Mobilitas Sosial, Dinamika Kependudukan, Bentuk Keragaman dan Proses

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Mobilitas Sosial | Bagaimana Dinamika Kependudukan di Indonesia? | Bagaimana Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia? | Bagaimana Proses Mobilitas Sosial di Indonesia? |

Bagaimana Dinamika Kependudukan di Indonesia?

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk adalah perubahan jumlah penduduk pada suatu wilayah yang disebabkan oleh tiga faktor yaitu kelahiran (natalitas), kematian (mortalitas), dan perpindahan (migrasi). Indonesia mengalami perubahan penduduk dari tahun ke tahun. Jumlah penduduk dalam suatu wilayah dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

P = (L – M) + (I– E)

Keterangan:

P = Pertambahan penduduk

L = Jumlah kelahiran (natalitas) dalam 1 tahun

M = Jumlah kematian (mortalitas) dalam 1 tahun

I = Jumlah penduduk yang masuk

E = Jumlah penduduk yang keluar (emigrasi)

Faktor yang Memengaruhi Dinamika Penduduk

Angka Kelahiran (Natalitas)

Angka kelahiran (Natalitas) merupakan angka yang menunjukkan bayi yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran dapat dibagi menjadi 3 jenis:

  • Tinggi jika angka kelahiran berkisar > 30 per tahun.
  • Sedang jika angka kelahiran berkisar 20-30 per tahun.
  • Rendah, jika angka kelahiran berkisar < 20 per tahun.

Angka Kematian (Mortalitas)

Angka kematian (Mortalitas) merupakan angka yang menunjukkan jumlah kematian dari setiap 1000 penduduk per tahun. Mortalitas dibagi menjadi 3 jenis:

  • Tinggi jika angka kematian berkisar >18 per tahun.
  • Sedang jika angka kematian berkisar 14-18 per tahun.
  • Rendah jika angka kematian berkisar 9-13 per tahun.

Perpindahan Penduduk (Migrasi)

Migrasi yakni suatu perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya. Jenis Migrasi diantaranya:

  • Migrasi Internasional yaitu perpindahan penduduk melewati batas negara atau antarnegara.
    • Imigrasi yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
    • Emigrasi yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
    • Remigrasi yaitu kembalinya imigran ke negara asal
  • Migrasi Nasional yaitu perpindahan penduduk dalam satu wilayah negara.
    • Transmigrasi yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduk.
    • Urbanisasi yaitu perpindahan dari desa ke kota
    • Ruralisasi yaitu perpindahan dari kota ke desa.
    • Sirkulasi yaitu perpindahan penduduk menetap atau tinggal sementara waktu di daerah tujuan.

Piramida Penduduk

Berdasarkan umur, jenis kelamin, dan karakteristik penduduk suatu daerah atau negara, terdapat 3 jenis piramida penduduk, yaitu Piramida Penduduk Muda (ekspansif), Piramida Penduduk Dewasa (stasioner), dan Piramida Penduduk Tua (konstruktif).

Piramida Penduduk Muda (ekspansif)

Piramida penduduk muda menggambaran pertumbuhan penduduk pada suatu wilayah tertentu dimana angka kelahiran tinggi dan angka kematian rendah sehingga wilayah tersebut mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Contohnya adalah negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, Malaysia, Filipina dan India.

Piramida Penduduk Dewasa (stasioner)

Piramida ini menggambarkan pertumbuhan pen duduk yang seimbang antara angka kelahiran dan angka kematian. Jenis piramida ini dapat ditemukan di negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris.

Piramida Penduduk Tua (konstruktif)

Piramida ini menggambarkan pertumbuhan penduduk di suatu wilayah yang mana angka kelahiran mengalami penurunan dengan tingkat kematian yang rendah. Contoh Jerman.

Komposisi Penduduk

Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain sebagainya. Komposisi penduduk dalam suatu negara dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan atau penentuan kebijaksanaan dalam pembangunan.

Komposisi penduduk berdasarkan usia

Komposisi penduduk berdasarkan usia dapat dibuat berdasarkan usia tunggal seperti 0, 1, 2, 3, 4, dst. Selain itu dapat juga dibuat berdasarkat interval dengan usia tertentu seperti 0-5 tahun, 6-12 tahun, 13- 15 tahun, dst. Permasalahan komposisi penduduk yang dihadapi apabila jumlah penduduk dengan usia di bawah 15 tahun dan usia di atas 65 tahun jumlah lebih besar dibandingkan usia produktif (15-65 tahun), akan menyebabkan penduduk usia produktif menanggung hidup seluruh penduduk usia non produktif.

Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin

Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin dapat digunakan untuk menghitung perbandingan jenis kelaminn (sex ratio). Perbandingan ini akan digunakan dalam memperkirakan bentuk pemberdayaan penduduk sebagai sumber daya manusia sesuai karakteristiknya.

Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk

Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara ke kuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang memengaruhi jumlah penduduk yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Pertumbuhan penduduk yang cepat akan menyebabkan kondisi sebagai berikut:

  • Pertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya angka pengangguran.
  • Persebaran penduduk yang tidak merata.
  • Komposisi penduduk kurang menguntungkan karena disebabkan banyak usia muda yang kurang produktif sehingga beban ketergantungan tinggi.
  • Arus urbanisasi tinggi, banyak yang beranggapan kota lebih banyak menyediakan lapangan kerja.
  • Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.

Bagaimana Bentuk Keragaman Masyarakat Indonesia?

Berdasarkan pada fakta adanya beberapa, budaya, suku bangsa, dan pekerjaan masyarakat Indonesia maka dapat dikatakan masyarakat Indonesia bersifat plural. Kata plural berasal dari bahasa Inggris yang artinya “jamak”, sedangkan “pluralitas” ini berarti kemajemukan. Pluralitas masyarakat Indonesia berarti sama dengan kemajemukan masyarakat Indonesia.

Selain istilah pluralitas, kamu juga menemukan istilah lain yang berhubungan dengan keragaman yakni multikultutal. Multikultural berasal dari kata multi yang berarti banyak (lebih dari dua) dan culture artinya kebudayaan. Masyarakat multikultural adalah masyarakat yang memiliki lebih dari dua kebudayaan. Masyarakat multikultural tersusun atas berbagai budaya yang menjadi sumber nilai bagi terpeliharanya kestabilan kehidupan masyarakat pendukungnya. Keragaman budaya tersebut berfungsi untuk mempertahankan dasar identitas diri dan integrasi sosial masyarakatnya.

Perbedaan Agama

Mengapa kita perlu memahami berbagai kegiatan ibadah agama selain yang kita anut? Hal ini sangat penting agar kita dalam berhubungan antar umat beragama saling memahami dan menghargai atau bertoleransi. Sebagai contoh ketika umat Islam melaksanakan salat Idulfitri di lapangan, umat beragama lain perlu memahami bahwa kegiatan di lapangan tersebut merupakan upacara keagamaan/persembahyangan. Tentu saja selain pemeluk agama Islam tidak boleh melaksanakan kegiatan salat Idulfitri. Namun demikian, kita dapat membantu pemeluk agama lain dalam menjaga kenyamanan dan keamanan dalam beribadah.

Perbedaan Budaya

Seorang ahli budaya Indonesia bernama Soekmono mendefinisikan budaya adalah hasil kerja atau usaha manusia yang berupa benda maupun hasil buah pemikiran manusia dimasa hidupnya. Budaya merupakan salah satu bentuk hasil manusia yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Manusia selalu menghasilkan budaya karena manusia dikaruniai akal fikir yang dapat digunakan untuk memperbaiki taraf hidup manusia.

Hal inilah yang membedakan hewan dan manusia. Hewan cenderung bersifat statis (menetap), sedangkan manusia selalu berubah (dinamis). Sebagai contoh kamu dapat membedakan rumah burung dan rumah manusia. Di manapun burung pipit akan membuat sarang yang bentuknya sama. Kamu bandingkan dengan rumah manusia di berbagai daerah di Indonesia.

Perbedaan suku bangsa

Bangsa Indonesia memiliki lebih dari 300  kelompok etnik  atau suku bangsa. Suku Jawa  adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Sebagian besar suku Jawa tinggal di pulau Jawa terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur, akan tetapi jutaan jiwa telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara  bahkan bermigrasi ke luar negeri. Suku Sunda,  suku Melayu, dan  suku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini.

