Surah Al-Furqan Ayat 45-50 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

  • Whatsapp
Surah Al-Furqan Ayat 45-50 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

Surah Al-Furqan Ayat 45-50 | Bacaan Surah Al-Furqan Ayat 45-50 | Terjemah Surah Al-Furqan Ayat 45-50 | Mufradat Surah Al-Furqan Ayat 45-50 | Isi Kandungan Surah Al-Furqan Ayat 45-50 | Wislahcom | Referensi |

Bacaan Surah Al-Furqan Ayat 45-50

اَلَمْ تَرَ اِلٰى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّۚ وَلَوْ شَاۤءَ لَجَعَلَهٗ سَاكِنًاۚ ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيْلًا

ثُمَّ قَبَضْنٰهُ اِلَيْنَا قَبْضًا يَّسِيْرًا

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ لِبَاسًا وَّالنَّوْمَ سُبَاتًا وَّجَعَلَ النَّهَارَ نُشُوْرًا

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖۚ وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً طَهُوْرًا

لِّنُحْيِ َۧ بِهٖ بَلْدَةً مَّيْتًا وَّنُسْقِيَهٗ مِمَّا خَلَقْنَآ اَنْعَامًا وَّاَنَاسِيَّ كَثِيْرًا

وَلَقَدْ صَرَّفْنٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوْاۖ فَاَبٰىٓ اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرًا

Terjemah Surah Al-Furqan Ayat 45-50

  • Tidakkah engkau memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang; dan sekiranya Dia menghendaki, niscaya Dia menjadikannya (bayang-bayang itu) tetap, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk.
  • kemudian Kami menariknya (bayang-bayang itu) kepada Kami sedikit demi sedikit. 47. Dan Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha.
  • Dan Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang sangat bersih.
  • Agar (dengan air itu) Kami menghidupkan negeri yang mati (tandus), dan Kami memberi minum kepada sebagian apa yang telah Kami ciptakan, (berupa) hewan-hewan ternak dan manusia yang banyak.
  • Dan sungguh, Kami telah mempergilirkan (hujan) itu di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran; tetapi kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).
Baca Juga :   Surah An-Nisa Ayat 105 : Bacaan, Terjemah, Mufradat dan Isi Kandungan

Mufradat Surah Al-Furqan Ayat 45-50

tidakkah engkau memperhatikanاَلَمْ تَرَ
(penciptaan) Tuhanmuاِلٰى رَبِّكَ
bagaimana Diaكَيْفَ
memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayangمَدَّ الظِّلَّۚ
dan sekiranya Dia menghendakiوَلَوْ شَاۤءَ
niscaya Dia jadikannya (bayang-bayang itu)لَجَعَلَهٗ
tetapسَاكِنًاۚ
matahariالشَّمْسَ
petunjukدَلِيْلًا
kami menariknyaقَبَضْنٰهُ
sedikit demi sedikitيَّسِيْرًا
pakaian لِبَاسًا
dan tidurوَّالنَّوْمَ
untuk istirahatسُبَاتًا
siangالنَّهَارَ
untuk bangkit نُشُوْرًا
pembawaاَرْسَلَ
meniupkan anginالرِّيَاحَ
kabar gembira بُشْرًاۢ
sangat bersihطَهُوْرًا
agar (dengan air itu) Kami menghidupkanلِّنُحْيِ
yang mati (tandus) مَّيْتًا
hewan-hewan ternakاَنْعَامًا

Isi Kandungan Surah Al-Furqan Ayat 45-50

Pada ayat 45 Allah Swt memerintahkan Rasul-Nya supaya memperhatikan ciptaan-Nya, bagaimana Dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang dari tiap-tiap benda yang terkena sinar matahari, dari mulai terbit sampai terbenam. Kata aẓ-Ẓill atau bayang-bayang adalah keadaan pertengahan antara sinar yang murni dan kegelapan yang murni. Tujuannya adalah untuk dipergunakan manusia sebagai pengukur waktu. Seperti di Mesir menggunakan al-Misallat untuk mengukur waktu pada siang hari dan menentukan musim-musim selama setahun.

Bangsa Arab sejak dahulu menggunakan al-Mazawil untuk menentukan waktu shalat dengan bayang-bayang. Waktu dẓuhur tiba bila bayangan jarumnya sudah berpindah dari arah barat ke timur, dan tiba waktu ‘Asar bila bayangan setiap benda sudah menyamai tingginya. Kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan bayang-bayang itu tetap, tidak berpindah-pindah (tidak hilang sekalipun matahari terbit). Allah Swt menjadikan panas dari terik cahayamatahari. Jadi jelaslah bahwa Allah Swt menjadikan bayang-bayang dari sinar matahari sebagai petunjuk waktu.

