Seorang guru PJOK sedang mengajarkan materi gerak rangkaian guling depan dan guling lenTI ng,dengan cara menjelaskan dengan suara yang lantang, kemudian memberi contoh dalam berbagai posisi, berkeliling untuk melihat secara lebih dekat gerakan yang dilakukan oleh siswa, memperhaTI kan peserta didik dengan menyebutkan namanya, memandang mata peserta didik yang sedang diajak bicara. Dengan demikian guru tersebut sudah melaksanakan variasi dalam …
A. Penggunaan media
B. Gaya mengajar
C. Pola interaksi
D. Kegiatan siswa
E. Metode mengajar
Kunci: B
Pembahasan
Variasi dalam mengajar dapat dilakukan dengan penggunaan suuara maupun dengan isyarat-isyarat non
verbal, seperTI pandangan mata, ekspresi roman muka, gerak-gerik tangan atau kepala dan gerak badan.
Selain itu masi ada isyarat ekstra verbal yaitu intonasi dan warna serta bunyian. Komponen utama dalam
mengadakan variasi adalah :
Variasi dalam gaya mengajar
• Penggunaan variasi suara. Variasi suara adalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dari
TI nggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat, dari gembira menjadi sedih, atau pada suatu saat
memberikan tekanan pada kata-kata tertentu.
• Pemusatan perhaTI an siswa. Guru dapat memusatkan perhaTI an siswa pada hal-hal yang dianggap
penTI ng dapat dengan gaya bahasa menurut kebutuhan anak.
• Kesenyapan guru. Adanya kesenyapan, atau “selingan diam” yang TI ba-TI ba dan disengaja selagi guru
menerangkan sesuatu, merupakan alat yang baik untuk menarik perhaTI an siswa.
• Mengadakan kontak pandang dan gerak. Apabila guru sedang berbicara atau berinteraksi dengan
siswanya, sebaiknya pandangan menjelajahi seluruh kelas dan melihat ke mata murid-murid untuk
menujukkan adanya hubungan yang akrab dengan mereka.
• Gerakan badan dan mimik. Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, dan gerakan badan
adalah aspek yang sangat penTI ngdalam berkomunikasi. Gunanya untuk menarik perhaTI an dan untuk
menyampaikan arTI dari pesan lisan yang di maksudkan.
• PerganTI an posisi guru di dalam kelas. PerganTI an guru di dalam kelas dapat di gunakan untuk
mempertahankan perhaTI an siswa. Terutama sekali dalam menyampaikan pelajaran di dalam kelas,
gerakan hendaknya bebas,TI dak kikuk atau kaku, dan hindari TI ngkah laku negaTI f.
Variasi dalam penggunaan media pembelajaran
Media pembelajaran, apabila di TI njau dari indera yang di gunakan, dapat di golongkan ke dalam TI ga
bagian,yakni dapat di dengar, dilihat, dan diraba. PerganTI an penggunaan jenis yang lain mengharuskan
anak menyesuaikan inderanya, sehingga dapat memperTI nggi perhaTI snya. Hal itu karena seTI ap
mempunyai perbedaan kemampuan dalam menggunakan alat inderanya. Ada anak yang termasuk TI pe
visual, audiTI f, atau motorik.
• Variasi yang dapat dilihat. Media yang termasuk ke dalam jenis ini ialah:grafi k, bagan, poster, gambar,
fi lm, dan slide.
• Variasi media yang dapat didengar. Suara guru termasuk di dalam media komunikasi yang utama didalam kelas. Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi, puisi, sosiodrama, telepon, dapat di pa kai
sebagai penggunaan indera dengan di variasikan dengan indera lainya.
• Variasi media yang dapat diraba, di manipulasi dan di gerakan. Yang termasuk di dalam hal ini, misalnya peragaan yang di lakukan oleh guru atau siswa, model, patung, topeng, dan boneka yang dapat di
gunakan anak untuk di raba, di pergerakan dan di manipulasi.
• Variasi media yang dapat di dengar. Media yang termasuk ini, misalnya fi lm, televisi,slide projektor
yang di iringi penjelasan guru. Tentu saja penggunanyaa sesuai dengan tujuan yang hendak di capai.
Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa
Pola interaksi guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar nemiliki corak yang sangat beraneka ragam.
Mulai dari kegiatan yang di dominasi oleh guru sampai kegiatan mandiri yang di lakukan oleh siswa. Hal
ini bergantung pada ketrampilan guru dalam mengelola kegiatan belajar mengajar. Penggunaan variasi
pola interaksi guru-siswa dan siswa-siswa agar kegiatan pembelajaran TI dak menimbulkan kebosanan,
kejenuhan. Suasana kelas pun menjadi hidup.






