10 Penelitian Tentang Air Bersih, Referensi Penelitian Relevan (Terdahulu) Proposal, Skripsi, Tesis, Disertasi dan Jurnal Ilmiah

Penelitian Tentang Air Bersih

Penelitian Tentang Air Bersih | Kualitatif | Kuantitatif | Penelitian Relevan (Terdahulu) | Proposal Penelitian | Skripsi | Tesis | Disertasi | Jurnal Ilmiah | Hasil Penelitian |

Di bawah ini adalah sejumlah Penelitian Tentang Air Bersih yang diambil dari beberapa kampus di Indonesia. Penelitian tersebut menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan penelitian, sehingga untuk kamu yang sedang mencari informasi tentang penelitian dengan tema serupa punya banyak pandangan.

Kumpulan Penelitian Tentang Air Bersih, sangat bermanfaat sebagai sumber penulisan “penelitian relevan” (atau penelitian terdahulu) yang ada dalam proposal penelitian, agar penelitian yang akan dilakukan dapat menemukan hasil penelitian terbaru.

Penelitian Tentang Air Bersih

Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Di Desa Tandengan, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:


Desa Tandengan, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa belum memiliki sistem penyediaan air bersih dari PDAM yang saat ini masih kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari karena air sumur berwarna kuning dan bau sehingga tidak digunakan untuk konsumsi sehari-hari. Desa Tandengan memiliki empat sumber mata air dan memiliki potensi dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari. Sistem penyediaan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Tandengan sampai tahun 2035. Berdasarkan hasil proyeksi pertumbuhan penduduk menggunakan metode aritmatik di dapat jumlah penduduk pada tahun 2035 adalah 3808 jiwa dan untuk kebutuhan air bersih mencapai 1,597 liter/detik. Kebutuhan air bersih ini tidak cukup jika hanya memanfaatkan sumber mata air, maka perencanaannya memanfaatkan satu sumber mata air dengan debit 0,16 liter/detik dan 1,437 liter/detik menggunakan air danau Tondano. Perencanaan sistem penyediaan air bersih menggunakan sistem gravitasi dan juga menggunakan pompa air yang akan dialirkan ke reservoir distribusi. Selanjutnya dari reservoir akan didistribusikan ke penduduk melalui 39 hidran umum dengan sistem gravitasi. Jenis pipa yang digunakan adalah pipa HDPE. Untuk mendesain sistem penyediaan air bersih perpipaan menggunakan software Epanet 2.0.

Kajian Air Bersih Perkotaan Sempadan Sungai Winongo Kelurahan Kricak, Kecamatan Tegalrejo

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk: (i) mengidentifikasi kebutuhan (demand) air bersih, (ii) mengkaji penyediaan (supply) air bersih, dan (iii) menemukenali permasalahan dan cara pengelolaan air tiap rumah di kawasan permukiman sepanjang sempadan Sungai Winongo, Kelurahan Kricak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dan kualitatif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Hasil penelitian menunjukkan permintaan air bersih masih 49% dari permukiman tersebut mengonsumsi volume air sesuai standar, dan cenderung menggunakan air sumur sebagai sumber air bersih. Penyediaan air bersih dari air kemasan, dan air PDAM merupakan sumber air yang memiliki harga atau tarif tertentu sesuai dengan volume yang digunakan. Permasalahan air bersih menurut persepsi warga bukan dari sisi kuantitas air, melainkan kualitas air. Pengelolaan air bersih secara swadaya belum ada. Namun, pemerintah sudah berupaya menyediakan fasilitas air bersih di wilayah ini untuk umum berupa sumur, kamar mandi, dan reverse osmosis untuk air minum.

Perencanaan Sistem Plambing Air Bersih pada Bangunan Kondotel dengan Menggunakan Sistem Gravitasi dan Pompa

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:


Baca Juga :   Hasil Riset: Efek Covid 19 Pada Anak-anak Termasuk Langka

Mengingat pentingnya kebutuhan air bersih pada suatu bangunan maka perlu adanya perencanaan sistem distribusi air bersih ke seluruh bagian yang memerlukan air dengan debit dan tekanan yang sesuai. Dalam perencanaan sistem distribusi air bersih dilakukan perencanaan terhadap volume tangki penampung air dan pompa dengan metode perkiraan penggunaan air berdasarkan jumlah penghuni, sedangkan dalam perencanaan sistem perpipaannya digunakan metode perkiraan kebutuhan air bersih berdasarkan Unit Beban Alat Plambing (UBAP). Dari hasil perhitungan dan analisa diperoleh kebutuhan total air bersih sebesar 245,7 m3/hari. Sehingga dapat dirancang volume ground reservoir adalah 150 m3 dan 26 m3 untuk roof tank. Pompa yang dipilih adalah dengan head 27 m dan 66 m.

