Interaksi Budaya pada Masa Kerajaan Islam | Bagaimana Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia? | Bagaimana Cara Penyebaran Agama Islam di Indonesia? | Bagaimana Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia? |
Bagaimana Perkembangan Agama dan Kebudayaan Islam di Indonesia?
Perdagangan melalui pelayaran tidak hanya berdampak pada bidang ekonomi, tetapi juga bidang-bidang lainnya. Para musafir tidak hanya berniat untuk melakukan perdagangan dalam pelayaran tersebut. Sebagian dari mereka adalah para penuntut ilmu dan penyebar agama. Termasuk salah satunya adalah para musafir yang menyebarkan agama Islam. Bahkan tidak sedikit para pedagang sekaligus sebagai penyebar agama Islam.
Bagaimana Cara Penyebaran Agama Islam di Indonesia?
Walisongo sangat berperan dalam proses penyebaran Islam di Tanah Jawa. Penyebaran agama Islam di Tanah Jawa dilakukan dengan menyesuaikan kebiasaan masing-masing masyarakat yang berada di wilayah tersebut. Walisongo banyak mendirikan pondok pesantren sebagai tempat untuk menimba ilmu agama sekaligus pusat penyebaran agama Islam. Selain melalui pendidikan, mereka juga menggunakan kesenian dengan tembang seperti macapat, dan tradisi lainnya.
Penerima agama Islam di Indonesia sangatlah beragam baik dari kalangan bangsawan maupun kalangan rakyat jelata. Mulai dari para pedagang di kota kota di sekitar daerah daerah pelabuhan, para bangsawan atau raja di daerah daerah pesisir, hingga para rakyat jelata. Mengapa agama yang baru datang tersebut cepat memperoleh pemeluk di Indonesia? Daya tarik untuk memeluk agama Islam antara lain sebagai berikut:
- Syarat untuk masuk agama Islam sangat mudah, yaitu hanya dengan mengucap dua kalimat syahadat yang berisi pengakuan tidak ada tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
- Upacara-upacara dalam agama Islam sangat sederhana.
- Adanya faktor politik yang ikut memperlancar penyebaran Islam di Indonesia yaitu masa keruntuhan kerajaan Majapahit dan kerajaan Sriwijaya.
- Agama Islam tidak mengenal sistem kasta dan menganggap semua manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah.
- Proses penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan secara damai tanpa kekerasan melalui pendekatan budaya yang disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
Adapun jalur yang digunakan dalam penyebaran agama Islam di Indonesia adalah sebagai berikut:
- Pernikahan
- Pendidikan
- Perdagangan
- Dakwah
- Kesenian
Bagaimana Bentuk Interaksi Budaya Pengaruh Islam di Indonesia?
Perubahan Masyarakat Masa Islam dalam Aspek Geografi
Pada masa perkembangan Islam di Indonesia, kondisi geografis Indonesia semakin banyak mengalami perubahan. Pertumbuhan kerajaan pada masa Hindu-Buddha seiring dengan percepatan pertumbuhan dan persebaran penduduk di seluruh Nusantara. Kondisi Nusantara juga semakin ramai oleh berbagai aktivitas pelayaran dunia.
- Indonesia sebagai Silang Lalu Lintas dunia
Pada masa perkembangan Islam sekitar abad XV. Rute tersebut menggambarkan hubungan sangat dekat antara berbagai kawasan pada masa perkembangan Islam. Pelayaran tersebut menggambarkan bahwa hubungan antar bangsa pada masa Islam bukan sekedar untuk kegiatan perdagangan, melainkan juga untuk kepentingan politik, propaganda, dan ilmu pengetahuan.
- Pertumbuhan Kota-Kota Pesisir
Pada masa perkembangan Islam, kota-kota kerajaan yang tumbuh pada masa Hindu-Buddha tetap berkembang. Akan tetapi, pada masa Islam kota-kota yang tumbuh dengan pesat adalah kota-kota pesisir atau pinggir pantai.
- Pertumbuhan Jumlah Penduduk
Pertumbuhan penduduk yang cepat pada masa Islam bukan hanya disebabkan oleh angka kelahiran dan kematian, melainkan juga terjadinya migrasi. Perpindahan pendudukan dari luar negeri maupun ke luar negeri terjadi pada masa Islam. Hal ini tidak lepas dari peranan perdagangan, penyebaran agama Islam, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin banyak pusat-pusat pemukiman bangsa asing terutama Arab dan China.
