Fenomena Geosfer di Indonesia, Pengertian dan Unsur

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Fenomena Geosfer di Indonesia | Pengertian Fenomena Geosfer | Unsur Geosfer |

Pengertian Fenomena Geosfer

Fenomena geosfer adalah suatu peristiwa yang terjadi di permukaan bumi seperti, atmosfer (selubung gas), litosfer (batuan), pedosfer (tanah), biosfer (organisme hidup), hidrosfer (air), serta antroposfer (manusia). Selain itu fenomena geosfer dapat dipahami sebagai interaksi dan keterkaitan antara biosfer, hidrosfer, litosfer, pedosfer, atmosfer, dan manusia.

Unsur Geosfer

Berikut enam sfera yang menjadi unsur geosfer dan keterkaitan antarunsur tersebut.

Litosfer

Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang terdiri dari batuan. Kajian dari litosfer mencakup berbagai bentuk permukaan bumi dan berbagai proses yang menyebabkan perubahan bentuk permukaan bumi baik di wilayah daratan, perairan dan udara. Litosfer merupakan bagian dari lapisan bumi, Adapun penjelasan secara rinci sebagai berikut:

  • Litosfer mencakup kerak bumi (crust) yang merupakan lapisan kulit bumi terluar, letak dari kerak bumi di atas selimut bumi/mantel (mantle).
  • Lapisan bumi pada bagian selimut bumi/mantel memiliki ketebalan 2.890 km yang terdiri dari batuan yang mengandung zat besi dan logam. Pada lapisan selimut bumi dibagi menjadi dua yaitu mantel bawah (lower mantle) dan mantel atas (upper mantle). 3. Inti bumi (core) merupakan bagian bumi terdalam yang terdiri dari inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core). Bagian dari inti luar terdiri dari lapisan yang berbentuk logam cair yang mengandung besi, nikel, dan belerang. Bagian inti dalam terdiri dari lapisan padat dan cair yang mengandung besi dan nikel yang sangat panas Terdapat dua bagian litosfer yaitu :
  • Lapisan SIAL Lapisan kulit bumi yang terdiri atas unsur (SiO2 ) silisium dan alumunium ( AL2 O3 ). Pada lapisan ini terdiri dari batuan sedimen, granit, andesit dan batuan metamorf. Lapisan sial adalah lapisan kerak bersifat padat dengan ketebalan rata-rata 35 km. Kerak bumi terbagi dua yaitu kerak benua (daratan) dan kerak samudera (lautan).
  • Lapisan SIMA Lapisan kulit bumi yang terdiri dari senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mengandung mineral ferro magnesium dan batuan basalt. Lapisan ini bersifat elastis dengan ketebalan rata-rata 65 km. Batuan-batuan penyusun litosfer yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan malihan (metamorf).

Tenaga endogen dan eksogen dan pengaruhnya bagi kehidupan

Kedua tenaga memengaruhi perubahan litosfer dan unsur sfera yang lain yaitu tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yaitu tektonisme, vulkanisme, dan gempa bumi. Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan lapisan bumi. Gerak tektonik terjadi secara horizontal maupun vertikal yang menghasilkan lipatan dan patahan. Aktivitas tektonik ini turut memengaruhi bentuk permukaan bumi. Contoh dari aktivitas tektonis lipatan di Indonesia adalah Pegunungan Tengger. Sedangkan contoh dari aktivitas tektonis patahan di Indonesia adalah Patahan Semangko di Sumatera dan Patahan Lembang di Bandung.

Perubahan litosfer memberikan pengaruh bagi kehidupan. Misalnya ketika terjadi sedimentasi, erosi, pelapukan, termasuk tektonisme, vulkanisme, dan gempa bumi. Di samping karena perubahan alam, erosi dan sedimentasi juga dapat dipengaruhi oleh perilaku manusia.

