Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing, Interaksi Bangsa Asing, Awal Masehi, Masa Kerajaan Hindu-Buddha (Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 ) Kurikulum Merdeka

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 | Kurikulum Merdeka | Kondisi Geografis dan Interaksi dengan Bangsa Asing | Bagaimana Interaksi dengan Bangsa Asing di Masa Lalu? | Bagaimana Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi? | Bagaimana Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha? |

Bagaimana Interaksi dengan Bangsa Asing di Masa Lalu?

Ilmuwan Wolters menyebutkan bahwa Ko-ying sebagai kerajaan yang terletak di sekitar pantai timur Sumatra. Daerah sepanjang pesisir Sumatra antara Jambi dan Palembang adalah lokasi yang paling strategis untuk pelayaran dan kapal-kapal menunggu angin muson untuk berlayar ke timur (Oc-eo). Pada waktu-waktu tertentu kapal bisa tiba ke Kanton dari Palembang dalam waktu lima hari tanpa melakukan transit. Hal ini diketahui dalam sumber- sumber sejarah sebagai tempat transit yang terakhir untuk kapal-kapal dari India, serta tempat untuk mengirimkan komoditas dari India—mung kin ditangani oleh pedagang lokal, membuat mereka melakukan perdagangan lebih ke timur ke Nusantara. Ko-ying, menjadi pemerintahan yang paling berpengaruh pada periode tersebut.

Berdasarkan urian tersebut diatas, kalian dapat menyimpulkan bahwa kondisi geografis memengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia sejak masa praaksara. Uraian di atas memberikan informasi bahwa telah terjadi hubungan dagang India-Indonesia-Cina pada masa awal Masehi. Sebagaimana terjadi dalam sejarah masyarakat India, pada awal Masehi adalah masa perkembangan Hindu-Buddha di India. Agama Hindu telah berkembang 2000 SM, sementara agama Buddha abad 500 SM.

Bagaimana Perdagangan Nusantara pada Awal Masehi?

Hubungan dagang antara India dan Cina semula dilakukan melalui jalur darat yang dikenal dengan Jalur Sutra. Jalur ini membentang dari Cina, melewati Asia Tengah, sampai ke Eropa. Komoditi utama yang diperdagangkan adalah kain sutra dari Cina, itulah mengapa jalur tersebut dinamakan sebagai Jalur Sutra. Selain kain sutra, wewangian dan rempah-rempah juga menjadi komoditas yang sangat laris di Eropa. Akan tetapi sejak awal abad Masehi jalur itu dialihkan melalui laut karena situasi jalan darat di Asia Tengah sudah tidak aman. Jalan laut yang terdekat dari India ke Cina, yaitu melalui Selat Malaka.

Peralihan rute perdagangan ini telah membawa keuntungan bagi masyarakat di Indonesia. Kepulauan Indonesia menjadi daerah transit (pemberhentian) bagi pedagang-pedagang Cina dan pedagang-pedagang India. Masyarakat di Indonesia juga ternyata ikut aktif dalam perdagangan tersebut sehingga terjadilah kontak hubungan di antara keduanya (Indonesia-India dan Indonesia-Cina).

Bagaimana Perkembangan Kehidupan Masyarakat pada Masa Kerajaan Hindu-Buddha?

Bagaimana Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia?

Pada awal bagian subbab ini kalian telah mempelajari bagaimana hubungan Indonesia dan dunia pada masa awal abad Masehi. Hubungan tersebut bukan sebatas hubungan dagang tetapi juga hubungan sosial budaya.

Prinsip kebutuhan dan ketersediaan barang membuat hubungan perdagangan dengan bangsa lain dapat berkembang dengan baik. Bangsa Indonesia mempunyai keuntungan dengan letak Kepulauan Indonesia yang strategis. Proses penyebaran dari kebudayaan India masih menjadi perdebatan para ahli bagaimana secara pasti mereka dapat diterima dan menyebar di Nusantara. Kalian dapat memahami proses mereka menyebar melalui teori-teori dari berbagai ahli mengenai proses dan perkembangan budaya India.

Bagaimana Pengaruh Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia ?

Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha yang menjadi awal peradaban masa sejarah di Indonesia yang berlangsung berabad-abad sampai pengaruh Islam datang. Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha membawa dampak perubahan besar dalam diri bangsa Indonesia. Agama dan kebudayaan Hindu-Buddha juga meninggalkan banyak jejak yang masih bisa dikaji dan dinikmati hingga sekarang.

Candi merupakan salah satu hasil kebudayaan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia. Jumlahnya sangat banyak, sebagian besar di Pulau Jawa. Candi-candi ini sebagai salah satu bukti kebesaran kebudayaan masyarakat Indonesia pada masa Hindu-Buddha. Perkembangan kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia memberikan informasi dinamika perubahan kehidupan masyarakat di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 8 SMP

DOWNLOAD DI SINI

Related posts