Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72, 73, 74 Kurikulum Merdeka

KUNCI JAWABAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Pertama-tama, perlu ditekankan bahwa postingan ini menyajikan kunci jawaban dari Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA pada Halaman 72, 73, 74. Kunci jawaban ini dapat menjadi panduan bagi siswa yang tengah belajar dan berusaha memahami materi yang diajarkan dalam kurikulum tersebut. Namun, penting untuk diingat bahwa penggunaan kunci jawaban seharusnya bersifat bijak, lebih sebagai alat bantu pembelajaran daripada sebagai jalan pintas untuk menghindari upaya pemahaman yang sebenarnya.

Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA, pertanyaan yang diajukan memiliki tujuan yang jelas, yaitu untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi. Guru, sebagai pemegang peran utama dalam proses pembelajaran, diharapkan dapat objektif menilai tingkat penerimaan siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA seharusnya dilihat sebagai sarana evaluasi diri dan pemahaman, bukan sebagai cara untuk menghindari usaha belajar.

Bagi orang tua yang terlibat dalam membantu anak-anak mereka dalam proses belajar, penting untuk memahami bahwa upaya ini bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari pendidikan yang mereka berikan kepada anak-anak mereka. Dalam konteks ini, penggunaan kunci jawaban seharusnya mengarah pada pemahaman mendalam dan bukan hanya pencapaian nilai. Oleh karena itu, peran orang tua dalam mendukung proses belajar anak-anaknya diharapkan tidak hanya selesai pada memberikan jawaban, tetapi lebih kepada memfasilitasi pemahaman konsep-konsep tersebut.

Terakhir, bagi para guru yang memiliki akses pada kunci jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA, diharapkan dapat menggunakan informasi ini sebagai alat bantu dalam memahami sejauh mana materi telah dipahami oleh siswa. Selain kunci jawaban, wislah.com juga menyediakan berbagai informasi terkait Kurikulum Merdeka, seperti buku paket siswa dan guru, modul ajar guru, materi ajar semua mapel, dan lainnya. Semua ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pelaksanaan kurikulum di berbagai daerah di Indonesia, meningkatkan aksesibilitas pendidikan, dan secara keseluruhan memajukan kualitas pendidikan di tanah air. Dengan demikian, semoga sumbangsih dari wislah.com dapat terus berkembang dan bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 101, 102 Kurikulum Merdeka

Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 72, 73, 74

Kegiatan 3

Menganalisis unsur-unsur intrinsik pada cerpen ‘Tukang Cukur’’ karya Budi Darma. Setelah kalian membaca cerpen tersebut di atas, buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 siswa. Setelah itu, diskusikan dan jawablah pertanyaan di bawah ini.

1. Temukan arti kosakata di bawah ini dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

a. reyot

b. compang-camping

c. remah-remah

d. wenter

e. bungkil

f. udeng

g. memaki-maki

h. dug

i. semak-semak

j. fajar

k. mendesing

l. berkeliaran

2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk menggali unsurunsur intrinsik yang ada dalam cerpen cerpen “Tukang Cukur” karya Budi Darma.

a. Tema adalah gagasan utama suatu cerita. Tema dapat ditemukan dengan melihat pikiran­pikiran pokok dari cerpen tersebut. Sebutkan dan jelaskan tema utama dan tema tambahan dari cerpen “Tukang Cukur”!

b. Tokoh utama adalah tokoh yang ditampilkan secara terus­menerus atau paling sering diceritakan. Tokoh tambahan adalah tokoh yang dimunculkan sekali atau beberapa kali saja dalam sebuah cerita. Identifikasilah siapa yang menjadi tokoh utama dan siapa saja yang menjadi tokoh tambahan!

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 104 Kurikulum Merdeka

c. Penokohan adalah cara penulis menggambarkan tokoh. Dalam cerita, ada tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh campuran. Tokoh protagonis adalah tokoh yang mewakili sifat­sifat baik sebagai manusia dan sebaliknya adalah tokoh antagonis. Adapun tokoh campuran adalah tokoh yang memiliki perwatakan baik dan buruk. Identifikasilah siapa saja tokoh yang merupakan tokoh protagonis, tokoh antagonis, dan tokoh campuran! Berikan bukti dengan mengambil kutipan dari cerpen tersebut!

d. Sudut pandang pencerita, yaitu kedudukan penulis dalam cerita. Sudut pandang pencerita dibagi menjadi dua, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang pertama pengarang ikut terlibat dalam cerita. Biasanya pengarang menggunakan kata ganti ‘aku’. Sudut pandang orang ketiga, yaitu saat pengarang ada di luar cerita. Biasanya pengarang menggunakan kata ganti “dia”. Jelaskan dan berikan bukti jenis sudut pandang pencerita yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur”!

