Pengantar Ilmu Ekonomi | Pengertian Ekonomi | Sejarah Ilmu Ekonomi | Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya | Cara Bertindak Ekonomis: Skala Prioritas dan Literasi Keuangan | Literasi Keuangan | Pembagian Ilmu Ekonomi | Kegiatan Ekonomi |
Pengertian Ekonomi
Priyono (2015: 105) menjelaskan, istilah economicus berasal dari bahasa Yunani yaitu oikonomikos. Kata “oikonomikos” artinya adalah pengelolaan ladang, yang merupakan mata pencaharian masyarakat pada zaman itu. Istilah ini awalnya dicetuskan oleh seorang filsuf Yunani bernama Xenophon yang hidup sekitar 430-354 SM. Dikisahkan, oikonomikos adalah cara mengelola ladang agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan warga polis (kota). Kata oikonomikos ini kemudian berkembang hingga muncul istilah homo economicus, manusia ekonomi, yang dipahami sebagai upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasannya di kala alat pemuas kebutuhan itu terbatas. Hal inilah yang menjadi pendorong lahirnya ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi mempelajari berbagai bentuk aktivitas ekonomi, yaitu segala tindakan untuk memenuhi kebutuhan, dengan pertimbangan rasional dan terukur.
Sejarah Ilmu Ekonomi
Setelah masa Xenophon, banyak ilmuwan dan filsuf yang mengemukakan pemikiran-pemikirannya tentang ilmu ekonomi. Hanya saja pemikiran-pemikiran tersebut tidak dikemukakan secara sistematik dan holistik. Awal pesatnya perkembangan ilmu ekonomi ditandai dengan penerbitan buku An Inquiry Into the Nature and Cause of the Wealth of Nations atau lebih dikenal dengan Wealth of Nations (1776). Buku karya Adam Smith ini merupakan buku pertama yang membahas ilmu ekonomi secara sistematik dan holistik. Adam Smith menjelaskan beberapa pandangan tentang ilmu ekonomi yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya ilmu ekonomi sebagai cabang ilmu yang berdiri sendiri. Berkat gagasan-gagasannya, Adam Smith kemudian dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi. Salah satu gagasan Adam Smith yang paling penting dan terkenal adalah teori Invisible Hand.
Dalam sejarah perkembangan peradaban, awalnya manusia memenuhi kebutuhannya dengan cara berburu dan meramu. Dalam perkembangan selanjutnya, manusia menetap di suatu tempat dengan bercocok tanam dan beternak. Pada periode ini terciptalah sistem barter, barang ditukar barang, untuk memenuhi kebutuhan yang semakin beragam.
Sistem barter memudahkan manusia untuk mendapatkan suatu barang tanpa harus bersusah payah berburu atau mengandalkan hasil cocok tanam dan ternaknya sendiri. Namun, manusia kemudian menyadari bahwa sistem barter memiliki kekurangan. Pada sistem barter tidak terdapat satuan ukur yang jelas antara satu barang atau jasa terhadap barang dan jasa lainnya. Tidak adanya satuan ukur yang jelas ini menimbulkan ketidakadilan pada pihak yang melakukan barter. Sebagai contoh, pada sistem ini, satu karung padi dapat ditukarkan dengan 10 butir telur ayam, atau pertukaran-pertukaran lain yang dianggap tidak adil. Namun, barter terpaksa dilakukan karena tidak ada pilihan pada salah satu pihak. Di samping itu, kekurangan dari sistem ini adalah kesulitan dalam mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Sistem barter sangat dipengaruhi oleh kebutuhan masing-masing individu. Seseorang tidak dapat begitu saja menukarkan barang atau jasa miliknya dengan sesuatu yang dia butuhkan karena bisa jadi orang lain tidak membutuhkan barang atau jasa yang ia miliki. Oleh karena itu, sistem barter ini kemudian dianggap tidak efektif untuk memenuhi kebutuhan.
Seiring berkembangnya peradaban, manusia kemudian menemukan satuan alat hitung dalam sistem perdagangan yang sekarang kita kenal dengan sebutan uang. Dengan kejelasan satuan alat hitung, maka manusia semakin mudah dalam mendapatkan barang atau jasa yang mereka butuhkan. Mereka bisa menukar uang yang dimiliki untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Di samping itu, mereka juga tidak perlu mencari orang yang hendak menukarkan barangnya.