Baca Juga :   Surah Al-Fil : Bacaan, Latin, Mufrodat, Terjemah dan Isi Kandungan

Ayat 46 diawali dengan kata ṡumma yang berfungsi untuk menunjukan jarak kedudukan dan kehebatan Allah Swt yang begitu jauh dan tinggi antara yang disebut sebelumnya dan sesudahnya, yaitu Allah Swt berkuasa menghapus bayang-bayang itu dengan perlahan-lahan sejalan dengan proses terbenamnya matahari sedikit demi sedikit. Menurut ilmuwan, ayat ini berbicara mengenai presisi keteraturan alam semesta. Dalam ilmu fisika, panjang pendeknya bayangan suatu benda disebabkan karena besar kecilnya sudut datang cahaya. Apabila sudut datang cahaya kecil, maka bayangan benda panjang, dan semakin besar sudut datang cahaya maka bayangan semakin kecil.

Jika bayang-bayang itu tetap, berarti posisi matahari dan bumi tetap tidak berubah. Artinya bagian bumi yang terkena panas matahari secara terus menerus, maka suhunya akan meningkat, dan jika dalam waktu yang lama maka bumi akan terbakar dan hancur. Sebaliknya bagian bumi yang tidak terkena panas akan mengalami pendinginan dan membeku. Kedua kondisi ini menyebabkan punahnya kehidupan.

Ayat 47 menyebutkan kekuasaan-Nya menjadikan malam itu sebagai pakaian yang menutupi alam dengan kegelapannya seperti manfaatnya pakaian yang menutup badan. Allah Swt juga menjadikan malam bermanfaat bagi manusia, yaitu dapat beristirahat dengan sempurna untuk memulihkan tenaga yaitu dengan tidur nyenyak setelah bergerak sepanjang hari. Ketika tidur tidak sadar sama sekali seperti mati dan anggota badannya berhenti bekerja kecuali jantung dan beberapa organ lainnya.

Baca Juga :   Manajemen Aset Adalah, Definisi / Pengertian Manajemen Aset menurut Para Ahli

Ayat 48 menjelaskan bahwa Allah Swt berkuasa meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira yaitu hujan (air yang bersih, suci dan menyucikan) yang merupakan rahmat-Nya akan segera turun. Jadi ayat ini menjelaskan tentang proses terjadinya hujan. Air yang terkena panas matahari sebagian akan menguap membentuk uap air di atmosfer, kemudian menjadi dingin saat mencapai atmosfer yang lebih tinggi. Ketika uap air bercampur dengan gas, maka akan memadat menjadi kelompok gas (awan). Jika awan tertiup angin sehingga berkumpul sesamanya dan naik ke atmosfer yang lebih tinggi, maka akan berubah menjadi tetes-tetes es (padat) dan jatuh ke bumi menjadi hujan (mencair sebelum mencapai tanah).

Pada ayat 49 Allah Swt menerangkan tentang tujuan diturunkannya air hujan yaitu untuk menyuburkan negeri-negeri atau tanah yang mati dan tandus (indikasi bahwa air hujan membawa kehidupan), digunakan untuk minum sebagian besar makhluk-Nya, membersihkan badan, pakaian dan keperluan lainnya.

Ayat 50 menjelaskan bahwa Allah Swt telah mengatur turunnya hujan secara bergiliran di berbagai negeri dengan waktu serta kadar yang berbeda-beda. Semua itu bertujuan agar manusia mengambil pelajaran darinya, dan mengerti bahwa Allah-lah yang berhak untuk mengatur alam semesta ini, sehingga manusia dapat mensyukuri nikmat-Nya. Apabila penduduknya berbuat durhaka, maka Allah Swt mengalihkan hujan kepada yang lain. Apabila mereka semua durhaka terhadap-Nya, maka Allah Swt akan mengalihkannya ke padang sahara dan laut. Akan tetapi kebanyakan manusia enggan bahkan mengingkari nikmat-nikmat itu, karena mereka tidak memikirkan nikmat itu dan tidak menyimpulkan keberadaan Sang Pencipta dan kekuasaan serta kebaikan-Nya.

Related posts