Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81 | Kurikulum 2013 | K-13 Revisi | Pengalamanku | Pengalamanku Di Sekolah |
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81
Apakah kamu sedang mencari jawaban dari pertanyaan ada di dalam buku pelajaran Tema 5 Kelas 2 SD Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81? Kamu sekarang berada di tempat yang tepat.
Di bawah ini akan dihadirkan jawaban dari pertanyaan yang ada di Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81. Hal ini supaya kamu mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Upss… ini bukan anjuran untuk mencontek yah. Terlebih WISLAH sekarang sudah punya TANYA.WISLAH.COM yang menyajikan semua soal berserta jawaban dari berbagai tugas yang diberikan guru.
Model memberikan jawaban ini, kami niatkan untuk melatih kamu mengukur akurasi pemahaman kamu atas pertanyaan yang ada. Dan belajar konsep besar dari alur dari sebuah bahasan. Karena tidak mungkin kumpulan soal termasuk soal bahasan ini (Soal dalam Tema 5 Kelas 2 Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81) dibuat tidak berdasar struktur logika yang runut dan terstruktur.
Jawaban Tema 5 Kelas 2 Halaman 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81
Beni dan teman-temannya melakukan gotong royong. Gotong royong ini dilakukan di sekolah.
Siti menyapu halaman.
Dayu menyiram bunga.
Edo mengelap kaca.
Beni membantu guru memajang kaligrafi.


Perhatikan percakapan di atas! Kemudian, jawablah pertanyaan berikut!
1. Apa yang akan dilakukan Beni?
Jawab:
Beni membantu Bu Guru memajang kaligrafi di kelas
2. Siapa yang ingin menolong Bu Guru?
Jawab:
Beni
3. Sebutkan alat yang digunakan untuk kerja gotong royong!
Jawab:
Ember, sapu, kemoceng
4. Tuliskan contoh ungkapan minta tolong!
Jawab:
Ibu minta tolong ya, tolong kaligrafi ini dipajang di kelas
5. Jelaskan makna ungkapan minta tolong dari teks di atas!
Jawab:
Makna ungkapan minta tolong tersebut adalah Bu Guru meminta tolong untuk memajang kaligrafi di kelas
Praktikkan teks percakapan di atas! Bacalah di hadapan teman-temanmu!

Buatlah pertanyaan sesuai gambar di atas!
Mintalah temanmu menjawabnya!
Jawab:
Pertanyaan: Apa yang sedang dilakukan oleh Beni?
Jawaban:
Beni sedang memanjat untuk memajang kaligrafi di dinding ruangan kelas.
Beni berjinjit dengan satu kaki.

Cobalah gerakan tersebut. Coba lakukan di halaman sekolahmu.
Tuliskan cara melakukan gerakannya.
Lakukan juga gerakan seperti berikut!
Jawab:
1. Edo berdiri sambil mengangkat tumit kaki ke atas dan jari-jari kaki tetap dibawah sebagi penyeimbang saat sedang jinjit.
2. Beni berdiri sambil berjinjit satu kaki, caranya angkat tumit kaki ke atas dan jari-jari kaki tetap dibawah sebagi penyeimbang saat sedang jinjit. Kemudian kaki bagian kanan/kiri diangkat.
3. Meli berdiri sambil mengangkat tumit kaki ke atas dan jari-jari kaki tetap dibawah sebagi penyeimbang saat sedang jinjit. Kemudian Meli merentangkan tangannya.
4. Siti berdiri sambil berjinjit satu kaki, caranya angkat tumit kaki ke atas dan jari-jari kaki tetap dibawah sebagi penyeimbang saat sedang jinjit. Kemudian kaki bagian kanan/kiri diangkat. Lalu Siti merentangkan tangannya.
Pernahkah kamu melihat kaligrafi?
Kaligrafi dapat mengingatkanmu kepada Tuhan.
Mengingat Tuhan dapat juga dilakukan dengan berdoa.
Berdoa merupakan perilaku yang sesuai sila pertama Pancasila.
Perhatikan gambar berikut

Berikan centang (v) yang menunjukkan sila pertama Pancasila!
Jawab:
1. (v)
2. (-)
3. (v)
4. (v)
5. (v)
6. (v)
7. (-)
8. (-)
Kamu pasti pernah melakukan sikap yang baik.
Sikap yang sesuai sila pertama Pancasila.
Coba ceritakan pengalamanmu!
Kegiatan Bersama Orang Tua
Kamu telah belajar sila pertama Pancasila.
Coba temukan contohnya di sekolah. Diskusikan bersama orang tuamu.
Bonus Cerita Anak SD: Dongeng Arbei Obat
Dongeng Arbei Obat
Oki dan Felip sering bermain di hutan. Suatu hari, mereka menemukan kebun arbei. Indah dan menggiurkan sekali. Buah-buahnya besar dan ranum. “Asyiiiik! Jangan bilang kurcaci lin! Kita saja yang menghabiskannya! usul Felip.
“Cepat petik! Keburu pemiliknya datang!” ujar Felip lagi. Kedua kurcaci itu cepat-cepat memetik semua arbei. Lalu dimasukkan ke daun besar yang dibentuk kerucut.
Kini mereka menikmati hasil curian mereka. “Hmmmm… manisnyaaa!” gumam Oki sambil terus mengunyah. “Belum pernah aku makan arbei semanis ini! ujar Felip.
Tiba-tiba, “Aduuuuh…duh…” Oki dan Felip mengaduh sakit perut.
Di sekujur tubuh mereka kini timbul bintik-bintik merah. Persis buah arbei. Oki dan Felip ketakutan. Untung ada Nirmala. Ia langsung membawa mereka ke rumah Pak Tobi.
Pak Tobi segera mengobati mereka. Namun ia marah, “Arbei-arbei itu, adalah arbei untuk ramuan obat-obatanku. Sekarang kalian harus menanam bibit arbei baru!”
Hmm, Oki dan Felip harus bekerja keras. Menanam bibit arbei obat satu per satu. Tetapi, mereka tak menggerutu. Sebab, Pak Tobi sudah menyembuhkan mereka!

