Logoterapi Adalah | Pengertian Logoterapi Menurut Para Ahli | Konsep Logoterapi | Tujuan Logoterapi | Teknik Logoterapi | Tahapan Logoterapi |
Pengertian Logoterapi Menurut Para Ahli
Berikut adalah beberapa pengertian logoterapi menurut para ahli :
- Menurut Frankl memperkenalkan logoterapi sebagai psikoterapi yang menembus hingga dimensi spiritual maksudnya logoterapi harus mengisi kekosongan (dengan memasukkan dimensi spiritual) dalam psikoterapi yang dapat digunakan untuk menangani kesedihan pada penderita gangguan psikis.
- Menurut Hutchinson dan Chapman logeterapi sebagai salah satu pendekatan eksistensial yang mengeksplorasi dan lebih berorientasi pada proses terapi dengan fokus utamanya pada spiritualitas dan makna hidup.
- Menurut Joseph B. Fabry Logoterapi adalah Hidup itu bermakna dalam kondisi apapun. Kita memiliki kehendak hidup bermakna dan menjadi bahagia hanya ketika kita merasa telah memenuhinya. Kita memiliki kebebasan dengan segala keterbatasan untuk memenuhi makna hidup kita.
Konsep Logoterapi
Berikut adalah penjelasan tentang Konsep Logoterapi :
- kebebasan berkehendak (freedom of will)
- keinginan akan makna (will to meaning)
- makna hidup (meaning of life)
Ketiga konsep tersebut saling mengikat datu sama lainnya sebagai suatu rangkaian mendasar.
Tujuan Logoterapi
Berikut adalah penjelasan tentang Tujuan Logoterapi :
- Menurut Frankl tujuan utama dari logoterapi adalah untuk membuat atau menawarkan jenis terapi baru untuk melihat permasalahan hidup dari sudut pandang yang berbeda.
- Menurut Suranata Tujuan Logoterapi adalahagar konseli dapat menemukan makna dari penderitaan dan kehidupan serta cinta dalam masalah yang dihadapi. Penemuan tersebut akan membantu konseli terbebas dari masalah yang dihadapi.
- Melton dan Schulenberg Tujuan Logoterapi adalahmemberikan konstribusi untuk manusia dalam merespon berbagai masalah internal dan eksternal, membuat manusia memiliki motivasi utama yang memungkinkan manusia memiliki makna hidup yang diinginkan, serta menyoroti kemampuan manusia untuk menemukan dan memiliki makna dalam kondisi apapun.
- Menurut Graber Tujuan Logoterapi adalahmembantu konseli untuk memiliki kekuatan di dalam diri dan untuk menerapkan kekuatan menjadi bentuk semangat untuk mengatasi kesulitan yang terjadi setelah penderitaan manusia dalam kategori apapun.
- Menurut Shantall Tujuan Logoterapi adalahmenyelamatkan individu dari keputusasaan, ketidakberartian dan membuat individu memiliki harapan.
Teknik Logoterapi
Berikut adalah penjelasan tentang Teknik Logoterapi :
- Paradoxical Intention (Intensi Paradoksikal) .Tujuan dari intensi paradoksikal untuk membantu konseli agar terhindar dari rasa takut, dan berniat untuk mampu menghadapinya dan menghilangkan ketakutan yang dirasakan. Menurut Soetan intensi pardoksikal bisa dengan menggunakan humor untuk mengalihkan perhatian konseli dari rasa takut, hal ini juga dilakukan agar konseli merasa nyaman selama proses konseling berlangsung.
- De-Reflection. Menurut Wong melalui teknik de-reflection konseli diminta untuk mengarahkan perhatiannya untuk tidak terlalu fokus terhadap masalah dan mengisi dengan kegiatan yang lebih positif. Kegiatan yang dilakukan akan mengurangi gejala-gelaja ketakutan, kecemasan dengan membenamkan diri pada kegiatan sehingga konseli tidak hanya mengatasi kondisi eksternalnya tetapi juga dapat mengatasi diri sendiri.
- Socratic Dialogue (Dialog Sokrates). Menurut Frankl dialog sokrates adalah sarana untuk mendengarkan dan mengajukan pertanyaan provoaktif atau petunjuk untuk menyoroti makna yang datang melalui kata-kata konseli tersebut. Dalam dialog sokrates yang paling penting adalah kapasitas konseli untuk kesadaran akan tanggungjawabnya. Kapasitas yang paling dasar yang dibutuhkan untuk mengevaluasi dan berfikir tentang hidup konseli adalah kesadaran dirinya (self awareness).
Tahapan Logoterapi
Berikut adalah penjelasan tentang Tahapan Logoterapi :
- Tahapan diagnosis: dalam sesi ini adanya saling komunikasi basa basi yang dilakukan oleh konselor dan konseli untuk membangun kepercayaan, menunjukkan saling perhatian dan pengertian, memberikan rasa nyaman terutama kepada konseli. Konseli menyatakan keprihatinannya dan menjelaskan masalah yang sedang dihadapi sementara konselor hadir, mengamati, mendengarkan dan menerima konseli dengan baik.
- Tahapan terapi: tahapan ini membantu konseli untuk mendapatkan wawasan baru mengenai masalahnya dan menjauhkan konseli dari perasaan ketakutan, kecemasan yang berlebih yang akan memberikan pengaruh negatif dalam konseli menghadapi masalahnya. Konselor sesekali dapat menyelipkan humor untuk membuat konseli merasa rileks ketika menceritakan masalahnya dan tidak membuat konseli merasa lebih tertekan. Konselor juga dapat menggunakan perangkat tes yang dibutuhkan untuk lebih mengetahui kondisi konseli yang tidak dapat terungkapkan melalui cerita konseli.
- Tahap tindak lanjut: tugas konselor adalah memantau kondisi konseli sampai pada kondisi konseli kembali stabil, dengan melakukan banyak kegiatan positif yang membuat konseli kembali menemukan tujuan dan tidak mengalami kekosongan dalam kehidupannya.