e. Alur cerita sering pula disebut plot. Alur cerita merupakan rangkaianrangkaian peristiwa rangkaian peristiwa yang memperlihatkan sebuah hubungan sebab akibat. Dalam cerita terdapat lima tahap alur, yaitu tahap pengenalan (orientasi), tahap kemunculan konflik (rising action), tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks), tahap konflik menurun (Antiklimaks), tahap penyelesaian (resolution). Tunjukkan dan jelaskan kelima tahap alur yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” dan berikan buktinya!

f. Latar adalah segala keterangan, petunjuk, dan acuan yang berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana terjadinya suatu peristiwa dalam karya sastra. Identifikasilah latar tempat, waktu, dan suasana dalam cerpen “Tukang Cukur” dan berikan buktinya!

g. Gaya bahasa adalah bagaimana pengarang menggunakan bahasa yang tepat sehingga bisa menampilkan suasana, seperti sedih, gembira, menyeramkan, romantis, atau suasana penuh sindiran. Penggunaan bahasa yang tepat akan membuat penggambaran suasana yang mendukung jalan cerita. Analisislah bagaimana gaya bahasa digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” sehingga mampu menggambarkan suasana dalam cerpen dengan baik? Berikan bukti yang mendukung jawabanmu!

h. Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. Amanat biasanya disampaikan oleh penulis secara tersirat.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 119 Kurikulum Merdeka

Jelaskan dengan kalimat yang baik apa amanat yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca?

Jawaban:

1) Arti kosakata sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia

• reyot : sudah sangat rusak dan hampir roboh (tentang gubuk, kursi, meja)

• compang-camping : sudah sangat rusak biasanya untuk pakaian

• remah-remah : sisa makanan dan sebagainya yang ketinggalan di tempat makan

• wenter : serbuk pewarna (untuk pakaian)

• bungkil : ampas (kacang, kedelai, kelapa) yang sudah diambil minyaknya

• udeng : destar, ikat kepala

• memaki-maki : marah-marah

• dug : ikat kepala

• semak-semak : tumbuhan perdu

• fajar : waktu sebelum matahari terbit

• mendesing : mengeluarkan bunyi peluru yang ditembakkan dan sebagainya

• berkeliaran : berjalan (terbang dan sebagainya) ke mana-mana; bertualang

2) Menjawab pertanyaan tentang unsur intrinsik berdasarkan cerpen “Tukang Cukur” karya Budi Darma.

a) Tema utama dari cerpen “Tukang Cukur” adalah tentang manusia yang oportunis karena dalam cerita tersebut tokoh Tukang Cukur selalu mengikuti kelompok yang sedang menang. Pertama, dia bergabung PKI kemudian mengkhianatinya karena PKI kalah melawan TNI (pasukan Siliwangi). Kedua, dia bergabung dengan TNI (pasukan Siliwangi) walau kemudian TNI mengetahui keculasannya. Ketiga, dia bergabung dengan Belanda menjadi pasukan KNIL ketika Belanda berhasil menguasai Yogyakarta. Terakhir, dia menjadi pasukan NII dan mati terbunuh di bekas pabrik rokok. Tema tambahan dari cerpen “Tukang Cukur” adalah penggambaran kemiskinan pada zaman itu. Hal ini seperti tokoh Gito yang makan seadanya dengan pakaian yang tidak pantas dipakai.

b) Yang menjadi tokoh utama adalah Tukang Cukur karena dia menjadi pusat perhatian dalam cerita dan banyak hal dalam hidupnya disorot. Tokoh tambahan yang muncul hanya sesekali, yaitu Gito, ayah, Ibu, Dasuki, Kakek Leman, Ruslan.

c) Penokohan cerpen “Tukang Cukur” dibagi menjadi 3, yaitu tokoh protagonis (Gito, ayah, dan ibunya). Mereka mewakili kebaikan karena tidak pernah berbuat jahat. Kedua adalah tokoh antagonis, yaitu tokoh yang mewakili kejahatan (Tukang Cukur yang berpindahpindah keberpihakan). Kemudian, tokoh campuran. Tokoh campuran merupakan penggambaran sikap tokoh yang memiliki sisi baik selain sisi buruk. Hal ini ada pada diri Ruslan yang terlihat ketika dia memberi pertolongan kepada keluarga Gito ketika perang datang tetapi pada akhir cerita justru Ruslan diketahui sebagai salah satu pemberontak. d) Sudut pandang pencerita yang digunakan adalah sudut pandang orang ketiga, yaitu sudut pandang dari tokoh Gito.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 130 Kurikulum Merdeka

e) Tahap-tahap Alur yang digunakan ada lima tahap sebagai berikut.

