Pasar dan Terbentuknya Harga Pasar | Permintaan (Demand) | Penawaran (Supply) | Harga dan Terbentuknya Harga Pasar | Fungsi Permintaan dan Penawaran | Pasar dan Aktivitas Ekonomi |
Permintaan (Demand)
Setiap orang tentu memiliki kebutuhan dan keinginan yang berbeda-beda. Namun, pernahkan kalian berpikir bagaimana dan dari mana kebutuhan tersebut terpenuhi? Biasanya orang akan melakukan pembelian untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya tersebut. Keinginan seseorang untuk mendapatkan sejumlah barang atau jasa inilah yang disebut permintaan. Permintaan (demand) dapat dijelaskan sebagai jumlah barang atau jasa yang ingin dibeli atau diminta oleh seseorang/konsumen pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.
Faktor yang memengaruhi permintaan antara lain: tingkat harga barang itu sendiri, tingkat pendapatan, perilaku/selera konsumen, perkiraan harga di masa yang akan datang, harga barang lain (substitusi) dan pelengkap (komplementer) tren/perubahan mode, perilaku produsen, dan jumlah penduduk. Akan tetapi, masih banyak juga faktor-faktor yang memengaruhi permintaan selain yang disebutkan di atas. Untuk itu kalian perlu bersikap kritis dan analitis untuk mempermudah kalian mempelajari ilmu ekonomi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hukum permintaan menggambarkan hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang diminta. Hukum permintaan menyatakan bahwa hubungan antara jumlah barang yang diminta dan tingkat harga berkorelasi negatif atau berbanding terbalik. Ini artinya, “Jika tingkat harga naik, maka jumlah barang yang diminta turun. Sebaliknya, jika tingkat harga turun, maka jumlah barang yang diminta mengalami kenaikan”. Hukum permintaan berlaku ceteris paribus, artinya faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri dianggap tetap.
Adapun hal-hal yang dapat memengaruhi permintaan di luar harga barang itu sendiri (tidak dalam kondisi ceteris paribus) adalah sebagai berikut:
- Harga barang-barang lain
Harga barang-barang lain dapat memengaruhi permintaan dari suatu barang. Barang-barang lain yang dimaksud dapat berupa harga barang substitusi dan harga barang pelengkap/komplementer. Harga barang substitusi dapat memengaruhi permintaan. Misalnya, permintaan kopi sebagai barang substitusi dari teh meningkat karena pada waktu yang bersamaan harga teh semakin mahal. Selain itu harga barang komplementer juga dapat memengaruhi permintaan seperti gula dengan teh yang merupakan barang komplementer. Ketika harga teh naik maka permintaan terhadap gula akan menurun.
- Pendapatan
Pendapatan masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam memengaruhi permintaan. Saat pendapatan masyarakat cenderung rendah maka permintaannya akan cenderung menurun. Begitu pula sebaliknya, jika pendapatan masyarakat cenderung tinggi maka permintaannya akan banyak karena daya beli masyarakat meningkat. Ini artinya semakin banyak barang atau jasa yang mampu dibeli oleh masyarakat.
- Selera masyarakat
Selera masyarakat juga dapat memengaruhi secara langsung permintaan suatu barang atau jasa. Kalian tentu memiliki selera tertentu pada suatu barang atau jasa yang ingin dibeli. Sebagai contoh, apabila kalian gemar minum kopi, meskipun harga kopi naik, kalian akan tetap membeli kopi tersebut.
- Ekspektasi di masa depan
Ekspektasi di masa depan ini terkait dengan kemampuan seseorang untuk memprediksi naik atau turunnya harga suatu barang di masa depan. Contohnya, menjelang hari raya, harga cabai diprediksi akan naik, maka permintaan terhadap cabai akan meningkat/banyak.
Penawaran (Supply)
Jika dari sudut pandang konsumen kalian menemukan teori permintaan, maka dari perspektif produsen terdapat perspektif lain yakni penawaran. Pada dasarnya penawaran merupakan teori yang membahas hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dan tingkat harga barang itu sendiri. Teori penawaran juga menggunakan hukum ceteris paribus, yang berarti faktor-faktor lain selain harga barang itu sendiri dianggap tetap. Dengan kata lain, kalian dapat menganalisis perubahan penawaran yang diberikan oleh produsen kepada konsumen menggunakan faktor harga barang itu sendiri dan mengasumsikan faktor-faktor lain tetap. Karena permintaan merupakan sudut pandang konsumen, maka hukum teori penawaran berlawanan dengan hukum pada teori permintaan. Pada teori penawaran, terdapat hukum yang menyebutkan, “Semakin tinggi harga suatu barang, maka semakin banyak barang yang ditawarkan. Sebaliknya, semakin rendah harga suatu barang maka semakin sedikit barang yang ditawarkan.” Karena hukum penawaran berlawanan dengan hukum permintaan.
