Struktur Modal, Pengertian, Teori, Komponen dan Faktor yang Mempengaruhinya

  • Whatsapp
Struktur Modal, Pengertian, Teori, Komponen dan Faktor yang Mempengaruhinya

Struktur Modal Adalah | Pengertian Struktur Modal | Teori Struktur Modal | Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal | Komponen Struktur Modal |

Pengertian Struktur Modal Menurut Para Ahli

Berikut adalah kumpulan pengertian Struktur Modal menurut para ahli dari berbagai sumber :



  • Menurut Ali dan Rodoni, struktur modal adalah proposi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dimana dana yang diperoleh menggunakan kombinasi atau paduan sumber yang berasal dari dana jangka panjang yang terdiri dari dua sumber utama yakni yang berasal dari dalam dan luar perusahaan.
  • Menurut Irham Fahmi, Struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang (long-term liabilities) dan modal sendiri (shareholders’ equity) yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaan.
  • Menurut I Made Sudana, struktur modal (capital structure) berkaitan dengan pembelanjaan jangka panjang suatu perusahaan yang diukur dengan perbandingan utang jangka panjang dengan modal sendiri.
  • Struktur modal menurut Bambang Riyanto adalah pembelanjaan permanen didalam mencerminkan perimbangan antara hutang jangka panjang dan modal sendiri.
  • Menurut Handono Mardiyanto, struktur modal didefinisikan sebagai komposisi dan proposi utang jangka panjang dan ekuitas (saham preferen dan saham biasa) yang ditetapkan perusahaan.
  • Agus Harjito dan Martono mengemukakan, struktur modal adalah perbandingan atau imbangan pendanaan jangka panjang perusahaan yang ditunjukkan oleh perbandingan utang jangka panjang terhadap modal sendiri.
  • Menurut Mustafa, Struktur modal merupakan perimbangan antara jumlah utang jangka pendek yang bersifat permanen, utang jangka panjang, saham preferen dan saham biasa. Struktur modal adalah perbandingan modal asing atau jumlah utang dengan modal sendiri. Kebijaksanaan struktur modal merupakan pemeliharaan antara risiko dan pengambilan yang diharapkan.

Teori Struktur Modal

Menurut Hanafi teori mengenai struktur modal terdiri dari:



Pendekatan Tradisional

Menurut teori pendekatan tradisional terdapat struktur modal yang optimal. Dengan kata lain struktur modal mempunyai pengaruh terhadap nilai suatu perusahaan. Struktur modal bisa diubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal.

Pendekatan Modigliani dan Miller (MM)

Pada pendekatan Modigliani dan miller (MM), tahun1960-an kedua ekonom tersebut memasukan faktor pajak ke dalam analisis mereka. Dalam teori MM, terdapat berbagai asumsi yang dirasa tidak realistis, hasil ketidakrelevanan MM memiliki arti yang sangat penting dengan menunjukkan kondisi-kondisi dimana struktur modal tersebut tidak relevan. MM juga telah memberikan petunjuk mengenai hal-hal apa yang dibutuhkan agar membuat struktur modal menjadi relevan dan yang mempengaruhi nilai perusahaan Brigham dan Houston (2006). Mereka sampai pada kesimpulan bahwa nilai perusahaan dengan utang lebih tinggi adalah tidak relevan dibandingkan nilai perusahaan tanpa utang. Kenaikan tersebut dikarenakanadanya penghematan pajak dari penggunaan utang.



Teori Trade-Off

Teori trade off merupakan gabungan antara teori struktur modal modigliani dan miller dengan memasukkan biaya kebangkrutan dan biaya keagenan yang mengindikasikan adanya penghematan pajak dari utang dengan biaya kebangkrutan. Pada teori ini, mengasumsikan bahwa struktur modal perusahaan merupakan hasil pertukaran (trade-off) dari keuntungan pendanaan melalui utang (pajak perusahaan yang menguntungkan) dengan tingkat suku bunga dan biaya kebangkrutan yang lebih tinggi. Sehingga pada teori ini, perusahaan lebih suka mendapatkan dana dari eksternal perusahaan daripada dana yang berasal dari internal perusahaan.

Model Millern dengan Pajak Perusahaan dan Personal

Modigliani dan miller mengembangkan model struktur modal tanpa pajak dan dengan pajak. Nilai perusahaan dengan pajak lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahaan tanpa pajak. Selisih tersebut diperoleh melalui penghematan pajak karena bunga bisa dipakai untuk mengurangi pajak. Miller kemudian mengembangkan model struktur modal dengan memasukkan pajak personal. Pemegang saham dan pemegang utang harus membayar pajak jika mereka menerima dividen (untuk pemegang saham) atau bunga (untuk pemegang utang). Menurut model tersebut, tujuan yang ingin dicapai adalah tidak hanya meminimalkan pajak perusahaan, tetapi meminimalkan total pajak yang harus dibayarkan (pajak perusahaan, pajak atas pemegang saham, dan pajak atas pemegang utang).

Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Variable makroekonomi seperti inflasi, suku bunga, nilai tukar US dollar terhadap rupiah dan,  
  • Variable mikroekonomi seperti ukuran perusahaan, likuiditas, profitabilitas dan asset berwujud.

Komponen Struktur Modal

Struktur modal suatu perusahaan secara umum terdiri atas modal asing dan modal sendiri, berikut penjelasan mengenai kedua komponen tersebut.

Modal Asing/ Utang Jangka Panjang (Long-term Debt)

Modal asing adalah modal yang berasal dari luar perusahaan yang sifatnya Sementara bekerja dalam perusahaan, dan bagi perusahaan tersebut merupakan utang, yang pada saatnya harus dibayar kembali. Mengenai modal asing atau hutang dapat dibagi dalam 3 (tiga) golongan yaitu:

a. Modal asing/utang jangka pendek (short-term debt) yaitu yang jangka waktunya pendek, yaitu kurang dari satu tahun.

b. Modal asing/ utang jangka menengah (intermediate-term debt) yaitu yang jangka waktunya antara 1 sampai 10 tahun.

c. Modal asing/utang jangka panjang (long-term debt) yaitu yang jangka waktunya lebih dari 10 tahun.

Modal asing/utang jangka panjang adalah utang yang jangka waktunya yang umumnya lebih dari sepuluh tahun. utang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan, karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar. Adapun jenis utang jangka panjang adalah pinjaman obligasi dan pinjaman hipotik.

Modal Sendiri (Shareholder’s Equity)

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan dan yang tertanam dalam perusahaan untuk waktu yang tidak tertentu lamanya. Modal sendiri berasal dari sumber intern dan sumber ekstern. Sumber intern berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sedangkan sumber ekstern berasal dari modal yang berasal dari pemilik perusahaan.



Related posts