Lembaga Sosial, Pengertian, Proses, Jenis, Fungsi, Tertib, Penyimpangan, Heterogenitas, Kelas dan Diferensiasi

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Lembaga Sosial | Pengertian Lembaga Sosial | Proses Lembaga Sosial: dari Norma menjadi Lembaga Sosial | Jenis dan Fungsi Lembaga Sosial | Tertib Sosial dan Penyimpangan Sosial | Heterogenitas Sosial: Pelapisan Sosial dan Diferensiasi Sosial | Kelas sosial | Diferensiasi sosial |

Pengertian Lembaga Sosial

  • Horton dan Hunt menjelaskan, lembaga sosial adalah sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang menurut masyarakat penting.
  • Robert Mac Iver dan C.H. Page menyatakan lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.
  • Koentjaraningrat menjelaskan bahwa pranata sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitasaktivitas untuk memenuhi kebutuhan yang kompleks dalam kehidupan masyarakat.

Dijelaskan oleh Soekanto, bahwa lembaga sosial dan pranata sosial saling berkaitan, seperti pendapat dari para ilmuwan sosial di atas yang memiliki kesamaan yaitu Koentjaraningrat (1964) yang menekankan pada sistem tata kelakuan, lalu Horton dan Hunt menekankan pada sistem norma dan Robert Mac Iver dan C.H. Page juga menekankan pada prosedur dan tata cara. Hal ini terkait erat dengan norma. Berdasarkan KBBI, norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai panduan, tatanan, dan pengendali tingkah laku yang sesuai dan berterima. Sedangkan pengendalian sosial dalam hal ini dipahami sebagai pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat.

Proses Lembaga Sosial: dari Norma menjadi Lembaga Sosial

Proses terjadi dan berkembangnya lembaga sosial berawal dari norma yang telah terbentuk dalam suatu masyarakat dalam jangka waktu yang lama. Misalnya, mengapa manusia berkeluarga? Mengapa manusia bersekolah? Mengapa manusia beragama? berkaitan dengan norma.

Berdasarkan tingkatan dan daya ikatnya, secara sosiologis terdapat empat norma yaitu

  • Cara (usage).
  • Kebiasaan (folkways).
  • Tata kelakuan (mores).
  • Adat istiadat (custom) Pengayaan.

Dijelaskan pula oleh Soekanto (2009) bahwa norma sudah terlembaga (rutin dilakukan) apabila telah diketahui, dipahami, ditaati dan dihargai oleh individu. Contohnya, seseorang yang melanggar norma, menurut kalian apakah hal tersebut menunjukkan bahwa norma tersebut belum terlembaga? Bagaimana jika dia melanggar karena belum mengetahui adanya norma tersebut?

Untuk melembagakan norma agar dipatuhi oleh individu dalam suatu masyarakat, maka terdapat sistem pengendalian sosial. Misalnya, agar aturan dipatuhi oleh individu, terdapat kontrol yang dilakukan masyarakat dan lembaga pemerintah. Sebagai contoh teman kalian melanggar aturan sekolah yaitu terlambat, terdapat kontrol yang dilakukan oleh sekolah yaitu guru kalian yang mengawasi kedatangan kalian di sekolah, bahkan pelanggaran kalian dicatat dan terdapat konsekuensi dari pelanggaran tersebut. Berkaca dari kasus di atas, apa yang kalian rasakan dari keberadaan pengendalian sosial agar norma dapat berjalan dengan baik?

Terdapat dua alasan mengapa terdapat sistem pengendalian sosial, yaitu:

  • Pengendalian sosial sebagai bentuk preventif (pencegahan) agar tidak dilanggar, tidak diulang dan tidak ditiru oleh individu lainnya.
  • Pengendalian sosial dapat dianggap sebagai represif (tekanan) yang dirasakan oleh individu karena mendorong individu untuk mematuhi aturan.

Jenis Lembaga Sosial

Berbagai jenis dari lembaga sosial yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat yaitu lembaga keluarga, lembaga agama, lembaga politik, lembaga Pendidikan dan lembaga ekonomi. Beberapa penjelasan seperti yang dirangkum oleh Macionis (2008) sebagai berikut:

  • Lembaga Keluarga

Konsep dasar tentang keluarga dipahami sebagai institusi sosial yang hampir terdapat di berbagai masyarakat, di mana dalam keluarga terdapat individu-individu yang saling bekerja sama, merawat dan melindungi. Keterikatan dalam keluarga biasanya disebut sebagai kekerabatan. Konsep kekerabatan adalah ikatan sosial berdasarkan nenek moyang, perkawinan ataupun adopsi. Contoh norma dalam lembaga keluarga, adalah UU Pernikahan, aturan mengenai warisan, dan lain-lain.

