Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (PPKN – Kurikulum Merdeka)

Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (PPKN - Kurikulum Merdeka)
Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (PPKN - Kurikulum Merdeka)

WISLAH.COM – Berikut “Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (PPKN – Kurikulum Merdeka)” yang akan membantu siswa memahami lebih dalam tentang gotong royong dan kaitannya dengan persatuan, kesatuan, dan bela negara.

Rangkuman ini disusun berdasarkan buku teks “Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas VI” yang ditulis oleh Mohamad Alwi Luti, Listia, dan Khristina Antariningsih. Bab 7 dari buku ini, berjudul “Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong”, menjelaskan bagaimana gotong royong tidak hanya sekadar kegiatan bersama, tetapi juga merupakan perwujudan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (Menjaga Persatuan dan Kesatuan dengan Gotong Royong) (PPKN – Kurikulum Merdeka)

A. Pentingnya Melaksanakan Gotong Royong

Gotong royong adalah nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dipraktikkan sejak zaman dahulu. Kegiatan ini tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan menciptakan rasa persatuan.

A.1. Gotong Royong dalam Mewujudkan Bela Negara

  • Dasar Hukum Bela Negara: UUD NRI Tahun 1945 Pasal 27 ayat (3) mengamanatkan bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.”  
  • Gotong Royong sebagai Bentuk Bela Negara:
    • Persatuan dan Kesatuan: Gotong royong memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, yang merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan NKRI.
    • Ketahanan Nasional: Dengan bekerja sama dan saling membantu, masyarakat dapat menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri.
  • Contoh Gotong Royong dalam Konteks Bela Negara:
    • Partisipasi Aktif dalam Masyarakat: Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti, siskamling, atau kegiatan sosial lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
    • Menjaga Keamanan dan Ketertiban: Berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, melaporkan tindakan kriminal, dan mencegah terjadinya konflik.
    • Toleransi dan Menghindari Konflik: Menghormati perbedaan, menghindari perselisihan, dan menyelesaikan masalah secara damai melalui musyawarah.
    • Menjaga Nama Baik Bangsa: Berprestasi di berbagai bidang, baik akademik, olahraga, seni, maupun bidang lainnya, untuk mengharumkan nama bangsa dan negara.
    • Mencintai dan Menggunakan Produk Dalam Negeri: Membantu meningkatkan perekonomian nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk impor

A.2. Gotong Royong di Lingkungan Sekitar

  • Lingkungan Keluarga:
    • Saling membantu dalam pekerjaan rumah tangga.
    • Merawat dan menjaga anggota keluarga yang sakit atau membutuhkan bantuan
    • Menciptakan suasana harmonis dan saling mendukung dalam keluarga
  • Lingkungan Sekolah:
    • Melaksanakan piket kelas secara bersama-sama.
    • Bekerja sama dalam tugas kelompok.
    • Membantu teman yang mengalami kesulitan belajar
    • Menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan
  • Lingkungan Masyarakat:
    • Ikut serta dalam kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan.
    • Membantu tetangga yang terkena musibah atau sedang mengadakan hajatan
    • Menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan
    • Berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan
  • Penguatan Profil Pelajar Pancasila melalui Gotong Royong:
    • Berkolaborasi: Bekerja sama dengan orang lain secara positif dan efektif untuk mencapai tujuan bersama.
    • Peduli: Menunjukkan empati dan kepedulian terhadap sesama, serta lingkungan sekitar
    • Berbagi: Bersedia memberikan bantuan, dukungan, atau sumber daya kepada orang lain yang membutuhkan tanpa mengharapkan imbalan

B. Membiasakan Gotong Royong

Gotong royong bukan hanya tradisi, tetapi juga perlu terus dibiasakan dan ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

B.1. Mengajak Teman untuk Bergotong Royong

  • Pemanfaatan Media Sosial: Siswa diajak untuk membagikan pengalaman gotong royong mereka di media sosial, baik melalui foto maupun video. Dengan membagikan pengalaman positif ini, mereka dapat menginspirasi dan mengajak teman-teman mereka untuk ikut bergotong royong
  • Mading Sekolah/Kelas: Jika tidak memiliki akses ke media sosial, siswa dapat memanfaatkan mading sekolah atau kelas untuk memajang foto atau poster tentang kegiatan gotong royong yang mereka lakukan, disertai dengan pesan ajakan untuk bergotong royong

B.2. Mengenal Gotong Royong di Berbagai Daerah

  • Istilah-istilah Gotong Royong di Daerah:
    • Marsiadapari: Gotong royong di ladang secara bergiliran di daerah Karo, Sumatera Utara.
    • Besiru: Gotong royong di sawah di Nusa Tenggara Barat
    • Sinoman: Gotong royong membantu dalam acara pernikahan di Jawa
    • Sambatan: Gotong royong membangun rumah di Jawa
  • Nilai-nilai Gotong Royong:
    • Persatuan dan Kesatuan: Gotong royong mempererat hubungan antarwarga dan menciptakan rasa kebersamaan, sehingga memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa
    • Bela Negara: Dengan bergotong royong, masyarakat turut serta dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan lingkungan, yang merupakan bagian dari upaya bela negara
    • Pengamalan Pancasila: Gotong royong mencerminkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila ketiga (Persatuan Indonesia)

Penutup

Demikian “Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 6 Bab 7 (PPKN – Kurikulum Merdeka)”. Semoga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mari kita bersama-sama membiasakan diri untuk bergotong royong, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mewujudkan bela negara demi kemajuan dan keutuhan NKRI.

Related posts