Ada beberapa hal yang dapat memengaruhi penawaran di luar harga barang itu sendiri (ceteris paribus), yaitu:
- Harga barang lain
Faktor harga barang-barang lain dapat memengaruhi permintaan, sehingga harga barang lain juga dapat memengaruhi penawaran. Barang-barang substitusi maupun komplementer berhubungan satu sama lain dan akan saling memengaruhi. Hal ini disebabkan produsen dalam memproduksi suatu barang juga akan mempertimbangkan adanya barang substitusi ataupun barang komplementer dari produk mereka.
- Biaya produksi
Biaya produksi berkaitan dengan jumlah pengeluaran produsen untuk memproduksi suatu barang. Karena produsen akan menjual produknya dengan tingkat keuntungan tertentu, maka harga dasar untuk memproduksi produk tersebut akan memengaruhi penawaran produsen. Dalam memproduksi suatu barang, produsen akan memperhatikan efektivitas dan efisiensi cara yang digunakan untuk memproduksi suatu barang. Semakin efektif dan efisien proses produksi, maka biaya produksi akan semakin rendah dan jumlah barang yang dihasilkan dengan kualitas baik akan semakin banyak. Hal ini tentu saja akan memengaruhi penawaran barang.
- Tujuan perusahaan
Setiap perusahaan tentu ingin atau berusaha untuk memperoleh keuntungan yang optimal. Namun, dalam praktiknya, dunia usaha juga memiliki risiko gagal yang tidak rendah. Semakin tinggi risiko yang diambil, maka semakin tinggi pula keuntungan yang bisa didapat. Hanya saja, banyak perusahaan yang tak ingin mengambil risiko terlalu tinggi. Perusahaan akan mempertimbangkan jumlah produk yang akan mereka produksi, dan itu berarti memengaruhi jumlah barang yang akan ditawarkan. Di samping itu, ada juga perusahaan-perusahaan milik pemerintah (Badan Usaha Milik Negara atau BUMN) yang tujuan perusahaannya lebih mengutamakan kemaslahatan masyarakat daripada keuntungan, seperti Perum Peruri dan Perum Bulog. Perbedaan tujuan ini memengaruhi harga penawaran.
- Teknologi
Perkembangan teknologi juga memengaruhi penawaran. Perusahaan yang menggunakan teknologi canggih akan menghasilkan barang lebih banyak dengan biaya yang lebih murah.
- Perkiraan harga masa depan
Pada situasi dan kondisi tertentu, perusahaan memprediksi tentang kebutuhan yang tinggi atas suatu barang atau jasa, sehingga dapat memengaruhi suatu penawaran. Sebagai contoh, pada musim penghujan, diprediksi terjadi kenaikan permintaan terhadap jas hujan sehingga memengaruhi harga penawaran jas hujan.
- Pajak dan subsidi
Kebijakan pemerintah yang terkait dengan pajak dan subsidi akan memengaruhi penawaran. Contohnya, apabila pajak suatu barang dinaikkan, maka permintaan akan cenderung menurun sehingga memengaruhi penawaran. Sebaliknya, ketika suatu barang mendapat subsidi dari pemerintah, maka harga barang tersebut akan turun dan memengaruhi tingkat permintaan.
Harga dan Terbentuknya Harga Pasar
Pada saat permbeli dan penjual melakukan transaksi terjadi proses tawar menawar dan kesepakatan harga. Harga kesepakatan pembeli dan penjual inilah yang disebut dengan harga keseimbangan/harga pasar. Harga pasar terbentuk pada saat jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga dan waktu tertentu. Keseimbangan harga atau equilibirum adalah keadaan ketika penjual dan pembeli sepakat pada harga dan jumlah barang tertentu.