  • Lembaga Politik

Lembaga politik menurut Macionis (2008) dipahami sebagai institusi sosial yang mendistribusikan kekuasaan, mengatur tujuan masyarakat dan membuat keputusan atau kebijakan. Bentuk dari lembaga politik adalah negara, partai politik dan lain-lain. Contoh norma dalam lembaga politik adalah UU Dasar suatu negara, UU Partai Politik, UU Pemilihan Umum dan lain-lain.

  • Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan menurut Macionis (2008) adalah institusi sosial yang disediakan oleh masyarakat untuk meyiapkan, mendidik anggotanya agar memiliki pengetahuan, ketrampilan akan norma dan nilai sosial budaya suatu masyarakat. Contoh dari lembaga pendidikan adalah sekolah, pondok pesantren, lembaga kursus, lembaga pelatihan dan lain sebagainya.

  • Lembaga Agama

Lembaga agama dalam konsep institusi sosal dipahami sebagai institusi penting yang mengatur kehidupan masyarakat dan bermasyarakat. Agama berkaitan dengan sesuatu yang sakral dan suci, ajaran, dan kepercayaan yang membimbing manusia. Contoh dari lembaga agama yang terdapat di Indonesia adalah lembaga agama Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Agama Konghucu dan lain sebagainya.

  • Lembaga Ekonomi

Lembaga ekonomi menurut Macionis (2008) adalah institusi sosial yang mengatur kegiatan produksi, konsumsi dan distribusi barang dan jasa. Contoh lembaga ekonomi adalah perusahaan, toko, lembaga keuangan dan lain-lain.

Fungsi Lembaga Sosial

  • Fungsi Laten secara sederhana dipahami sebagai fungsi yang tersembunyi yang tidak disadari oleh anggota suatu lembaga sosial. Sebagai contoh, fungsi laten lembaga Pendidikan adalah mengurangi fungsi pengawasan orang tua dikarenakan orang tua telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada sekolah.
  • Fungsi manifes dapat dipahami sebagai fungsi yang dikehendaki, disadari dan diakui oleh anggota suatu masyarakat. Sebagai contoh, fungsi manifest dari lembaga Pendidikan adalah mencetak dan menyiapkan generasi muda agar terampil dan siap kerja.

Beberapa fungsi umum lembaga sosial seperti yang dirangkum oleh Soekanto (2009:171) adalah sebagai berikut:

  • Memberikan pedoman pada anggota masyarakat tentang bagaimana mereka berperilaku, menghadapi tantangan atau masalah dan memenuhi kebutuhan.
  • Menjaga keutuhan masyarakat.
  • Memberikan pegangan dengan cara melakukan pengendalian sosial.

Tertib Sosial dan Penyimpangan Sosial

Tertib sosial dapat dipahami sebagai penyesuaian diri individu, masyarakat dengan cara mentaati aturan dan norma. Tertib sosial terjadi karena individu mengubah perilaku mereka agar sesuai dengan aturan dan norma. Sebagai contoh, semasa pandemik COVID-19, kita semua diwajibkan memakai masker untuk mengurangi penularan COVID-19. Kita memakai masker adalah bentuk dari tertib sosial.

Sebaliknya juga terdapat reaksi yang berbeda dari individu dalam menyikapi aturan. Penyimpangan sosial dipahami sebagai sikap mengindahkan, tidak mematuhi aturan dan norma yang berlaku di suatu masyarakat. Sebagai contoh, negara kita mengatur penggunaan narkotika, psikotoprika, dan zat aditif lainnya (NAPZA). Konsumsi NAPZA diatur fungsinya oleh hukum. Apabila individu melakukan penyalahgunaan NAPZA adalah bentuk penyimpangan sosial.

Heterogenitas Sosial: Pelapisan Sosial dan Diferensiasi Sosial

Dalam buku Soekanto (2009), sosiolog Pitirim A. Sorokin menjelaskan bahwa terdapat sistem lapisan masyarakat yang memiliki ciri yang tetap dan umum. Pelapisan sosial dalam hal ini dipahami sebagai pembedaan individu dan masyarakat secara bertingkat (vertikal). Mengapa terdapat pelapisan sosial? Hal ini terjadi karena terdapat sesuatu yang dihargai secara lebih di masyarakat atas individu. Misalnya seseorang yang bekerja lebih keras atau memiliki pendidikan lebih tinggi mendapatkan penghargaan yang berbeda jika dibandingkan dengan mereka yang dianggap tidak bekerja atau berpendidikan rendah. Sistem ini juga dikenal sebagai meritokrasi.

Kelas Sosial

Kelas sosial dapat dipahami sebagai kesadaran atas golongan individu atau kelompok dalam suatu lapisan tertentu di masyarakat. Ukuran dari kelas sosial adalah ekonomi (kekayaan), kekuasaan dan kehormatan (jabatan), serta pendidikan (ilmu pengetahuan). Sebagai contoh, orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki penghasilan lebih dapat dikatakan sebagai kelas atas atau kelas menengah. Demikian pula dengan masyarakat yang menganut sistem kasta dan kerajaan, golongan bangsawan dan Brahmana memiliki kekuasaan dan kekayaan sehingga termasuk kelas atas.