Vulkanisme adalah aktivitas keluarnya magma dari dalam bumi ke permukaan bumi. Aktivitas ini biasanya terjadi di gunung berapi. Kandungan magma berupa cairan, batuan, dan gas dengan suhu yang sangat tinggi. Aktivitas vulkanik memengaruhi sfera yang lain termasuk manusia. Bentang alam di daerah gunung berapi juga dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik. Beberapa gejala di permukaan bumi yang menunjukkan terdapat aktivitas vulkanik adalah gunung api, sumber air panas, geiser (sumber air panas yang menyembur secara periodik. Misalnya Geiser Cisolok di Jawa Barat yang mengandung bahan berbahaya berupa uap beracun seperti belerang, karbondioksida, fumarol.

Posisi Indonesia yang terletak di antara tiga lempeng aktif di dunia yaitu Lempeng Eurosia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Hindia-Australia sehingga disebut sebagai cincin api (ring of fire) yang memiliki banyak gunung berapi. Pertemuan antar lempeng tersebut juga menyebabkan beberapa wilayah di Indonesia berpotensi tinggi untuk terjadi gempa bumi. Di wilayah Indonesia juga terdapat 129 gunung berapi aktif. Wilayah Indonesia memang memiliki potensi bencana tinggi, terutama yang terkaut dengan tektonisme dan vulkanisme, tetapi gejala tersebut juga memberikan berkah bagi kehidupan yaitu beragam sumber daya alam. Beberapa contoh kekayaan sumber daya alam geologi adalah (1) struktur batuan yang beragam dan jenis mineral logam yang beraneka seperti emas, tembaga, perak, besi, kromit, serta timah; (2) kekayaan jenis mineral non logam seperti belerang, batu gamping, gambut, dan pasir besi;, dan (3) kekayaan sumber energi yang terdapat di wilayah Indonesia, seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara.

Gempa bumi adalah getaran pada permukaan bumi yang berasal dari pelepasan energi di dalam bumi yang terkait dengan gerakan lempeng. Kekuatan atau magnitudo gempa bumi diukur dengan alat yang disebut seismograf dengan menggunakan skala Richter. Berdasarkan faktor penyebabnya, terdapat berbagai macam jenis gempa yaitu gempa tektonik, gempa vulkanik dan gempa runtuhan. Sedangkan berdasarkan lokasi episentrumnya terdapat gempa daratan dan lautan. Apabila episentrum gempa bumi terjadi di laut maka berpotensi untuk menimbulkan tsunami. Beberapa hal yang potensi menimbulkan tsunami adalah apabila kekuatan gempa bumi yang berpusat di tengah laut dengan kedalamannya < 100 Km dan berkekuatan lebih dari 7.0 Skala Richter.

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari permukaan bumi, yaitu pelapukan, erosi, dan sedimentasi. Berikut penjelasannya:

  • Pelapukan adalah proses penghancuran batuan dari bongkahan besar menjadi bongkahan kecil. Hal yang menyebabkan terjadinya pelapukan adalah sinar matahari, cuaca panas maupun dingin, iklim, perubahan suhu, unsur kimia, serta mahluk hidup (manusia, hewan dan tumbuhan). Dengan demikian, penyebab terjadinya pelapukan dapat kita golongkan menjadi pelapukan kimiawi, pelapukan mekanik, dan pelapukan biologis.
  • Erosi adalah proses pengikisan dan pemindahan material batuan ke wilayah lain. Berdasarkan zat pengikisnya terdapat erosi air, erosi angin, erosi glasial.
  • Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi dan pelapukan. Material hasil erosi mengalami pengendapan, contohnya daerah endapan di muara sungai yang membentuk delta. Sedangkan sedimentasi yang dibawa angin disebut sebagai sedimentasi aeolis, seperti yang terjadi di gurun pasir dan gundukan pasir. Contoh dari sedimentasi aeolis adalah gumuk pasir di Pantai Parangtritis Yogyakarta.

Pedosfer

Pedosfer adalah salah satu unsur sfera yang dapat dipahami sebagai lapisan tanah. Ilmu yang mempelajari secara khusus tentang tanah adalah pedologi. Unsur tanah berupa batuan hasil pelapukan yang bercampur dengan sisasisa bahan organik. Pengaruh perubahan pada tanah disebabkan oleh iklim, suhu, air, material batuan, organisme, dan ketinggian suatu daerah. Tanah bagi manusia merupakan sumber daya alam yang penting yang dapat digunakan sebagai lahan untuk berbagai kegiatan pertanian dan perkebunan.