- Pemanfaatan lahan
Hubungan dengan luar negeri yang semakin pesat mendorong pertumbuhan kota-kota pantai di berbagai wilayah Indonesia. Kamu dapat mengamati pusat-pusat perkembangan kerajaan Islam di Indonesia, sebagian besar di pesisir pantai. Pertumbuhan kota-kota di pesisir pantai tersebut mendorong terjadinya pergeseran pemanfaatan lahan yang semakin luas. Perumahan dan tempat usaha membutuhkan lahan untuk hunian. Pertumbuhan penduduk yang cepat mendorong manusia membuka hutan-hutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Lahan-lahan tersebut digunakan untuk tempat tinggal maupun sebagai tempat produksi.
- Migrasi
Migrasi yang terjadi semenjak masa praaksara dan Hindu-Buddha terus berlanjut pada masa kerajaan Islam di Indonesia. Semakin banyak masyarakat dunia yang datang di Indonesia seperti dari Asia Timur, Asia Barat, bahkan Eropa.
Perubahan Masyarakat Masa Islam dalam Bidang Ekonomi
Kegiatan perekonomian pada masa Hindu-Buddha tetap berlangsung sampai dengan masa pengaruh Islam. Dalam berbagai hal tidak nampak perubahan signifikan dalam kegiatan pertanian. Dalam perdagangan, terjadi perubahan besar dalam berbagai kegiatan impor dan ekspor. Bukan hanya barang dagangan yang diperjual belikan, melainkan juga alat tukar yang digunakan untuk jual beli. Mata uang mulai banyak digunakan di berbagai transaksi perdagangan masa tersebut.
Keberadaan mata uang pada masa kerajaan Islam menunjukkan kemajuan dalam sistem perdagangan di Indonesia. Apabila pada masa Hindu-Buddha telah dikenal uang emas berupa koin, pada masa Kerajaan Islam telah dikenal mata uang seperti dirham, dinar, dan berbagai mata uang kerajaan lainnya.
- Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi di berbagai sektor pada masa Hindu-Buddha tetap berlangsung dan terus berkembang. Sebagai contoh kegiatan pertanian, semakin luas lahan pertanian yang dibuka pada masa perkembangan Islam. Hal ini tidak lepas dari pengaruh perkembangan kerajaan-kerajaan di berbagai daerah dan pertumbuhan penduduk pada masa tersebut.
- Kegiatan Konsumsi
Kegiatan ekspor impor semakin maju pada masa perkembangan Islam di Indonesia. Perkembangan perdagangan dunia yang kian ramai menyebabkan semakin banyaknya barang-barang luar negeri yang masuk ke Indonesia. Sebagai contoh barang-barang keramik dari Cina menjadi barang mewah pada masa tersebut. Demikian halnya banyak pedagang Arab membawa masuk barang-barang kerajinan tenun.
- Kegiatan Distribusi
Kegiatan ekspor impor barang-barang sudah menyentuh daerah Afrika dan Eropa. Hal ini tidak lepas dari pedagang perantara di Laut Tengah yang masa perkembangan Islam dikuasai oleh para pedagang Islam. Dengan demikian barang-barang dari Indonesia telah jauh sampai mancanegara. Rempah-rempah merupakan ekspor utama bangsa Indonesia pada masa tersebut. Pada masa perkembangan Islam di Indonesia, pesisir pantai menjadi pusat berbagai kegiatan ekonomi. Ini tidak lepas dengan peran pesisir sebagai terminal utama transportasi utama antarpulau pada masa tersebut yakni perahu/kapal.
Perubahan Masyarakat Masa Islam dalam Bidang Sosial Pendidikan
Pendidikan pada masa Islam mengalami kemajuan sangat pesat. Hal ini tidak lepas dari karakteristik agama Islam yang mewajibkan seluruh umatnya untuk mampu baca tulis. Karena itulah seiring perkembangan jumlah penduduk beragama Islam, semakin luas pula pertumbuhan tempat-tempat pendidikan masyarakat.
Surau adalah tempat pendidikan paling kecil di suatu masyarakat. Dalam setiap surau atau mushola disamping untuk kegiatan salat lima waktu, juga digunakan untuk berbagai aktivitas sosial dan pendidikan. Biasanya ada orang yang lebih pandai dalam urusan agama akan memberikan pendidikan kepada masyarakat lainnya.
Begitulah kebutuhan akan pendidikan semakin luas, mengingat dalam ajaran Islam tidak ada pembatasan masyarakat dalam belajar. Semua umat Islam bebas belajar di manapun dan kepada siapapun. Tidak ada pembedaan belajar untuk pejabat dan rakyat biasa. Karena itulah tumbuh berbagai pusat pendidikan terkenal yang masih berlangsung hingga saat ini. Sebagai contoh adalah Pesantren Tebuireng yang dikenal sebagai salah satu pesantren pertama di Indonesia.