Piramida kelas sosial memiliki tiga lapisan masyarakat berdasarkan kelas-kelas sosial yaitu kelas bawah (lower class), kelas menengah (middle class) dan kelas atas (upper class). Ukuran dari berbagai lapisan sosial tersebut berdasarkan ukuran-ukuran tertentu, misalnya kelas buruh, kelas pengusaha, dan lain-lain. Menurut kalian mengapa kelas bawah mengindikasikan jumlahnya lebih banyak jika dibandingkan dengan kelas-kelas yang lain? Untuk menjawab pertanyaan di atas, kalian dapat menggunakan data penduduk berdasarkan pendapatan, profesi dan lain sebagainya. Data-data tersebut dapat kalian peroleh dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Terkait dengan sistem pelapisan sosial, berdasarkan Soekanto (2009), terdapat tiga sistem lapisan sosial di suatu masyarakat, yaitu:

  • Pelapisan sosial terbuka adalah sistem pelapisan masyarakat yang memberikan kesempatan bagi individu untuk naik atau turun antar lapisan. Sebagai contoh, sistem ini terdapat pada masyarakat yang demokratis, yang membuka kesempatan bagi individu yang memiliki kemampuan untuk dapat memperbaiki posisi sosialnya.
  • Pelapisan sosial tertutup adalah sistem pelapisan yang tertutup untuk pergerakan naik atau turunnya status sosial individu. Sebagai contoh, pada sistem ini terjadi di masyarakat yang masih menganut sistem kasta dan feodal.
  • Pelapisan sosial campuran adalah sistem pelapisan yang terbatas untuk pergerakan naik atau turunnya status sosial individu. Sebagai contoh, sistem ini berlaku pada masyarakat yang masih memberikan keterbatasan bagi individu untuk memperbaiki posisi sosial.

Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah pembedaan individu secara horizontal atau sejajar. Dasar dari diferensiasi sosial adalah suku, ras, jenis kelamin, agama dan profesi. Mengacu pada diferensiasi sosial, individu-individu yang berada di masyarakat sangat beragam. Keberagaman individu berdasarkan suku, agama, jenis kelamin dan profesi. Profesi dalam hal ini mengacu pada keahlian yang dimiliki oleh individu, bukan pada jumlah kekayaan yang dimilikinya.

Berdasarkan portal resmi Indonesia.go.id, data dari sensus BPS tahun 2010, Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa. Bahkan terdapat 1.340 suku bangsa di tanah air. Menurut kalian, dengan keragaman suku yang menunjukkan diferensiasi sosial masyarakat Indonesia, potensi masalah apa yang kemungkinan muncul? Selain itu juga dapat mengidentifikasi berbagai kelebihan yang dimiliki berdasarkan keragaman suku yang ada.

Beberapa hal yang terkait dengan stereotip dan prasangka merupakan tantangan dari heterogenitas masyarakat. Pelapisan sosial dan diferensiasi sosial selain memberikan kesempatan bagi individu untuk saling belajar, termotivasi dan mengembangkan toleransi. Tetapi, sebaliknya apabila stereotip dan prasangka antar berbagai kelompok dan kelas sosial yang berbeda, disintegrasi sosial, konflik sosial adalah salah satu tantangan dari heterogenitas masyarakat.

Secara lebih lanjut, kalian dapat belajar tentang stereotip dan prasangka secara khusus pada kajian tentang hubungan antar kelompok sosial yang juga menjadi studi sosiologi. Tentu sebagai pelajar kalian dapat bersikap dan menilai, perilaku positif apa yang mesti dikembangkan? Kebebasan individu dalam hidup bersama dibatasi oleh norma dan kebebasan individu lainnya, oleh karena itu sebagai manusia kita memiliki hak asasi yang sama.

Selain individu dan kelompok di masyarakat berbeda, di dalam heterogenitas (keragaman) juga terdapat homogenitas, misalnya persamaan yang dibangun berdasarkan suku yang sama, misalnya sesama Suku Sunda, sesama Suku Melayu. Ikatan ini berdasarkan pada persamaan nenek moyang, asal daerah, dan budaya. Sedangkan persamaan juga dibangun dari kondisi yang sama, hal ini berdasarkan pada posisi dan peran sosial, misalnya sebagai siswa. Saat hidup bersama terdapat keragaman (heterogenitas) dan kesamaan (homogenitas). Penting bagi kita untuk menyikapi kondisi tersebut secara arif dan bijaksana.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 10 SMA

DOWNLOAD DI SINI

Related posts