Berbagai upaya-upaya yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya itulah yang menjadi inti dari ilmu ekonomi. Secara sederhana, ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari cara manusia memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas (Sugiharsono & Wahyuni, 2018; Sukirno, 2019). Kelahiran ilmu ekonomi didorong oleh adanya kelangkaan. Masalah kelangkaan merupakan suatu tantangan bagi manusia untuk terus memenuhi kebutuhannya. Kelangkaan menimbulkan pilihan-pilihan yang harus diputuskan oleh manusia di tengah keterbatasam sumber daya.
Kebutuhan Manusia dan Kelangkaan Sumber Daya
Kebutuhan dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus dipenuhi oleh seseorang untuk bertahan hidup layak dan menaikkan taraf hidupnya. Sementara, keinginan dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak harus dipenuhi oleh seseorang, dimana tanpa hal tersebut tersebut sebenarnya ia masih dapat hidup layak.
Secara umum, tindakan ekonomi terdiri dari dua jenis, yaitu:
- Tindakan ekonomi rasional, adalah tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu ketika memutuskan dan memilih suatu hal. Ketika kalian melakukan tindakan ekonomi, tentu kalian memutuskan dan memilih berdasarkan hal yang paling menguntungkan.
- Tindakan ekonomi irasional, adalah tindakan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan beberapa faktor (seperti keuntungan, prioritas, dan pertimbangan lainnya). Biasanya tindakan ekonomi irasional cenderung merugikan.
Setiap kebutuhan yang kalian penuhi tentu akan menimbulkan pilihan-pilihan tertentu. Hal itu merupakan akibat dari adanya masalah kelangkaan. Dengan ilmu ekonomi, kalian dapat mengambil keputusan yang tepat untuk memilih pilihan yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Meskipun masalah kelangkaan akan selalu ada, tetapi ilmu ekonomi selalu berusaha mencari solusi dari kelangkaan tersebut.
Kelangkaan dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya:
- Sumber daya alam
Ketersediaan sumber daya alam sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya, ketersediaan minyak bumi dan batu bara di alam terbatas, sementara manusia masih bergantung pada dua sumber daya alam ini untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas sehari-hari, dari mulai melakukan produksi, distribusi, maupun konsumsi.
- Sumber daya manusia
Sumber daya manusia merupakan faktor utama untuk memproduksi barang atau jasa. Namun terkadang, kurangnya tenaga kerja membuat jumlah produksi barang atau jasa tidak optimal dan tidak mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.
- Ilmu pengetahuan
Kurangnya ilmu pengetahuan dapat menghambat proses produksi dan pengoptimalan dari manfaat yang seharusnya dapat diambil, baik dari alam maupun sumber daya manusia.
Cara Bertindak Ekonomis: Skala Prioritas dan Literasi Keuangan
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), prioritas adalah mendahulukan dan mengutamakan daripada yang lain. Ketika kalian menyusun skala proritas, terdapat hal-hal yang mesti diperhatikan, yaitu:
- Kemampuan finansial (tingkat pendapatan) Ketika menyusun kebutuhan atau menentukan keinginan, hendaknya kalian menyesuaikan dengan kemampuan, yaitu jumlah pendapatan.
- Status sosial (kedudukan secara sosial) Secara sosiologis, individu berada pada posisi sosial tertentu yang ditentukan berdasarkan profesi dan kelas sosial. Berdasarkan profesi, misalnya si A seorang fotografer dan si B seorang penulis. Perbedaan profesi ini akan memengaruhi cara individu menentukan prioritas kebutuhannya. Berdasarkan kelas sosial contohnya, prioritas kebutuhan seorang direktur perusahaan tentu berbeda dengan prioritas seorang karyawan.
- Lingkungan Dalam hal ini, lingkungan dipahami sebagai lingkungan sosial dan fisik (alam) yang dapat memengaruhi cara individu menyusun dan menentukan proritas. Sebagai contoh, mereka yang tinggal di tempat.
- berhawa dingin akan memiliki proritas berbeda dari mereka yang tinggal di tempat berhawa panas.
Literasi Keuangan
Dalam hal ini, literasi keuangan berupaya untuk mengatasi berbagai masalah terkait aktivitas ekonomi yang berisiko dan tidak jelas.