• Tahap pengenalan (exposition atau orientasi), yaitu pada saat diperkenalkan dengan tokoh yang bernama Gito yang mempunyai latar belakang miskin.

• Tahap kemunculan konflik (rising action), yaitu pada saat Kakek Leman menceritakan ada seorang tukang cukur yang melukai kepalanya.

• Tahap konflik memuncak (turning point atau klimaks) terjadi ketika tokoh Tukang Cukur berganti-ganti memihak kepada pihak-pihak yang sedang meraih kemenangan: dia memihak PKI, kemudian berubah memihak TNI, lalu berpindah memihak Belanda, dan akhirnya memihak NII.

• Tahap konflik menurun (antiklimaks), yaitu pada saat terjadi pertempuran di pabrik rokok Nitisemito dan ditemukan beberapa korban yang telah menjadi mayat.

• Tahap penyelesaian (resolution) yaitu terjadi ketika Gito mengetahui bahwa salah satu mayat yang melakukan pemberontakan NII adalah Tukang Cukur.

f) Latar yang digunakan meliputi latar waktu, tempat, dan suasana.

• Latar tempat, beberapa lokasi disebutkan menjadi latar dari cerpen ini adalah di daerah Kudus. Informasi ini terdapat pada kutipan: “Gito, anak Getas Pejaten, kawasan pinggiran kota Kudus…”

• Latar waktu pada cerpen ini, yaitu pada September 1948–Desember 1949.

• Latar suasana yang terbangun dalam cerpen ini adalah menegangkan dan penuh kejutan. Suasana menegangkan terjadi karena pada latar masa revolusi, yaitu September 1948–Desember 1949. Penuh kejutan karena kegiatan yang dilakukan Tukang Cukur sulit diprediksi.

g) Gaya bahasa yang digunakan dalam cerpen “Tukang Cukur” ini sangat mewakili suasana dalam cerpen yang penuh ketegangan, seperti penggambaran perang yang memaksa Gito dan ayah ibunya untuk mengungsi. Hal ini terlihat pada kalimat: Setelah Kudus ditinggal oleh pasukan Siliwangi, pada suatu hari, ketika fajar hampir tiba, seluruh kota Kudus terasa bergetar-getar, langit dilalui pesawat cocor merah yang terbang sangat rendah, datang dan pergi, datang dan pergi lagi.

h) Amanat yang terkandung dalam cerpen “Tukang Cukur” adalah jangan mempunyai sifat oportunis seperti Tukang Cukur.

Baca Juga : Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 11 Halaman 131, 132 Kurikulum Merdeka

Penutup

Dalam penutupan ini, perlu ditekankan bahwa penggunaan kunci jawaban dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 SMA, MA harus selalu diimbangi dengan semangat belajar yang tinggi dan keinginan untuk memahami konsep-konsep secara mendalam. Kunci jawaban seharusnya tidak hanya menjadi jawaban akhir, melainkan sebagai sarana evaluasi diri yang memotivasi untuk terus meningkatkan pemahaman dan keterampilan.

Bagi orang tua yang membantu anak-anak mereka dalam proses belajar, mari terus aktif terlibat dalam mendukung pendidikan anak-anak. Memberikan bantuan bukan hanya tentang memberikan jawaban, tetapi lebih kepada membangun pola pikir analitis dan kritis pada anak-anak agar mereka dapat mengatasi tantangan belajar dengan lebih mandiri.

Untuk para guru, keberadaan kunci jawaban dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk mengukur kemajuan siswa. Namun, mari kita ingat bahwa esensi pendidikan bukan hanya tentang pencapaian nilai, melainkan juga pembentukan karakter dan kemampuan berpikir siswa. Oleh karena itu, peran guru dalam menginspirasi dan membimbing siswa menjadi individu yang kreatif, kritis, dan berdaya saing tetap menjadi hal yang sangat penting.

Wislah.com berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam penyebaran informasi terkait Kurikulum Merdeka, membantu meningkatkan aksesibilitas pendidikan, dan memberikan dukungan kepada para pelajar di seluruh Indonesia. Semoga informasi yang disajikan dapat memberikan kontribusi positif pada kemajuan pendidikan di tanah air. Kami berharap agar semangat belajar dan semangat mengajar terus tumbuh dan berkembang, menciptakan generasi penerus yang siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Terima kasih atas partisipasi dan dukungan semua pihak dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

Related posts