Neraka | Pengertian Neraka | Letak Neraka | Penduduk Neraka | Perbedaan Ulama Kalam Tentang Neraka |
Pengertian Neraka
Neraka adalah tempat yang telah Allah siapkan untuk menyiksa orang-orang kafir, siksaan yang tiada berhenti untuk selamanya. Orang-orang kafir dimasukkan ke dalam dasar neraka Jahannam disiksa dengan siksaan yang sangat pedih, tidak pernah mendapatkan keringanan dan ampunan dari Allah.
Adapun sebagian orang mukmin pelaku dosa besar yang meninggal dunia sebelum bertaubat akan disiksa di dalam neraka akan tetapi tidak untuk selamanya. Siksaan yang mereka alami tidak sepedih siksaan bagi orang kafir dan pada akhirnya mereka akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Dalil adanya neraka disebutkan dalam firman-Nya: “Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. al-Baqarah:34).
Letak Neraka
Neraka berada di bawah bumi ke tujuh dengan adanya jarak antara keduanya. Mengenai keberadaan neraka di bawah bumi ke tujuh, Abû ‘Abdullâh al Hâkim dalam al Mustadrak berkata: “Sesungguhnya hal itu telah ditegaskan dalam riwayat-riwayat yang shahîh ”.
Penduduk Neraka
Penduduk neraka dihinakan oleh Allah dan sengaja dibesarkan badannya sehingga disebutkan bahwa gigi gerahamnya sebesar gunung Uhud. Orang kafir akan kekal abadi di neraka, tidak akan mati di dalamnya dan juga tidak hidup, artinya tidak hidup dengan kehidupan yang nikmat karena mereka terus mendapatkan siksaan. Di dalam hadits disebutkan: “Jarak antara pundak orang kafir di dalam neraka sejauh perjalanan 3 hari yang ditempuh penunggang kuda yang larinya cepat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Penduduk neraka disiksa dalam segala hal; panasnya neraka, makanan dari pohan yang berduri, minuman dari air yang mendidih, pakaian dari bara api, malaikat menyiksa mereka dengan kejamnya dan siksaan lainnya.
Perbedaan Ulama Kalam Tentang Neraka
Di kalangan mutakallimin terjadi perbedaan pendapat tentang surga dan neraka. Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa surga dan neraka benar adanya dan telah tercipta. Salah seorang ulama Ahlussunnah yaitu Imam At Thohawi dalam bukunya “al Aqidah at- Thahawiyyah, menjelaskan, “Surga dan neraka telah tercipta. Tidak akan pernah sirna. Karena Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan manusia. Allah telah menetapkan penghuni keduanya.” Dan menurut mereka ayat-ayat al-Qur’an yang menyebutkan bahwa surga dan neraka telah disiapkan oleh Allah banyak sekali.
Menurut kaum Mu’tazilah dan Qadariyah surga dan neraka belum tercipta saat ini. Karena jika Allah telah menciptakannya saat ini, padahal hari pembalasan belum terjadi, maka tentu hal ini sia-sia dan Allah tidak akan melakukan sesuatu yang sia-sia. Pendapat mereka ini berdasarkan pandangan akal bukan mengedepankan wahyu.