Beberapa contoh jenis tanah adalah tanah vulkanis, tanah alluvial, tanah gambut, tanah latosol, tanah kapur, dan masih banyak lagi. Jenis-jenis tanah tersebut juga memengaruhi kesesuaian jenis tanaman di lahan tersebut. Dengan demikian, tanah dapat memengaruhi keragaman sumber daya alam di suatu daerah.

Atmosfer

Atmosfer merupakan lapisan-lapisan udara yang mengelilingi bumi, Pada sfera ini berbagai fenomena seperti cuaca, suhu, angin, penyinaran matahari, awan, kelembapan udara, dan hujan terjadi. Lapisan atmosfer sangat penting bagi kehidupan. Pada lapisan inilah terdapat udara yang kita hirup. Lapisan atmosfer juga menghantarkan berbagai gelombang elektronik yang memungkinkan kita bisa menikmati radio, internet, dan acara televisi.

Atmosfer memengaruhi kondisi iklim dan cuaca suatu wilayah sehingga terjadi keragaman sumber daya alam, flora-fauna, serta aktivitas dan budaya manusia. Mengapa orang di daerah kutub memiliki cara berpakaian yang berbeda dengan orang yang hidup di daerah tropis? Mengapa rumah di daerah dua musim cenderung terbuka dibandingkan orang yang hidup di negeri empat musim? Namun, aktivitas manusia juga dapat memengaruhi atmosfer. Terjadinya pemanasan global dan perubahan iklim merupakan salah satu contohnya. Beberapa bencana yang terkait perubahan lapisan-lapisan udara yaitu hujan badai dan tornado.

Sebagai lapisan udara yang menyelubungi bumi, lapisan atmosfer (yang disebut juga selubung gas) terdapat di permukaan bumi. Ketinggian atmosfer kurang lebih 500 km atau 321 mil apabila diukur dari titik nol permukaan bumi.

Komposisi pembentuk gas atmosfer adalah nitrogen, oksigen, argon, karbondioksida, serta unsur-unsur lainnya. Sementara kandungan nitrogen dengan 78, 08% dan oksigen dengan 20,95% merupakan bagian terbesar dari gas terdapat di atmosfer. Salah satu fungsi lapisan atmosfer adalah melindungi kehidupan di bumi dari radiasi sinar ultraviolet, meteor, komet, asteroid serta benda-benda langit lainnya.

Lapisan Atmosfer

  • Eksosfer: Lapisan ini memiliki temperatur terpanas dan gaya gravitasi sudah semakin berkurang.
  • Termosfer: Molekul gas terisolasi di termosfer pecah menjadi ion sebagai strip radiasi matahari elektron dari molekul oksigen dan nitrogen. Ionisasi gas membentuk ionosfer, dari 80 km hingga 400 km. Pada lapisan ini terjadi aurora sebagai efek visual ketika elektron dan proton dari matahari berinteraksi di ionosfer.
  • Mesosfer: Suhu udara di mesosfer menurun hingga minimal -90 (derajad) C di mesopause, batas dengan termosfer. Benda langit yang jatuh biasanya terbakar pada lapisan ini.
  • Stratosfer: Lapisan ini mengandung lapisan ozon. Basis stratosfer berada di 16 km di atas Khatulistiwa. Pada lapisan ini, temperatur berkisar dari -80 ° C hingga -90 ° C di atas Khatulistiwa, tetapi dari —40 ° C (di musim panas) hingga – 80 ° C di atas kutub. Di stratosfer, suhu meningkat dengan ketinggian maksimum sekitar 0 ° C di persimpangan dari stratosfer dan mesosfer.
  • Troposfer Lapisan terbawah dan paling dekat dengan permukaan bumi. Sebagian besar gas atmosfer (lebih dari 75%) berada pada lapisan ini. Gejala cuaca baik itu hujan, petir, angin dan Pelangi terdapat di lapisan ini. Semakin ke atas maka temperature akan semakin turun.

