Shalat Qashar : Pengertian, Dasar Hukum, dan Syarat

Shalat Qashar : Pengertian, Dasar Hukum, dan Syarat

Wislah : Shalat Qashar merupakan shalat dengan cara meringkas rakaat shalat. Bagaimana dasar hukumnya? Apa sebab diperbolehkan melakukan shalat qashar.

Simak penjelasan tentang : Pengertian shalat Qashar, Dasar Hukum Shalat Qashar dan Syarat Diperbolehkannya Shalat Qashar.

Pengertian shalat Qashar

Shalat qashar adalah shalat dengan cara memendekkan atau meringkas rakaat shalat yang berjumlah empat menjadi dua rakaat, misalnya shalat dhuhur, shalat ashar, dan shalat isya.


Dasar Hukum Shalat Qashar

Melakukan shalat qashar hukumnya boleh berdasarkan dalil dibawah ini:

  • Firman Allah Swt:

وَاِذَا ضَرَبْتُمْ فِى الْاَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَقْصُرُوْا مِنَ الصَّلٰوةِ ۖ اِنْ خِفْتُمْ اَنْ يَّفْتِنَكُمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۗ اِنَّ الْكٰفِرِيْنَ كَانُوْا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِيْنًا

Artinya : “Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu meng-qasar shalat, jika kamu takut diserang orang kafir. Sesungguhnya orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu”. QS. an-Nisa’ (4) : 101.

  • Hadis Nabi Saw dari Ibnu Umar yang mengatakan: “Aku sering menemani Nabi Saw dan selama diperjalanannya beliau melakukan shalat tidak lebih dari dua rakaat. Begitu pula Abu Bakar, Umar, dan Utsman” (HR. Muttafaq Alaih).

Syarat Diperbolehkannya Shalat Qashar

Melakukan shalat qashar diperbolehkan dengan beberapa syarat dibawah ini:


  • Tujuan bepergian untuk keperluan yang wajib, disunnahkan dan diperbolahkan atau mubah.
  • Jarak tempuh bepergian adalah empat puluh delapan mil Hasyimiyah (ukuran yang berlaku pada masa Dinasti Umayyah). Jika dihitung dengan waktu, jarak tempuh diperkirakan memakan waktu sehari semalam (24 jam). Ada beberapa pendapat tentang jarak tempuh dalam hitungan modern saat ini: Jarak 80,64 km atau 80 kilo lebih 640 m), 88,74 km, 96 km, 94, 5 km, dan Menurut mayoritas ulama adalah 119, 9 atau 120 km. Bepergian mengunakan alat transporasi paling modern saat itu, yaitu: onta atau keledai.
  • Hukum boleh menqashar ketika telah keluar dari wilayah administratifnya.
  • Shalat yang diqashar bukan shalat yang berstatus hutang (qadla’), tetapi harus shalat pada waktunya.
  • Berniat mengqashar shalat bersamaan dengan takbiratul ihram. Niat harus tetap terjaga hingga selesainya shalat. Ketika ditengah ragu apakah qashar atau shalat sempurna, maka wajib menyempurnakan shalatnya dengan tidak perlu membatalkan lebih dulu. Bacaan niat shalat qashar adalah:

اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِرَكْعَتَيْنِ قَصْرًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli fardhol ashri rok’atainii qoshron lillaahi ta’ala”

Artinya:“Aku niat shalat fardu ashar 2 rakaat qashar, karena Allah Ta’ala.”

  • Jika dilaksanakan secara berjama’ah, dianjurkan tidak bermakmum kepada imam yang shalat tanpa qashar.
  • Mengetahui syarat-syarat mengqashar shalat, bukan hanya sekedar ikut-ikutan.
  • Meyakini masih belum sampai tujuan. Bila ragu atau yakin bahwa tempat tujuan telah sampai, hanya belum menemukan alamat pastinya, maka harus menyempurnakan jumlah rakaatnya.
  • Daerah yang menjadi tempat tujuan jelas.

Related posts