Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Pengalamanku | Pengalamanku Di Sekolah |
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 5 Kelas 2 Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 5 Kelas 2 Halaman 98, 99, 100, 101, 102, 103, 104, 105, 106
Beni telah mahir menulis puisi.
Sekarang, Beni akan mengikuti lomba menggambar. Lomba menggambar layang-layang.
Lomba dilakukan dengan adil. Adil sesuai rentang waktu yang ditetapkan.
Ayo Mengamati
Amatilah gambar berikut!
Apa yang sedang dilakukan Udin?
Benar, Udin sedang bermain estafet bola. Udin memutar badan ke samping. Udin bermain bersama
temannya.
Ayo berlatih
Amati gambar di atas! Buatlah pertanyaan sesuai gambar! Mintalah temanmu menjawabnya!
Jawaban:
Pertanyaan: Apa yang sedang dilakukan Udin?
Jawaban teman: Udin sedang bermain estafet bola.
Pertanyaan: Dengan siapa Udin bermain?
Jawaban teman: Udin bermain bersama temannya.
Ayo Mencoba
Perhatikan gambar berikut!

Lakukan bersama teman-temanmu! Lakukan dengan bimbingan gurumu!
Badan dapat diputar ke samping kiri dan kanan. Coba lakukan gerakan itu! Hati-hati dalam melakukan gerakan tersebut. Kemudian, bermainlah estafet bola. Caranya dengan gerakan memutar badan.
Perhatikan gambar berikut!
Bagaimana perasaanmu setelah bermain estafet bola? Ceritakan pengalamanmu bermain estafet bola!
Tim Edo terdiri atas anak laki-laki. Tim Beni ada anak perempuannya. Berikanlah kesempatan yang sama untuk anak perempuan.
Sikap di atas sesuai sila kedua Pancasila.
Perhatikan gambar berikut! Berikan centang yang sesuai sila kedua Pancasila!

Jawaban:
Yang sesuai dengan sila kedua Pancasila adalah gambar nomor 1, 4 dan 5.
Ayo Mengamati
Perhatikan gambar berikut!
Beni memberi kesempatan sama untuk anak perempuan. Beni bersyukur dapat saling kenal. Juga kenal dengan anak perempuan.
Ceritakanlah pengalamanmu! Pengalaman di sekolah sesuai sila kedua Pancasila!
Coba tuliskan pengalamanmu! Pengalaman di rumah sesuai sila kedua Pancasila. Tuliskan pada kolom berikut!
Jawaban:
Pekan lalu, aku pergi liburan ke rumah nenek bersama keluargaku.
Kemudian, aku bertemu dengan banyak teman baru.
Mereka baik padaku dan senang mengajakku bermain.
Ketika bermain, mereka tidak membedakan aku dengan teman yang lainnya.
Bahkan mereka memberiku kesempatan untuk mendapat giliran pertama yang bermain.
Saat bermain bersama mereka juga suka berbagi makanan denganku.
Perhatikan kata-kata berikut! Diskusikan maknanya dengan temanmu!
Kata:
1. Buluh …
2. Potong …
3. Timbang …
4. Raut …
5. Riang
Maknanya:
1. Bambu atau talang
2. Penggal atau kerat
3. Tidak berat sebelah atau sama berat
4. Melicinkan atau menghaluskan
5. Suka hati
Kerjakanlah latihan berikut! Cermati kata-kata dalam kotak sebelah kiri. Susunlah huruf pada kotak sebelah kanan. Kamu akan menemukan maknanya.

Jawaban:
– Buluh
– Raut
– Potong
– Riang
– Timbang
Perhatikan kolom berikut! Temukan kata-katanya seperti di atas. Ikuti petunjuk gurumu sebelum mengerjakan.
Jawaban:
– Potong
– Timbang
– Riang

Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar sila kedua Pancasila.
Carilah contoh perilaku di sekolah yang sesuai. Carilah sila tersebut. Diskusikanlah bersama orang tuamu.
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Cinderella Putri yang Cantik
Dongeng Cinderella Putri yang Cantik
Di sebuah kerajaan, tinggalah seorang anak perempuan yang cantik dan baik hati. Ia tinggal bersama ibu dan kedua kakak tirinya, karena orangtuanya sudah meninggal dunia. Di rumah tersebut ia selalu disuruh mengerjakan seluruh perkerjaan rumah. Ia selalu dibentak dan hanya diberi makan satu kali sehari oleh ibu tirinya. Kakak-kakaknya yang jahat memanggilnya “Cinderella”. Cinderella artinya gadis yang kotor dan penuh dengan debu. “Nama yang cocok buatmu!” kata mereka.
Setelah beberapa lama, pada suatu hari datang pengawal kerajaan yang menyebarkan surat undangan pesta dari Istana.
“Asyik… kita akan pergi dan berdandan secantik-cantiknya. Kalau aku jadi putri raja, ibu pasti akan gembira”, kata mereka.
Hari yang dinanti tiba, kedua kakak tiri Cinderella mulai berdandan dengan gembira. Cinderella sangat sedih sebab ia tidak diperbolehkan ikut oleh kedua kakaknya ke pesta di Istana. “Baju pun kau tak punya, apa mau pergi ke pesta dengan baju sepert itu?”, kata kakak Cinderella.
Setelah semua berangkat ke pesta, Cinderella kembali ke kamarnya. Ia menangis sekeras-kerasnya karena hatinya sangat kesal.
“Aku tidak bisa pergi ke istana dengan baju kotor seperti ini, tapi aku ingin pergi”
Tidak berapa lama terdengar sebuah suara. “Cinderella, berhentilah menangis.”
Ketika Cinderella berbalik, ia melihat seorang peri. Peri tersenyum dengan ramah. “Cinderella bawalah empat ekor tikus dan dua ekor kadal.” Setelah semuanya dikumpulkan Cinderella, peri membawa tikus dan kadal tersebut ke kebun labu di halaman belakang.
“Sim salabim!” sambil menebar sihirnya, terjadilah suatu keajaiban. Tikus-tikus berubah menjadi empat ekor kuda, serta kadal-kadal berubah menjadi dua orang sais. Yang terakhir, Cinderella berubah menjadi Putri yang cantik, dengan memakai gaun yang sangat indah.
Karena gembiranya, Cinderella mulai menari berputar-putar dengan sepatu kacanya seperti kupu-kupu. Peri berkata,”Cinderella, pengaruh sihir ini akan lenyap setelah lonceng pukul dua belas malam berhenti. Karena itu, pulanglah sebelum lewat tengah malam.
“Ya Nek. Terimakasih,” jawab Cinderella.
Kereta kuda emas segera berangkat membawa Cinderella menuju istana. Setelah tiba di istana, ia langsung masuk ke aula istana. Begitu masuk, pandangan semua yang hadir tertuju pada Cinderella. Mereka sangat kagum dengan kecantikan Cinderella. “Cantiknya putrid itu! Putri dari negara mana ya ?” Tanya mereka.
Akhirnya sang Pangeran datang menghampiri Cinderella. “Putri yang cantik, maukah Anda menari dengan saya ?” katanya.
“Ya…,” kata Cinderella sambil mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Mereka menari berdua dalam irama yang pelan. Ibu dan kedua kakak Cinderella yang berada di situ tidak menyangka kalau putri yang cantik itu adalah Cinderella.
Pangeran terus berdansa dengan Cinderella.
“Orang seperti andalah yang saya idamkan selama ini,” kata sang Pangeran.
Karena bahagianya, Cinderella lupa akan waktu. Jam mulai berdentang 12 kali.
“Maaf Pangeran saya harus segera pulang..,”. Cinderela menarik tangannya dari genggaman pangeran dan segera berlari ke luar Istana.
Di tengah jalan, sepatunya terlepas sebelah, tapi Cinderella tidak memperdulikannya, ia terus berlari. Pangeran mengejar Cinderella, tetapi ia kehilangan jejak Cinderella. Di tengah anak tangga, ada sebuah sepatu kaca kepunyaan Cinderella. Pangeran mengambil sepatu itu.
“Aku akan mencarimu,” katanya bertekad dalam hati.
Meskipun Cinderella kembali menjadi gadis yang penuh debu, ia amat bahagia karena bisa pergi ke pesta. Esok harinya, para pengawal yang dikirim Pangeran datang ke rumah-rumah yang ada anak gadisnya di seluruh pelosok negeri untuk mencocokkan sepatu kaca dengan kaki mereka, tetapi tidak ada yang cocok. Sampai akhirnya para pengawal tiba di rumah Cinderella.
“Kami mencari gadis yang kakinya cocok dengan sepatu kaca ini,” kata para pengawal.
Kedua kakak Cinderella mencoba sepatu tersebut, tapi kaki mereka terlalu besar. Mereka tetap memaksa kakinya dimasukkan ke sepatu kaca sampai lecet. Pada saat itu, pengawal melihat Cinderella.
“Hai kamu, cobalah sepatu ini,” katanya. Ibu tiri Cinderella menjadi marah,” tidak akan cocok dengan anak ini!”.
Kemudian Cinderella menjulurkan kakinya. Ternyata sepatu tersebut sangat cocok.
“Ah! Andalah Putri itu,” seru pengawal gembira. “Cinderella, selamat..,” Cinderella menoleh ke belakang, peri sudah berdiri di belakangnya. “Mulai sekarang hiduplah berbahagia dengan Pangeran. Sim salabim!.,” katanya.
Begitu peri membaca mantranya, Cinderella berubah menjadi seorang Putri yang memakai gaun pengantin.
“Pengaruh sihir ini tidak akan hilang walau jam berdentang dua belas kali”, kata sang peri. Cinderella diantar oleh tikus-tikus dan burung yang selama ini menjadi temannya. Sesampainya di Istana, Pangeran menyambutnya sambil tersenyum bahagia. Akhirnya Cinderella menikah dengan Pangeran dan hidup berbahagia.

