Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Pengalamanku | Pengalamanku Di Sekolah |
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 5 Kelas 2 Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 5 Kelas 2 Halaman 90, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 97
Beni mendapat tugas dari sekolah.
Beni harus membawa daun kelapa.
Beni belum mengetahui kegunaannya.
Ibu guru merahasiakannya.
Tahukah, kamu? Apa kegunaan daun kelapa?

Buatlah pertanyaan tentang gambar tersebut!
Mintalah temanmu menjawabnya!
Jawab:
Pertanyaan: Apa bahan untuk membuat anyaman ketupat?
Jawaban :
Daun kelapa
Perhatikan percakapan Beni! Beni sedang bercakap-cakap dengan Bu Guru!
Buatlah ketupat menggunakan daun kelapa!
Sediakan dua helai daun kelapa!
Pernahkah kamu membuat kerajinan? Kerajinan dari dedaunan? Kali ini, kamu akan membuat anyaman. Anyaman cangkang ketupat dari daun kelapa.
Cara membuatnya adalah:
1. Gulung satu sisi janur sampai tiga kali pada tangan. Ingat posisi pangkal janur menghadap ke atas.
2. Ambil sisi janur satu lagi. Seperti langkah sebelumnya. Gulung pada tangan sebanyak tiga kali. Posisi pangkal janur menghadap ke bawah.
3. Buatlah kedua gulungan saling bersilangan. Janur masih dalam posisi tergulung.
4. Ambil satu ujung. Kemudian, putar ke belakang susunan janur.
5. Masukkan ujung janur yang sudah diputar ke belakang. Kemudian, janur yang berada pada posisi tengah.
6. Teruskan anyaman sampai bawah. Lakukan langkah sama dengan janur yang satu lagi.
Daun kelapa berguna untuk cangkang ketupat.
Banyak jenis daun lainnya yang berguna bagimu.
Seperti, daun mangga, daun singkong, dan daun pepaya.
Amatilah lima jenis daun di sekitarmu!
Ukurlah panjang tangkai daunnya!
Catat hasilnya pada kolom berikut! Ukuran dalam satuan cm.
Jawab:
Nama Daun = Ukuran (cm)
1.Daun Pohon pisang 120cm=1,2m
2.Daun Pohon mangga 11cm=0,11m
3.Daun Jambu monyet 11cm=0,11m
4.Daun Singkong 17cm=0,17m
5.Daun Pepaya 13cm=0,13m
Salin hasilmu pada titik-titik berikut!
Ubahlah ke dalam satuan meter (m)!
Jawab:
1. 120cm=1,2m
2. 11cm=0,11m
3. 11cm=0,11m
4. 17cm=0,17m
5. 13cm=0,13m
Beni telah selesai membuat ketupat. Kemudian, Beni mendengarkan guru membaca puisi. Puisinya tentang “Ketupat.”
Coba dengarkan dengan seksama!
Temukan kosakata baru dalam puisi! Diskusikan makna kata berikut!
Jawab:
1. Ketupat, maknanya makanan yang dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa, berbentuk kantong segi empat atau persegi panjang, kemudian direbus dan dimakan sebagai pengganti nasi.
2. Opor, maknanya gulai ayam/itik berkuah santan kental, biasanya berwarna kekuning-kuningan, yang dimasak dengan rempah-rempah.
3. Santap, maknanya makan dan minum.
4. Nikmat, maknanya masakan yang enak dan lezat membuat orang yang memakannya merasa puas dan senang.
5. Gurih, maknanya makanan yang enak rasanya (seperti ikan goreng).
Kamu perlu menguji hasil diskusimu! Caranya kerjakan latihan berikut!
Petunjuk: Temukan kata yang sesuai dengan maknanya!
1. Memakan, meminum
2. Dibuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa
3. Enak rasanya (seperti ikan goreng)
4. Gulai ayam atau itik dan sebagainya, berkuah santan kental
5. Enak, lezat

Dengarkan petunjuk gurumu! Kerjakan latihan berikut!