Iklim dan Cuaca

Posisi astronomis wilayah kepulauan Indonesia berada pada 60 LU hingga 110 LS dan 950 BT hingga 1410 BT. Apabila kalian perhatikan ilustrasi di atas maka wilayah Indonesia dilewati oleh garis khatulistiwa. Posisi garis lintang Indonesia berada di antara 23,50 LU dan 23,50 LS sehingga Indonesia beriklim tropis. Inilah yang menyebabkan wilayah Indonesia terdapat dua musim yaitu hujan dan kemarau. Musim hujan biasanya terjadi dari bulan Oktober hingga April dan musim kemarau terjadi dari bulan April hingga Oktober. Ciri khas dari iklim tropis adalah kelembaban tinggi (rata-rata 82%), temperatur udara dan curah hujan yang cukup tinggi, serta penyinaran matahari sepanjang tahun. Berdasarkan informasi dari BPS tahun 2011-2015, suhu minimum, rata-rata, dan maksimum di Indonesia berkisar dari 15,6 °C, 27 °C, hingga 38 °C. Iklim tropis ini ikut memengaruhi budaya masyarakat Indonesia seperti dalam bentuk bangunan rumah, pakaian, dan lain sebagainya.

Terdapat enam komponen utama dari cuaca yaitu suhu, tekanan atmosfer, angin, kelembaban, curah hujan, dan kondisi awan yang menggambarkan cuaca pada waktu tertentu. Enam komponen tersebut dinamis sehingga memengaruhi kondisi cuaca. Hal inilah yang diamati oleh ahli meteorologi untuk memprediksi cuaca dalam kurun waktu tertentu. Perbedaan suhu antar lokasi disebabkan karena faktor tinggi-rendahnya suatu tempat, kondisi permukaan bumi, penyinaran matahari, dan sudut datang sinar matahari. Tentu hal ini dapat kalian amati ketika kalian berada di suatu tempat yang berbeda, misalnya di daerah dataran tinggi, dataran rendah, maupun daerah pesisir.

Angin adalah udara yang bergerak yang memiliki sifat memuai jika dipanaskan. Angin bergerak dari daerah yang bertekanan tinggi ke tekanan rendah. Angin muson atau angin monsun adalah angin yang berganti arah setiap setengah tahun. Angin muson terdiri atas angin muson timur dan angin muson barat. Ciri khas dari angin muson barat adalah angin yang berhembus dari Benua Asia ke Benua Australia dan membawa uap air sehingga di wilayah Indonesia terjadi musim hujan. Angin ini berhembus pada bulan Oktober hingga April. Sebaliknya angin muson timur adalah angin yang berhembus dari Benua Australia ke Benua Asia. Angin ini berhembus ketika Benua Australia mengalami musim dingin sehingga terjadi musim kemarau di wilayah Indonesia. Angin ini berhembus pada bulan April hingga Oktober.

Posisi garis lintang Indonesia juga menyebabkan angin pasat dan antipasat yang bertiup sepanjang tahun. Angin pasat adalah angin yang bertiup dari daerah subtropis ke daerah khatulistiwa. Sedangkan angin antipasat adalah angin yang berhembus dari daerah khatulistiwa ke daerah subtropis. Dampak dari angin pasat dan angin antipasat adalah penguapan tinggi serta daerah tenang (duldrom) yang dapat menyebabkan hujan lebat.

Di samping itu, terdapat juga beberapa ragam angin lokal yang terjadi di beberapa wilayah. Angin lokal tersebut adalah Angin Bahorok, Angin Kumbang, Angin Gending, Angin Brubu, dan Angin Wambraw. Ragam angin lokal terjadi karena faktor lokasi, ketinggian tempat, waktu (siang dan malam) serta gradien barometris (angka/ukuran yang mengindikasikan tekanan udara).

Angin memiliki beragam manfaat bagi kehidupan mulai sebagai perantara penyerbukan tanaman, energi kapal layar, kegiatan olahraga, pembangkit tenaga listrik, dan lain sebagainya. Bacalah kisah inspiratif di bawah ini mengenai pembangkit listrik tenaga hibrid yang dikembangkan oleh pemerintah di Kabupaten Bantul, Provinsi D.I. Yogyakarta Indonesia.