Kalian tentu pernah belanja kebutuhan sehari-hari di pasar yang ada di sekitar kalian, misalnya sembako hingga perlengkapan sekolah, atau berbelanja daring. Pada proses jual beli yang kalian lakukan, biasanya ada proses tawar-menawar harga, baik secara tatap muka langsung maupun via chat, dengan penjual. Dari perspektif kalian (permintaan) tentu akan menawar dengan harga yang rendah untuk jumlah barang tertentu. Sebaliknya, dari perspektif penjual (penawaran) tentu akan menawarkanharga barang yang tinggi untuk jumlah barang tertentu. Setelah proses tawar-menawar, kemudian akan disepakati tingkat harga pada jumlah barang tertentu antara kalian dan penjual. Itulah yang disebut dengan harga keseimbangan/equilibrium. Jika kalian melihatnya dari kurva, akan terjadi titik potong antara kurva permintaan dan kurva penawaran. Titik potong itulah yang disebut harga keseimbangan atau titik equilibrium. Harga keseimbangan dapat terlihat pada contoh permintaan dan penawaran di bawah ini.

Fungsi Permintaan dan Penawaran
Setelah memahami konsep permintaan dan penawaran, sekarang kalian dapat menghitung fungsi permintaan dan penawaran. Untuk menghitungnya, kalian dapat menggunakan rumus sebagai berikut.
P/P2 – P1/P1 = Q/Q2 – Q1/Q1
Keterangan:
P : Harga
P1 : Harga diketahui 1/ harga awal
P2 : Harga diketahui 2/ harga perubahan (naik/turun)
Q : Jumlah barang
Q1 : Jumlah Barang diketahui 1 /jumlah awal
Q2 : Jumlah Barang diketahui 2/ jumlah perubahan (naik/turun)
Contoh: Jika harga barang Rp4.000 per unit maka retno akan membeli sejumlah 5 unit. Sedangkan jika harga barang turun menjadi Rp2.000 per unit maka Retno akan membeli barang sejumlah 10 unit. Tentukanlah fungsi permintaannya!
Diketahui:
P1 : 4000
P2 : 2000
Q1 : 5
Q2 : 10
Kerjakan menggunakan rumus:
P/P2 – P1/P1 = Q/Q2 – Q1/Q1
P/2.000 – 4.000/4.000 = Q/10 – 5/5
P – 4.000/-2.000 = Q – 5/5
5P-20.000 = -2.000 + 10.000
5P = -2.000Q + 10.000 + 20.000
5P = -2.000Q + 30.000
P = -400Q + 6000
Jadi fungsi permintaannya adalah P = -400Q + 6000
Pasar dan Aktivitas Ekonomi
Pasar dapat diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk transaksi. Pengertian ini tidak terbatas pada pasar fisik, tetapi juga secara daring (online). Saat ini bentuk pasar memang tidak hanya pasar berupa wujud fisik seperti yang biasa kalian lihat. Pasar di era modern ini juga dapat berupa jual beli online yang dapat kalian akses melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Melalui berbagai aplikasi belanja berbasis TIK, kalian dapat bertransaksi tanpa perlu bepergian ke mana-mana. Secara umum, keduanya dapat dibedakan menjadi pasar konkret dan pasar abstrak.
Selain dibedakan menjadi pasar konkret dan abstrak. Dilihat dari strukturnya, pasar juga dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Pasar persaingan sempurna merupakan pasar yang paling ideal karena pasar ini dapat menjamin terwujudnya kegiatan ekonomi yang lebih efisien. Pasar persaingan sempurna memiliki banyak penjual dan pembeli serta harga terbentuk melalui mekanisme pasar sehingga penjual maupun pembeli tidak dapat memengaruhi keadaan pasar. Tidak ada satu penjual atau pembeli yang dominan dalam pasar persaingan sempurna. Namun, dalam praktiknya, pasar persaingan sempurna tidak ada. Yang ada hanyalah ciri-ciri pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna. Selain pasar persaingan sempurna, terdapat pula pasar persaingan tidak sempurna. Umumnya, pasar persaingan tidak sempurna ini juga dibagi menjadi beberapa jenis antara lain, pasar monopoli, monopolistis, dan oligopoli. Pada pasar persaingan tidak sempurna umumnya akan ada penjual atau pembeli yang dominan dan dapat memengaruhi pasar.
Dengan adanya pasar, manusia dapat memenuhi kebutuhannya untuk bertahan hidup dan menaikkan taraf hidup. Setiap tindakan manusia untuk terus memenuhi kebutuhan dan menaikkan taraf hidupnya inilah yang disebut dengan aktivitas ekonomi. Agar kalian lebih memahami tentang struktur pasar dan dampak persaingan antara pasar tradisional dan pasar modern, serta antara pasar konkret (offline store) dan pasar abstrak (online store).
Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 10 SMA

