتَمَنَّىزفَلِلّهِ اْلاٰخِرَةِ وَاْلاُوْلٰى
صوَأْتُوااْلبُيُوْتَ مِنْ اَبْوَابِهَاصوَاتَّقُواللهَ لَعلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
قاَنْ لَٓااِلٰهَ اِلَّااَنْتَ سُبْحَانَكَقاِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ
كوَاِنْ تَفْعَلُوْا فَاِنَّهُ فُسُوْقٌ بِكُمْ ۗ وَاتَّقُوْااللهڪوَيُعَلِّمُكُمُ اللهُڪوَاللهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيْمٌ
لاالَّذِيْنَ تَتَوَفّٰىهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ طَيِّبِيْنَ ۙيَقُوْلُوْنَ سَلٰمٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
…….*ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَۙ
سكتةقَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ



Related posts