Surga, Pengertian, Sifat, Letak, Penghuni, Kenikmatan dan Perbedaan Ulama

Surga, Pengertian, Sifat, Letak, Penghuni, Kenikmatan dan Perbedaan Ulama

Surga | Pengertian Surga  | Sifat-Sifat Surga  | Letak Surga  | Penghuni Surga  | Kenikmatan Surga | Perbedaan Ulama Kalam Tentang Surga |

Pengertian Surga

Surga adalah tempat kenikmatan dan keselamatan yang kekal dan abadi. Surga telah diciptakan dan diperuntukkan bagi orang-orang yang beriman. Allah ta’ala berfirman: “ Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. al-‘Imran:133).

Kata أعدت pada ayat di atas dalam bentuk fi’il madhi yang menunjukkan makna lampau karenanya dapat dipahami bahwa surga telah diciptakan. Ketika Rasulullah mi’raj diperlihatkan kepadanya surga, sebagamanai disebutkan dalam hadits berikut ini: “ Saya pernah melihat surga dan kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir miskin” (HR. al-Bukhari).

Sifat-Sifat Surga

Ketika Rasulullah berkumpul dengan para sahabatnya, beliau bertanya kepada mereka: adakah di antara kalian yang mau menyingsingkan lengan bajunya (giat beramal shaleh) untuk mendapatkan surga? Kemudian Rasulullah bersabda tentang sifat surga: “Surga -demi Allah Dzat pemilik Ka’bah- adalah cahaya yang bergemelapan, tetumbuhan hijau yang banyak nan menakjubkan, istana yang megah, sungai yang mengalir di permukaanya, buah-buahan yang banyak dan matang, istri yang cantik jelita dan pakaian-pakaian yang banyak, di kehidupan yang abadi dalam kegembiraan dan wajah yang berseri-seri“. (HR. Ibn Hibban).

Letak Surga

Surga berada di atas langit yang ketujuh, dengan adanya jarak antara keduanya, dan atapnya surga adalah ‘arsy. Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah: Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratul Muntaha, di dekatnya ada surga sebagai tempat tinggal,” (QS. an-Najm:13-15).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya untuk yang kedua kalinya. Ketika itu malaikat Jibril berada di Sidratul Muntaha di langit ke tujuh. Di dekat Sidratul Muntaha ada surga. Berarti surga berada di langit ke tujuh. Sedangkan atap surga adalah arsy bisa dipahami dari hadits berikut: : “Di atas surga Firdaus adalah ‘arsy yang dimuliakan oleh Allâh”. (HR. alBukhari).

Penghuni Surga

Penduduk surga dimuliakan oleh Allah, postur tubuh mereka dibesarkan seperti ayah mereka Nabi Adam, tinggi badannya enam puluh hasta dan lebarnya tujuh hasta. Mereka berparas rupawan seperti Nabi Yusuf, tidak berbulu pada badannya dan tidak berjenggot, semua muda dalam usia tiga puluh tiga tahun. Mereka berada di dalam surga untuk selamanya. Dalam hadits riwyat Muadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad bersabda: “Ketika penduduk surga masuk surga, mereka dalam kondisi tidak berbulu pada badannya, tidak berjenggot dan bercelak, dalam usia mereka 30 atau 33 tahun. (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits yang lainnya disebutkan: “Para penduduk surga ketika masuk surga, tingginya seperti Nabi Adam 60 hasta, tampan seperti Nabi Yusuf, di usia seperti Isa sekitar 33 tahun, memiliki lisan seperti Nabi Muhammad, badan tidak berbulu, berpenampilan muda, dan bercelak.” (HR. Ibn Abid Dunya).

Kenikmatan Surga

Semua penduduk surga akan mendapatkan kenikmatan. Kenikmatan di dalam surga terbagi menjadi dua bagian, ada bersifat umum dan khusus, berikut ini penjelasan dari masing-masing bagian:

  • Kenikmatan surga yang umum

Kenikmatan umum artinya semua penduduk surga mendapatkannya tanpa terkecuali. Di antara kenikmatan umum ini adalah: penduduk surga semuanya hidup tidak ada yang mati, sehat tidak yang sakit, muda tidak ada yang tua, senang tidak ada yang susah, minum dari empat macam sungai di surga, mempunyai pasangan, melihat Allah ta’ala dan masih banyak lagi. Di dalam hadits disebutkan: “Dari Abi Hurairah dari Nabi Muhammad beliau bersabda: Malaikat berseru seraya mengucapkan: sesungguhnya kalian semua akan selalu sehat tidak akan pernah sakit, sesungguhnya kalian akan hidup selamanya tidak akan mati, sesungguhnya kalian muda semua tidak akan tua dan sesungguhnya kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan bosan dan susah, hal ini karena firman allah, Diserukan kepada mereka, “Itulah surga yang telah diwariskan kepadamu, karena apa yang telah kamu kerjakan.” (HR. Muslim).

  • Kenikmatan surga yang khusus

Dikatakan sebagaimana kenikmatan khusus karena kenikmatan ini hanya diperoleh oleh orang-orang yang shaleh. Tidak semua penduduk surga mendapatkannya. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits qudsi bahwa Rasulullah bersabda Allah ta’ala berfirman: “Telah aku siapkan untuk hamba-hambaku yang bertakwa kenikmatan di surga yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah dibayangkan oleh pikiran manusia.” (HR. al-Bukhari).

Nikmat yang khusus ini hanya diberikan kepada hamba-hamba allah yang bertakwa yaitu hamba-hambanya yang menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Kenikmatan ini dirahasiakan oleh Allah ta’ala tidak ada hambanya yang diberitahu oleh-Nya. Para Nabi dan malaikat juga tidak mengetahuinya.

Perbedaan Ulama Kalam Tentang Surga

Di kalangan mutakallimin terjadi perbedaan pendapat tentang surga dan neraka. Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa surga dan neraka benar adanya dan telah tercipta. Salah seorang ulama Ahlussunnah yaitu Imam At Thohawi dalam bukunya “al Aqidah at- Thahawiyyah, menjelaskan, “Surga dan neraka telah tercipta. Tidak akan pernah sirna. Karena Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan manusia. Allah telah menetapkan penghuni keduanya.” Dan menurut mereka ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan bahwa surga dan neraka telah disiapkan oleh Allah banyak sekali.

Menurut kaum Mu’tazilah dan Qadariyah surga dan neraka belum tercipta saat ini. Karena jika Allah telah menciptakannya saat ini, padahal hari pembalasan belum terjadi, maka tentu hal ini sia-sia dan Allah tidak akan melakukan sesuatu yang sia-sia. Pendapat mereka ini berdasarkan pandangan akal bukan mengedepankan wahyu.

Related posts