Jawab:
1. Santap
2. Ketupat
3. Gurih
4. Opor
5. Nikmat
Ketupat Lebaran
Ketupat lebaran dengan sayap opor ayam
Disantap sepulang dari shalat Idul Fitri
Untuk kakek dan nenek, tetangga, sahabat
Senangnya, Subhanallah sungguh nikmat
Ketupat lebaran dengan sambal goreng hati
Tersedia di meja sepulang dari shalat
Memang sedap dan enak dan gurih
Cobalah ketupat, Alhamdulillah sungguh nikmat
Perhatikan temanmu membaca puisi!
Gunakan ekspresi, intonasi, dan lafal
Jawab:
Ekspresi : Raut wajah atau pun gerak tubuh sudah tepat dalam mengisyaratkan perasaan sesuai isi puisi.
Intonasi : Perubahan nada tepatnya naik dan turunnya nada juga tinggi dan rendahnya suara sudah sesuai dengan penekanan tertentu.
Lafal : Kata atau kalimat yang dibunyikan sedikit kurang jelas.
Tulislah puisi tentang “Lingkungan!”
Jawab:
Contoh puisi
Puisi Lingkungan Sekitarku
Aku lupa memedulikan lingkunganku
Saat lingkungan ku kotor
Aku lupa membersihkannya
Saat lingkunganku tercemar
Aku tidak membersihkannya
Lingkunganku
Kau menjadi berpolusi karena kami
Kau menjadi kotor karena kami
Semua ulah itu kesalahan kami
Lingkungan hidupku
Maafkanlah perbuatan kami
Maafkan pula kelalaian kami
Mulai saat ini kami pasti akan menjagamu
Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar tentang puisi.
Ayo, tulis puisi tentang lingkungan. Diskusikanlah bersama orang tuamu!
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Saat Marah
Dongeng Saat Marah
Negeri Belanda adalah negeri para kurcaci. Salah satu kurcaci yang tinggal di negeri itu adalah Zizi. Semua kurcaci di negeri Belanda mengenal Zizi. Sayang, mereka mengenalnya sebagai kurcaci pemarah. Hanya karena hal kecil, Zizi bisa marah.
Siang ini Zizi Kurcaci bermalas-malasan di rumah jamurnya. “Hu-uh! Panas sekali!” Zizi marah karena cuaca terasa panas. “Ke mana, sih, Peri Angin?” Zizi marah-marah. “Jangan-jangan, peri angin tidur. Pantas saja udara panas sekali.”
Zizi kurcaci terus marah-marah. Sebentar-sebentar duduk, sebentar-sebentar berdiri. “Aku tidak suka panas begini!” Zizi membuka jendela rumahnya lebar-lebar. Saat itu, Zizi melihat teman-temannya mengantre membeli jus bubble buah. Hm, asyik juga panas-panas begini minum jus bubble buah. Zizi tersenyum. Cepat Zizi berlari ke teman, ikut mengerubungi Pak Jupiter, penjual jus bubble buah.
“Aku beli jus buah stroberi ya,” pinta Zizi.
“Kamu harus mengantre, Zizi,” kata Kaka.
“Betul!” sahut Mima. “Kamu kan baru datang.”
“Hu-uh!” Zizi menunjukkan wajah tidak suka. Zizi terus saja mendesak ke depan. “Aku dulu, Pak Jupiter.”
“Kami dulu, pak Jupiter. Kami sudah mengantre sejak tadi.” Haya dan Hayu terjepit desakan Zizi.
“Aku dulu! Ayo, cepat!” Zizi tidak menghiraukan protes Haya dan Hayu, si kurcaci kembar.
“Zizi! Kamu harus antre. “Teman-teman yang lain mulai protes.
“Ya! Kamu harus antre,” perintah Pak Jupiter pada Zizi. “Kamu datang terakhir jadi harus menunggu giliran berikutnya.”
“Hu-uh!” Zizi menghentakkan kakinya. “Aku tidak mau jus bubble buah!” Zizi pun berlari meninggalkan antrean.
