Di teriknya matahari menyinari bumi sehingga memanggang tubuh yang menggigil kedinginan, kukayuhkan sepeda motorku dari mulut gang ke mulut gang. Semua ini kulakukan demi sesuap nasi beberapa anak dan istri yang selalu setia menunggu kepulanganku. Dari rumah ke rumah kujajakan barang daganganku agar mereka tertarik untuk mengambilnya. Yah, mengambil karena memang tidak hari ini mereka membayar barang yang kujual. Hari hari berikutnya mereka yang kebanyakan ibu-ibu membayarnya dengan uang recehan.
(Tukang Kredit: NKR5) Kritik sastra yang tepat untuk penggalan cerita di atas adalah ….
A. Memanggang, aneh juga penggunaan kata tersebut karena yang dipanggang bisanya kambing atau ayam. Begitu juga penggunaan kata mulut gang agak ironis terdengarnya.
B. Pada umumnya di terik matahari mengakibatkan seseorang kepanasan, bukan kedinginan. terlalu ironis, sepeda motor dikayuh, bukankah sepeda yang dikayuh, bukan sepeda motor.
C. Mungkinkah tukang kredit memiliki beberapa anak dan beberapa istri. Bukankah satu istri dan satu anak saja sudah merasa kesulitan?
D. Barang dagangan yang kujajakan, terlalu klise masalah yang diungkapkan. Sudah tentulah kredit itu tidak membayar tunai, melainkan dicicil.
E. Apakah anak dan istri hanya membutuhkan sesuap nasi? Mereka tentunya membutuhkan makan sehari tiga kali. Selain itu, mereka juga membutuhkan pakaian dan anaknya juga harus mengenyam pendidikan.

Jawabannya Adalah : D