Mengacu pendapat dari berbagai ahli, literasi keuangan adalah kecakapan dan kemampuan untuk menentukan keputusan yang efektif dan bijaksana terkait penggunaan dan pengelolaan keuangan. Ketika kalian berupaya memenuhi kebutuhan dengan melakukan aktivitas ekonomi, literasi keuangan sangat dibutuhkan. Literasi keuangan mencakup cara mengelola uang dengan bijaksana. Literasi keuangan memberikan pengetahuan agar kita mampu memutuskan pilihan yang paling baik dan menguntungkan. Dengan kata lain, literasi keuangan erat hubungannya dengan pengelolaan keuangan yang baik. Sebagai bagian dari pelaku ekonomi, kalian diharapkan mengetahui dan memahami dengan baik berbagai hal mengenai pelaku dan aktivitas ekonomi. Pada bab ini, secara khusus kalian akan belajar tentang literasi keuangan yang terkait dengan bank dan lembaga keuangan nonbank.
Terdapat dua macam pokok persoalan ekonomi yaitu terdapat beragam kebutuhan manusia dan tidak terbatasnya keinginan manusia Sedangkan sumber, alat atau sarana pemenuhan kebutuhan dan pemuas keinginan sangat terbatas baik jumlah, bentuk, macam, waktu dan tempat (Gilarso, 2004: 15).
Pembagian Ilmu Ekonomi
Untuk mempermudah mempelajari ilmu ekonomi, beberapa ahli membuat pembagian ilmu ekonomi. Setidaknya, terdapat tiga kategori ilmu ekonomi (Gilarso, 2004: 42), yaitu:
- Ilmu ekonomi deskriptif adalah analisis yang mendeskripsikan kenyataan suatu kondisi dan persoalan ekonomi.
- Ilmu ekonomi teori adalah analisis yang menjelaskan mengenai definisi, hubungan sebab akibat, dan cara kerja sistem perekonomian.
- Ilmu ekonomi terapan adalah analisis teori ekonomi untuk diterapkan dalam mengatasi berbagai masalah ekonomi melalui kebijakan ekonomi.
Berdasarkan fokus kajiannya ilmu ekonomi teori juga dibagi menjadi tiga, yaitu:
- Ekonomi makro adalah ilmu ekonomi yang fokus kajiannya mempelajari ekonomi secara luas (nasional/internasional). Kajian ekonomi makro adalah persoalan ekonomi yang menyangkut suatu negara. Misalnya pendapatan dan produk nasional, jumlah uang yang beredar, pertumbuhan ekonomi, kesempatan kerja dan tingkat pengangguran, serta hal lainnya yang sifatnya makro.
- Ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang fokus kajiannya mempelajari hal-hal yang tingkatnya kecil, misalnya pada level individu atau organisasi. Sebagai contoh, laba-rugi suatu perusahaan, keputusan konsumen ketika melakukan transaksi dan sebagainya.
- Ekonomi Syariah merupakan ilmu yang mempelajari upaya manusia memenuhi kebutuhannya dengan cara yang sesuai ajaran agama Islam. Meski dalam beberapa hal memiliki nilai-nilai yang serupa, hal utama yang membedakan ilmu ekonomi syariah dengan ilmu ekonomi lainnya adalah pedoman aktivitasnya. Ekonomi syariah akan selalu mengacu pada Al-Qur’an dan hadis sebagai sumber ajaran agama Islam. Contoh aplikasi dari ekonomi syariah adalah bank syariah, badan wakaf, hingga badan zakat. Walaupun berdasar pada ajaran agama Islam, ekonomi syariah dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh siapa saja serta tidak terbatas pada agama seseorang. Oleh karena itu, sebagai ilmu, ekonomi syariah dapat dipelajari oleh siapa pun tanpa adanya paksaan untuk mengaplikasikannya pada kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Ekonomi
Terdapat tiga kegiatan ekonomi, yaitu:
- Produksi adalah usaha untuk menambah nilai guna suatu barang atau jasa.
- Distribusi adalah usaha untuk menyalurkan dan mendistribusikan barang dan jasa hingga ke konsumen. Contoh berbagai kegiatan distribusi adalah perdagangan, pengangkutan, penyimpanan, pengklasifikasian, penjualan, dan promosi.
- Konsumsi adalah usaha untuk menghabiskan dan mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa.
Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 10 SMA