Perbedaan pekerjaan

Pekerjaan merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan. Pada saat ini kamu dapat menemukan berbagai jenis pekerjaan pada sektor formal dan nonformal. Pekerjaan sektor formal adalah berbagai pekerjaan yang dijalankan oleh pelaku usaha resmi baik pemerintah maupun swasta. Para karyawan perusahaan, pegawai kantor bank, pegawai pemerintah, guru, merupakan contoh pekerjaan pada sektor formal. Jenis pekerjaan formal memberikan konsekuensi kepada individu bahwa harus terikat secara langsung oleh sistem yang berlaku. Dengan demikian mereka bekerja penuh dengan aturan yang mengikat.

Kondisi tersebut berbeda dengan para pekerja seperti pemilik bengkel, petani, penjual di pasar, dan pelaku usaha mandiri lainnya. Para pelaku wirausaha terikat oleh dirinya sendiri. Sebagai contoh seorang pedagang bakso keliling, pekerjaannya sangat tergantung pada pedagang tersebut. Apabila ingin libur, ia dapat libur sewaktu-waktu. Hal ini berbeda dengan orang yang bekerja sebagai karyawan perusahaan atau lembaga pemerintah.

Perbedaan pekerjaan yang dimiliki masyarakat menandakan perbedaan kebutuhan yang dimiliki. Keberadaan guru, tentara, penjual buah, tukang batu, dan sebagainya menunjukkan rantai kehidupan manusia tersusun saling kait dan membutuhkan. Semua pekerjaan adalah mulia, selama pekerjaan tersebut bermanfaat kepada diri dan orang lain serta tidak merugikan orang lain. Guru, polisi, dokter, petani, dan tukang pijat sama-sama pekerjaan mulia. Tidak ada yang lebih rendah dari semua pekerjaan tersebut. Semua profesi tersebut saling membutuhkan. Tanpa guru tidak akan ada polisi dan dokter. Tanpa petani tukang pijat dan polisi dapat kelaparan, demikian seterusnya.

Manfaat keberagaman

Keberagaman budaya memberikan manfaat besar bagi bangsa kita. Misalnya dalam bidang bahasa, kebudayaan daerah yang berwujud dalam bahasa daerah dapat memperkaya perbendaharaan istilah dalam bahasa Indonesia. Kosakata dalam bahasa Indonesia berbeda dengan kosakata di Malaysia. Malaysia tidak memiliki bahasa sebanyak bangsa Indonesia. Bahasa dominan di Malaysia adalah Melayu yang kemudian menyerap bahasa asing seperti bahasa Inggris, bahasa Arab, dan bahasa Cina. Dalam bahasa Indonesia kamu dapat menemukan berbagai istilah yang diserap dari berbagai bahasa daerah.

Potensi keberagaman budaya dapat dijadikan objek dan tujuan pariwisata di Indonesia yang dapat mendatangkan devisa. Pemikiran yang timbul dari sumber daya manusia di masing-masing daerah dapat pula dijadikan acuan bagi pembangunan nasional.

Peran dan fungsi keragaman budaya dalam pembangunan nasional adalah sebagai berikut:

  • Sebagai daya tarik bangsa asing.
  • Mengembangkan kebudayaan nasional.
  • Tertanamnya sikap toleransi.
  • Saling melengkapi hasil budaya.
  • Mendorong inovasi kebudayaan.

Bagaimana Proses Mobilitas Sosial di Indonesia?

Pengertian Mobilitas Sosial

Mobilitas berasal dari bahasa latin mobilis yang berarti mudah dipindahkan atau banyak bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain. Kata sosial yang ada pada istilah tersebut mengandung makna gerak yang melibatkan seseorang atau sekelompok warga dalam kelompok sosial. Mobilitas sosial adalah perpindahan posisi seseorang atau sekelompok orang dari lapisan satu ke lapisan yang lain. Seseorang yang mengalami perubahan kedudukan (status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain, baik menjadi lebih tinggi maupun menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan, merupakan mobilitas sosial. Beberapa contoh lain mobilitas sosial dalam kehidupan masyarakat kita misalnya, seorang pensiunan pegawai rendahan salah satu departemen beralih menjadi seorang pengusaha dan berhasil dengan gemilang. Seorang anak pengusaha ingin mengikuti jejak ayahnya yang berhasil, lalu melakukan membuka usaha lain. Namun, ia gagal dan akhirnya jatuh miskin. Dengan demikian mobilitas sosial tidak hanya terjadi pada perubahan sesorang yang mengalami kenaikan, tetapi juga penurunan.

Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas vertikal

Mobilitas sosial vertikal adalah perpindahan seseorang atau kelompok dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lain yang tidak sederajat, baik pindah ke tingkat yang lebih tinggi (social climbing) maupun turun ke tingkat lebih rendah (social sinking).

Mobilitas vertikal ke atas (Social Climbing)

Sosial climbing adalah mobilitas yang terjadi karena peningkatan status atau kedudukan seseorang. Naiknya orang-orang berstatus sosial rendah ke status sosial yang lebih tinggi. Seorang karyawan yang karena prestasinya dinilai baik kemudian berhasil menduduki sebagai kepala bagian, manajer, bahkan direktur suatu perusahaan. Bentuk social climbing lain misalnya terbentuknya suatu kelompok baru yang lebih tinggi daripada lapisan sosial yang sudah ada.

Mobilitas vertikal ke bawah (Social sinking)

Social sinking merupakan proses pe nurunan status atau kedudukan seseorang. Proses social sinking sering kali menimbulkan gejolak kejiwaan bagi seseorang karena ada perubahan pada hak dan kewajibannya.

Mobilitas horizontal 

Mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial seseorang atau sekelompok orang dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas horizontal merupakan peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Dalam mobilitas horizontal tidak terjadi perubahan dalam derajat kedudukan seseorang.

Saluran- Saluran Mobilitas Sosial

Pendidikan

Pendidikan merupakan saluran untuk mobilitas vertikal yang sering digunakan, karena melalui pendidikan orang dapat mengubah statusnya. Lembaga-lembaga pendidikan pada umumnya merupakan saluran yang konkret dari mobilitas vertikal ke atas, bahkan dianggap sebagai social elevator (perangkat) yang bergerak dari kedudukan yang rendah ke kedudukan yang lebih tinggi. Pendidikan memberikan kesempatan pada setiap orang untuk mendapatkan kedudukan yang lebih tinggi.

Organisasi Politik

Banyak contoh orang yang meniti perjuangan karir di organisasi politik dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Organisasi politik memungkinkan seseorang untuk meningkatkan status dalam kehidupanya.

Organisasi Ekonomi

Organisasi yang bergerak dalam bidang perusahan maupun jasa umumnya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal.  Organisasi ekonomi misalnya koperasi dan badan usaha. Kamu tentu memiliki koperasi di sekolahmu. Apa tujuan didirikan organisasi koperasi? Tentu untuk menyejahterakan anggotanya. Karena itu koperasi akan melayani kebutuhan anggotanya. Apabila koperasi sekolah, tentu akan mengutamakan pelayanan terhadap para peserta didik. Demikian halnya dengan koperasi pasar, petani, nelayan, dan sebagainya. Melalui organisasi koperasi kesejahteraan anggota dapat diperjuangkan. Keberhasilan perjuangan koperasi berarti juga keberhasilan perjuangan anggota-anggotanya.

Organisasi Profesi

Organisasi profesi lainnya yang dapat dijadikan sebagai saluran mobilitas vertikal, contohnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan  Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), dan organisasi profesi lainnya. Kamu dapat menemukan berbagai organisasi profesi yang ada di Indonesia.

Dampak Mobilitas Sosial

Bagaimana dampak positif terjadinya mobilitas sosial? Berikut ini beberapa dampak positif terjadinya mobilitas sosial.

  • Mendorong Seseorang untuk lebih maju Terbukanya kesempatan untuk pindah dari strata ke strata yang lain menimbulkan motivasi yang tinggi pada diri seseorang untuk maju dalam berprestasi agar memperoleh status yang lebih tinggi. 
  • Mempercepat Tingkat Perubahan Sosial Mobilitas sosial akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial masyarakat ke arah yang lebih baik. Contoh: Indonesia yang sedang mengalami perubahan dari masyarakat agraris ke masyarakat industri. Perubahan ini akan lebih cepat terjadi jika didukung oleh sumber daya yang memiliki kualitas. Kondisi ini perlu didukung dengan peningkatan dalam bidang pendidikan.
  • Meningkatkan Integrasi Sosial Terjadinya mobilitas sosial dalam suatu masyarakat dapat meningkatkan integrasi sosial. Misalnya, ia akan menyesuaikan diri dengan gaya hidup, nilai, dan norma yang dianut oleh kelompok orang dengan status sosial yang baru.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 8 SMP

Related posts