Awan terdiri dari tetesan uap air atau kristal es. Saat udara naik dan mendingin, ia kehilangan kemampuannya untuk menahan uap air sebanyak mungkin, yang kemudian mengembun menjadi tetesan air dan membentuk awan. Hal Ini dikenal sebagai titik jenuh. Beberapa faktor yang memengaruhi terbentuknya awan yaitu tekanan udara, angin, suhu, kelembaban udara, dan sinar matahari. Terdapat beberapa jenis awan berdasarkan ketinggian dan bentuknya yaitu:

  • Awan dengan ketinggian 5-13 km
    • Sirrus merupakan awan yang terdiri dari kristal es yang berbentuk seperti benang, bulu putih.
    • Sirrostratus merupakan selubung awan yang transparan yang terdiri kristal es. Awan ini dapat menyebabkan munculnya lingkaran cahaya di sekitar Matahari atau Bulan.
    • Sirrocumulus merupakan awan yang berbentuk berbulu halus, awan kecil dan serpihan yang berwarna putih.
  • Awan dengan ketinggian 2-7 km
    • Altokomulus merupakan kumpulan awan yang berwarna abu-abu yang berbentuk gulungan, awan bulu-halus kasar yang seakan-akan teratur tatanannya.
    • Altostratus merupakan lapisan awan yang berwarna abu-abu pekat, seringkali buram yang memungkinkan terdapat sedikit sinar Matahari. Awan ini dapat menyebabkan gerimis.
  • Awan dengan ketinggian 0-2 km
    • Stratokomulus merupakan awan yang berwarna abu-abu berbentuk seperti sebagai baris panjang atau gulungan.
    • Stratus merupakan awan yang berwarna abu-abu secara merata yang dapat menyebabkan kabut.
  • Awan dengan ketinggian 0-13 km yang terjadi ketika udara naik
    • Kumulus merupakan awan dengan dasar tumpukan datar lebih gelap. Perkembangan vertikalnya terlihat seperti kapas atau kembang kol.
    • Kumulonimbus merupakan awan yang dapat menyebabkan hujan Guntur. Bentuk dasarnya mirip landasan.
    • Nimbostratus merupakan awan yang dapat menyebabkan hujan dan berwarna abu-abu dengan garis luar yang tidak jelas. Awan ini mengindikasikan terjadinya hujan yang merata dan dengan durasi waktu yang lama.

Beberapa lembaga pemerintah yang menjadi rujukan untuk mengetahui kondisi atmosfer dan informasi kegempaan adalah BMKG dan LAPAN. Kalian dapat mengakses berbagai informasi mengenai iklim, cuaca, dan kegempaan melalui berbagai aplikasi media sosial.

Hidrosfer

Secara sederhana hidrosfer dapat dipahami sebagai lapisan air yang terdapat di bumi. Hidrosfer mencakup semua air yang terdapat di bumi baik dalam bentuk cair, padat (es), dan gas (uap air). Air yang terdapat di bumi seperti laut, samudera, sungai, danau, mata air, air tanah, air hujan, rawa-rawa adalah bagian dari hidrosfer. Air memiliki fungsi yang penting bagi mahkluk hidup, ketiadaan air dapat menimbulkan kepunahan mahluk hidup. Beberapa hal yang terkait dengan siklus air dengan atmosfer dan sfera yag lain adalah penguapan, sublimasi, transpirasi, evapotranspirasi, kondensasi, adveksi, hujan, aliran permukaan air dan rembesan air.

Keterkaitan manusia dan air merupakan hubungan timbal balik. Air memengaruhi manusia dari segi budaya, sosial, ekonomi, dan politik. Sebagai contoh, pengelolaan subak (irigasi) di Bali; wisata air di daerah yang memiliki pantai, danau, sungai; eksplorasi air yang dilakukan oleh perusahaan air minum dalam kemasan; dan contoh lainnya. Sebaliknya, aktivitas manusia dalam mengelola sumber daya air juga memengaruhi kualitas dan keberadaan air. Seperti terjadinya pencemaran air, banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kelangkaan air. Untuk menjaga air maka manusia harus melakukan konservasi yaitu pemeliharaan dan perlindungan air secara teratur.