Studi Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih Untuk Desaumbulan Kecamatan Winongan Kabupaten Pasuruan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Permasalahan yang banyak ditemukan dalam lingkup keairan adalah kendala kurang maupun belum tercukupinya kebutuhan air bersih. Kondisi yang ada pada Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan sebagaian besar daerahnya mengalami kekeringan dan ketersediaan air bersih masih belum mencukupi.Faktor topografi yang berupa bukit menyebabkan masyarakat masih terkendala dalam pelayanan kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.Pada penelitian kali ini dilakukan perencanaan penyediaan air bersih untuk Kecamatan Winongan yang meliputi tiga desa yakni Desa Karangtengah, Kedungrejo dan Umbulan. Tahap awal dalam penelitian ini adalah menetukan jumlah kebutuhan air bersih pada daerah pelayanan air bersih dan kemudian dibandingkan dengan debit ketersediaan air untuk mencukupi kebutuhan air tersebut. Untuk penyediaan air bersih pada tugas akhir ini digunakan air pada mata air Umbulan untuk mencukupi kebutuhan air daerah penyediaan air bersih. Dari hasil penelitian ini didapatkan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 451.504 liter/hari sedangkan jumlah debit sumber mata air Umbulan sebesar 168.453.181,4 liter/hari. Dengan demikian maka sumber mata air Umbulan dapat digunakan untuk melayani jumlah kebutuhan air bersih pada tugas akhir ini. Kemudian untuk sistem distribusi air bersih ditempatkan pompa dan reservoir yang sesuai dengan beberapa pertimbangan teknis.Perencanaan penyediaan air bersih dilakukan pembagian daerah pengaliran menjadi 2 wilayah, wilayah pertama merupakan Desa Karangtengah, sedangkan wilayah kedua merupakan Desa kedungrejo dan Desa Umbulan. Pada daerah pengaliran 1 digunakan pompa dengan debit 5 m3/jam dan tampungan reservoir sebesar 40 m3, sedangkan pada daerah pengaliran 2 digunakan pompa dengan debit 10 m3/jam dengan kapasitas reservoir sebesar 40 m3.

Rendahnya Tingkat Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat (Baca : Masyarakat Miskin) Kota Semarang

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Pemikiran Socrates Tentang Negara dan Penelitian Tentangnya

Ada masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih untuk kehidupan sehari-hari, sementara disisi lain terdapat penggunaan air secara berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhan generasi yang akandatang. Aksesibilitas air bersih bagi masyarakat miskin adalah salah satu indikator pada pasokan air dansistem pelayanan air bersih di kota Semarang. Ada tiga tingkat aksesibilitas air bersih yaitu aksebilitasrendah, aksesibilitas menengah dan aksesibilitas tinggi. Aksesibilitas air bagi masyarakat miskin diSemarang adalah aksebilitas menengah. Tetapi masyarakat harus menghabiskan 5% dari pendapatan setiapbulan untuk mendapatkan air bersih. Situasi ini sangatlah buruk, dimana standarisasi aksebilitas air yangseharusnya tidak menghabiskan lebih dari 3% dari pendapatan setiap bulan.


Perencanaan Pengembangan Sistem Distribusi Air Bersih Di Desa Pakuure Tinanian

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Desa Pakuure Tinanian terletak di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa selatan. Terdiri atas 5 lingkungan yang saat ini sebagian wilayah didesa tersebut telah mendapat pelayanan air bersih dari pemanfaatan sumber mata air Lolombulan, namun untuk lingkungan 4 dan 5 belum terdistribusi air dengan baik. Suplai air bersih belum dapat memenuhi kebutuhan air di daerah layanan secara menyeluruh. Sehingga perlu direncanakan kembali sistem jaringan baru agar pendistribusian air bersih didaerah tersebut dapat terlayani. Sumber air yang dimanfaatkan dari mata air Lolombulan. Sistem jaringan air bersih direncanakan dapat memenuhi kebutuhan air bersih 12 hidran umum diwilayah layanan sampai tahun 2035. Kebutuhan air bersih dihitung berdasarkan proyeksi pertumbuhan jumlah penduduk yang dianalisis dengan menggunakan analisa logaritma. Dari hasil perhitungan analisis kebutuhan air bersih di Desa Pakuure Tinanian, pada tahun 2035 dengan jumlah penduduk 1160 jiwa kebutuhan air bersih mencapai 0,973 liter/detik. Jaringan distribusi menggunakan layout DEAD END or TREE-SYSTEM dengan system gravitasi, layout ini terdiri atas Bronkaptering dengan kapasitas 1,5 m3 dengan dimensi (1,24×1,24×1,5), Pipa Transmisi dengan diameter 2”, Reservoar dengan kapasitas 16 m3 dengan dimensi (2,3x,2,3×3,5), Pipa distribusi dengan diameter 1”, 12 Hidran Umum yang tersebar diseluruh daerah layanan dengan kapasitas 2 m3