Zizi duduk di bawah pohon beringin mungil. Wajahnya memerah menahan marah. Apalagi, saat satu per satu teman-temannya mendapatkan satu gelas jus bubble buah.
“Hu-uh! Tidak! Aku tidak mau jus bubble buah,” gerutu Zizi memendam marah.
Akhirnya antrean jus bubble buah usai. Pak Jupiter melihat Zizi duduk sendiri. Ia melambaikan tangan. “Zizi, sini! Ini jus bubble buah stroberimu.”
Akan tetapi, Zizi tidak menghiraukan panggilan pak Jupiter. Zizi berlari pulang, padahal tenggorokannya sangat haus. Ia ingin sekali minum jus bubble stroberi.
Sore harinya, Zizi bermain ular naga bersama teman-temannya. Mereka dibagi menjadi dua regu. Saat pemilihan ketua regu, lagi-lagi Zizi marah. Zizi ingin menjadi kepala regu. Waah seharusnya, kepala regu itu dipilih, bukan memilih diri sendiri.
“Aku mau jadi kepala regu bintang,”kata Zizi. Teman-teman Zizi tidak bisa menolaknya. Lalu mereka memilih Haya sebagai kepala regu bulan.
Selama bermain ular naga, Zizi marah-marah terus. Setiap kali ada teman yang memilih ikut regu bulan, Zizi marah.
“Seharusnya kamu ikut regu bintang!” Zizi marah pada Beta.
“Uh kenapa sih pilih regu bulan?” Zizi marah pada Miomi.
“Zizi, teman-teman boleh memilih sendiri, mau ikut regu bintang atau bulan,” bela Nila.
“Betul, Zizi.” Sasa, Fuji dan Ruben mengingatkan Zizi.
“Ah aku tidak mau main lagi!” Zizi marah.
“Tidak perlu marah, Zizi. Ayo kita main lagi,” ajak Beneto.
“Tidak! Aku tidak mau lagi melihat kalian!” Zizi berlari pulang.
Saat itu peri angin bertiup, membawa terbang semua teman Zizi. Zizi tidak melihat kejadian itu.
Setiba di rumah, Zizi senang. Ia tidak lagi mendengar suara teman-temannya bermain. “Sendiri begini, lebih menyenangkan.” Zizi merebahkan diri di sofa.
Awalnya, Zizi senang karena tidak tampak seorang pun temannya di depan rumah. Tetapi lama-lama, Zizi merasa kesepian.
Usai mandi sore, Zizi berlari ke rumah Gio yang tinggal di sebelah kanan rumahnya.
“Gio!” panggil Zizi.
Tidak ada sahutan Gio.
Zizi berlari ke rumah Beta. Namun, tidak juga terdengar suara Beta.
Zizi menuju rumah Popi. Zizi ke rumah Haya dan Hayu. Zizi cepat-cepat ke rumah Fex.
“Oh! Kemana mereka pergi?” Zizi ketakutan. Tidak seorang pun temannya ada di rumah.
“Bukankah saat marah, kamu tidak mau melihat teman-temanmu lagi?” Peri angin berbisik lembut d telinga Zizi.
Oh! Zizi mendekap mulutnya erat-erat. Zizi sungguh takut semua temannya benar-benar pergi.
“Aku ingin teman-temanku kembali,” gumam Zizi.
“Saat mereka kembali, apakah kau akan marah-marah lagi? Kau selalu marah pada siapa saja!” Peri angin mengingatkan.
Zizi terdiam. Kemudian, ia menggeleng. “Aku janji tidak akan marah-marah lagi. Aku tidak mau jadi kurcaci pemarah.”
Peri angin tersenyum melihat Zizi benar-benar menyesal.
“Zizi!”
Suara ramai mengagetkan Zizi. Zizi berlari menyambut teman-temannya.
“Kalian dari mana saja?” Zizi memeluk semua temannya. “Aku tidak mau kehilangan kalian.”
Teman-teman Zizi mengedipkan mata pada peri angin.
Hmmm, kamu tahu ke mana teman-teman Zizi pergi saat Zizi marah? Wah peri angin rupanya menyembunyikan mereka di balik awan.