Berdasarkan Undang-Undang No. 32 Tentang Kelautan, dua per tiga dari wilayah Indonesia merupakan Laut dan merupakan salah satu negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Mengacu dari data Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL menyatakan bahwa: 1. Luas perairan pedalaman dan perairan kepulauan Indonesia adalah 3.110.000 km²; 2. Luas laut teritorial Indonesia adalah 290.000 km²; 3. Luas zona tambahan Indonesia adalah 270.000 km²; 4. Luas zona ekonomi eksklusif Indonesia adalah 3.000.000 km²; 5. Luas landas kontinen Indonesia adalah 2.800.000 km²; 6. Luas total perairan Indonesia adalah 6.400.000 km²; 7. Luas NKRI (darat + perairan) adalah 8.300.000 km²; 8. Panjang garis pantai Indonesia adalah 108.000 km²;

Data tersebut menunjukkan Indonesia sebagai negara maritim yang luas dan kaya akan sumber daya kelautan. Luas lautan yang lebih luas daripada darat menempatkan hidrosfer sebagai unsur penting yang sangat memengaruhi kehidupan dan karakter berbangsa. Potensi sumber daya kelautan berkaitan dengan flora dan fauna yang terdapat di wilayah Indonesia. Kekayaan keragaman hayati lautan Indonesia dikenal sebagai Marine Mega-Biodiversity terbesar di dunia.

Potensi sumber daya kelautan yang kaya membutuhkan pengelolaan dan pemanfaatan yang berkelanjutan sehingga masih bisa dinikmati beberapa generasi berikutnya. Hidrosfer juga mencakup perairan darat yang terdiri atas air tanah, sungai, danau, dan gletser. Berdasarkan data dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Indonesia terdapat lebih dari 550 sungai. Sungai adalah aliran air yang berasal dari pegunungan dan mengalir ke bawah sampai mencapai laut. Berdasarkan daaerah alirannya terdapat bagian hulu (wilayah dataran tinggi), bagian tengah yang kecepatan aliran airnya mulai berkurang, dan bagian hilir yang merupakan bagian ujung sungai. Daerah hilir memiliki ciri khas yaitu aliran air melambat, terjadi sedimentasi, bentuknya berkelokkelok, membentuk lembah sungai berupa delta, dan dekat dengan daerah pantai. Sungai berperan penting bagi kehidupan. Fungsi sungai bukan hanya sebagai sumber daya bagi manusia dan flora-fauna melainkan juga sebagai penjaga keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Apabila kalian belajar sejarah peradaban manusia, banyak peradaban yang dibangun dan menjadi besar karena sungai. Misalnya, sejarah peradaban Mesir Kuno dengan Sungai Nil, peradaban Mesopotamia dengan Sungai Eufrat dan Tigris, peradaban Majapahit dengan Sungai Brantas, serta contoh lainnya.

kategori sungai terdapat tiga yaitu:

  • Sungai episodik yang airnya mengalir secara permanen.
  • Sungai periodik yang debit airnya tinggi ketika musim hujan dan debit airnya tergantung oleh musim.
  • Sungai ephemeral yang terisi airnya hanya jika musim hujan.

Danau adalah wilayah perairan yang dikelilingi oleh daratan. Danau umumnya berada di daerah cekungan, airnya berasal dari air hujan, mata air, dan gletser. Terdapat berbagai macam jenis danau berdasarkan pembentukannya yaitu:

Danau tektonik adalah danau yang terbentuk karena aktivitas tektonik sehingga menyebabkan adanya cekungan di permukaan bumi. Contoh Danau Maninjau, Danau Singkarak, dan masih banyak lagi.Danau vulkanik adalah danau yang terbentuk karena aktivitas gunung berapi yang membentuk cekungan. Salah satu contoh danau vulkanik adalah Danau Kelimutu.

Danau tekto-vulkanik adalah danau yang terbentuk karena adanya aktivitas tektonik dan vulkanik. Salah satu contohnya adalah Danau Toba.