Faktor-faktor Penghambat Pemeliharaan Sarana Air Bersih di Desa Inosota Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat pemeliharaan sarana air bersih di Desa Inosota Kecamatan Posigadan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Metode penelitian menggunakan jenis deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan, observasi dan pencatatan data sekunder yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, Keberadaan petugas kurang optimal dalam melakukan pemeliharaan sarana air bersih. Hal ini tampak dari sarana air bersih atau bak air yang tidak lagi berfungsi dalam mengaliri air bersih kerumah-rumah warga karena kondisinya yang telah rusak. Pengawasan pemeliharaan sarana air bersih belum optimal. Hal ini tampak dari tidak adanya pihak dari instansi terkait yang datang untuk melihat kondisi sarana air bersih yang tidak lagi berfungsi dan kondisi masyarakat desa inosota yang sangat kesusahan air bersih. Koordinasi pemeliharaan sarana air bersih belum optimal. Hal ini tampak dari tidak adanya struktur pengelolaan air bersih hingga ke tingkat desa dan tidak optimalnya komunikasi antara pihak ang satu dengan pihak lainya dan saling lempar tanggungjawab. Disarankan, perlunya petugas yang dapat melakukan pemeliharaan dan perawatan sarana air bsersih, serta perlunya pembekalan melalui bimbingan teknis yang paripurna. Diperlukan adanya pengawasan langsung oleh pemerintah dalam rangka memantau pelaksanaan penyaluran air bersih yang disertai dengan pendanaan bagi petugas pelaksana. Diperlukan adanya koordinasi diantara semua pihak terkait sehingga pelaksanaan pemeliharaan sarana air bersih bisa dilakukan secara maksimal.  Kata Kunci: Pemeliharaan; Sarana; Air Bersih

Pemanenan Air Hujan sebagai Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Pengungsi Bencana Banjir

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Baca Juga :   Pemikiran Hasan Hanafi Tentang Ilmu Kalam dan Penelitian Tentangnya

Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan penting pada saat terjadi bencana banjir, namun banjir menyebabkan kesulitan pemenuhan air bersih bagi pengungsi sehingga mengakibatkan munculnya berbagai macam penyakit seperti diare, muntaber ataupun penyakit kulit dan gatal-gatal, sehingga diperlukan konsep penanganan air bersih pada bencana banjir. Penelitian ini dilakukan di daerah rawan banjir di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Tujuan penelitian yaitu melakukan identifikasi tingkat manfaat penggunaan sumber air bersih alternatif bagi pengungsi banjir dengan sasaran penelitian mendapatkan informasi tentang pengadaan sumber air bersih alternatif oleh pengungsi banjir Kelurahan Wonosari yaitu dari sumber alami non Perusahaan daerah air minum (non PDAM). Pemanfaatan sumber alami non PDAM dilakukan karena keterbatasan kemampuan Pemerintah Kota Semarang dalam menyediakan akses kebutuhan air bersih melalui PDAM. Sumber air bersih pengungsi korban banjir di Kelurahan Wonosari dapat diperoleh dari mengelola air melalui Pemanenan Air Hujan (PAH) secara individu. Alternatif lain dengan sistem pengolahan mobile yang dapat melayani kelompok lebih besar. Alternatif ini diusulkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang sebagai dasar penempatan tenda pengungsi untuk kesiapsiagaan terhadap banjir yang mungkin terjadi lagi.

Pembuatan Unit Pengolahan Air Kotor Mobile Menjadi Air Bersih dan Layak Minum dengan Kapasitas 10 Liter/menit

Dalam abstraksi terdapat informasi ini:

Air kotor dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat, karena bisa mencemari sumber air dengan penyakit ini danbakteri, seperti E. coli. Untuk mengatasi masalah ini, teknologi yang tepat diperlukan untuk mengubah air kotormenjadi air bersih dan air minum. Satu teknologi adalah membuat sistem penyaringan air dengan menggunakanair sungai dan output bisa langsung minum. Dirancang dan dibangun penyaringan air kemudian diuji yang terdiriatas kualitas air dan kapasitas produksi. Kualitas air Sungai Cisadane, air bersih dan air minum dianalisis; terdiriatas fisik, kimia, dan mikrobiologi. Teknologi yang digunakan dalam unit penyaringan air didasarkan pada penyaringanair secara fisis dengan menggunakan sistem penyaringan dengan media filter granular dan disertai denganproses penyaringan menggunakan reverse osmosis (RO) dan ultraviolet (UV). Hasil penelitian menunjukkanbahwa kapasitas aktual air bersih dan air minum adalah serupa dengan perhitungan desain. Kapasitas air bersihsebenarnya 26,7 l/menit dan kapasitas berdasarkan perhitungan adalah 25,12 l/min. Sementara air minum adalahkapasitas 10,3 l/menit dan kapasitas berdasarkan perhitungan adalah 16,60 l/min. Air bersih telah lulus air bersihstandar tetapi tidak dapat digunakan sebagai air minum, dan setelah melalui proses osmosis terbalik (RO), dapatdigunakan sebagai air minum.


Note: Informasi yang kamu dapatkan adalah informasi abstraksi dari penelitian tentang Air Bersih. Untuk Selengkapnya kamu bisa klik link atau judul dari masing-masing daftar di atas.  

Related posts