  • Danau karts (dolina) adalah danau yang terbentuk dari pelarutan batuan kapur sehingga membentuk cekungan. Salah satu contohnya adalah dolina di Gunung Kidul Yogyakarta.Danau buatan (waduk) adalah danau yang dibuat oleh manusia dengan tujuan tertentu misalnya untuk penampungan air, irigasi dan pembangkit listrik tenaga air.
  • Danau menyimpan potensi sumber daya alam yang bermanfaat untuk budidaya perikanan, persediaan air, irigasi, sarana olahraga dan rekreasi, pengendali banjir, pembangkit listrik tenaga air dan lain sebagainya.

Rawa adalah area yang secara permanen tergenang air. Di wilayah Indonesia terdapat banyak daerah rawa. Berdasarkan jenis airnya terdapat dua macam rawa-rawa yaitu rawa air tawar dan rawa air asin. Ciri khas rawa adalah tertutup air, terletak di dataran rendah, didominasi oleh pepohonan, kadar keasaman tinggi, dan dasar tanahnya gambut. Manfaat rawa adalah menjaga ekosistem, budidaya perikanan, sarana rekreasi, dan lain sebagainya.

Biosfer

Biosfer secara sederhana dapat dipahami sebagai mahluk hidup yaitu tumbuhan, hewan, dan mikroba yang terdapat di bumi. Beberapa aspek penting dari biosfer adalah keanekaragaman hayati, ekosistem (interaksi mahluk hidup dengan lingkungannya), biota (flora dan fauna yang terdapat di suatu daerah) dan bioma (ekosistem besar di suatu wilayah yang terdiri atas flora dan fauna yang membentuk karakteristik, seperti vegetasi).

Terdapat berbagai macam jenis bioma yaitu bioma hutan tropis, bioma tundra, bioma sabana, bioma hutan bakau, bioma stepa, bioma gurun, bioma hutan lumut dan masih banyak lagi. Semua aspek penting dari biosfer dipengaruhi oleh kondisi iklim, cuaca, curah hujan, intensitas sinar matahari, suhu, angin, manusia dan masih banyak lagi. Bagi manusia, biosfer memiliki peran yang sangat penting seperti halnya sfera yang lain. Eksistensi umat manusia juga dipengaruhi oleh kondisi biosfer. Namun, aktivitas manusia juga memberikan ancaman bagi kerusakan biosfer.

Antroposfer

Antroposfer secara sederhana dapat dipahami sebagai manusia. Sebagai bagian dari sfera yang lain, antroposfer terkait dengan hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya atau sfera yang lain. Seperti yang telah dijelaskan di materi sebelumnya, manusia dan sfera saling memengaruhi. Kajian manusia dalam geografi mencakup penduduk (orang yang mendiami/tinggal di suatu wilayah), kepadatan penduduk, persebaran penduduk, kelahiran, kematian, pertumbuhan, perpindahan penduduk, dan masih banyak lagi. Perilaku manusia dalam merespon lingkungannya seperti pemukiman dan tempat tinggal berdasarkan wilayah desa-kota, dataran tinggi-dataran rendah juga merupakan kajian geografi. Kalian dapat mencari dari berbagai sumber tentang kajian antroposfer dalam geografi.

Berdasarkan geografi, penduduk akan dikaji dengan melihat komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin, serta berbagai masalah kependudukan, sebagai contoh, urbanisasi, tingkat pengangguran, ledakan penduduk, dan kepadatan yang tidak merata.

Desa dan kota dalam geografis merupakan wilayah yang saling melengkapi dan berhubungan antara satu sama lain. Hal ini disebut sebagai interaksi desa-kota. Kemudahan interaksi desa-kota antar berbagai daerah sangat beragam. Hal ini dipengaruhi oleh akses atau prasarana wilayah seperti jalan, sarana transportasi, dan kondisi medan (lingkungan). Kota sering kali identik sebagai pusat berbagai kegiatan, seperti aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, dan lain-lain. Desa sering kali identik dengan kegiatan pertanian, penyuplai kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di kota seperti sayuran, hasil peternakan, dan lain-lain. Perbedaan antara desa-kota ini mengakibatkan perbedaan cara hidup, budaya, ekonomi, dan kondisi sosial.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 10 SMA

DOWNLOAD DI SINI

Related posts