Perubahan Masyarakat Masa Islam dalam Bidang Budaya.
Seni Bangunan Bercorak Islam
Masjid dan Menara
Bangunan masjid di Indonesia pada jaman perkembangan Islam memiliki bentuk yang unik. Bentuk bangunan masjid semacam itu adalah merupakan hasil akulturasi (percampuran) antara budaya Islam dan budaya yang telah berkembang sebelumnya. Bangunan itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
- Atapnya berupa atap tumpang, yaitu atap yang bersusun atau bertingkat. Atap masjid biasanya masih diberi lagi sebuah kemuncak yang dinamakan mustaka.
- Tidak memiliki menara. Masjid luar Indonesia umumnya memiliki menara. Masjid-masjid di Mesir dan Masjid Abas di Karbala, Irak, memiliki menara yang sangat tinggi dan megah.
Makam
Pernahkah kamu berziarah atau berkunjung ke salah satu makam Wali Songo? Makam-makam di Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki keunikan tersendiri dibandingkan makam di daerah lain. Apa keunikan bangunan makam tersebut? Makam-makam tokoh Islam di Jawa ada yang dibangun di tempat tinggi. Misalnya makam Sunan Muria dan makam Sunan Gunung Jati. Pada makam-makam tersebut biasanya dihiasi berbagai ornamen indah dan unik. Coba perhatikan makam Sunan Kalijaga di Demak Jawa Tengah ini. Makam digunakan untuk mengubur jenazah. Masyarakat Hindu sebagian besar tidak menguburkan jenazah. Orang yang telah mati pada masyarakat Hindu jenazahnya dibakar. Upacara pembakaran jenazah ini disebut Ngaben. Upacara Ngaben pada saat ini dapat kamu lihat terutama di Pulau Bali.
Seni Ukir
Pada masa Hindu-Buddha bangunan candi dan berbagai bentuk relief banyak berkembang. Berbagai patung dapat kita temukan di berbagai bekas Kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa Kerajaan Islam, kita tidak lagi dapat menemukan berbagai bentuk patung. Sebab agama Islam melarang pembuatan patung. Tetapi seni pahat tersebut tidak hilang. Justru seni pahat terus berkembang yang salah satunya adalah seni ukir. Untuk menghindari menggambar mahluk hidup, para seniman Islam mengembangkan seni hias dan seni ukir dengan motif daun-daunan dan bunga-bungaan.
Seni Pertunjukan
- Permainan debus, tarian yang pada puncak acara para penari menusukkan benda tajam ke tubuhnya tanpa meninggalkan luka dan mengeluarkan darah. Tarian ini dapat ditemui di Banten dan Minangkabau.
- Seudati, sebuah bentuk tarian dari Aceh. Seudati berasal dari kata syaidati yang artinya permainan orang-orang besar. Seudati sering disebut saman artinya delapan. Para pemain menyanyikan lagu yang isinya antara lain salawat nabi.
- Wayang. Pertunjukan wayang sudah berkembang se jak zaman Hindu. Pada zaman per kembangan Islam, kesenian yang sa ngat disukai masyarakat ini terus di kembangkan. Cerita-cerita dalam per tunjukkan wayang kemudian di kaitkan de ngan ajaran Islam. Pada per kembangan berikutnya, mun cul per tunjukkan wayang golek. Wa yang go lek dikembangkan ber dasarkan ceri ta Amir Hamzah.
Aksara dan Seni Sastra
Masuk dan berkembangnya pengaruh Islam di Indonesia juga membawa pengaruh dalam bidang aksara dan tulisan. Huruf Arab digunakan di bidang seni ukir. Sehingga, berkembanglah seni kaligrafi. Dalam bidang karya sastra, berkembanglah hikayat, babad, suluk.
- Hikayat: Hikayat adalah karya sastra yang berisi cerita sejarah ataupun dongeng. Hikayat yang terkenal, antara lain, Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat RajaRaja Pasai, Hikayat Khaidir, Hikayat si Miskin, Hikayat 1001 Malam, Hikayat Bayan Budiman, dan Hikayat Amir Hamzah.
- Babad: Babad berisi cerita sejarah, tetapi isinya tidak selalu berdasarkan fakta. Tulisan Babad berisinya campuran antara fakta sejarah, mitos, dan kepercayaan. Di tanah Melayu tulisan yang mirip dengan babad dikenal dengan sebutan tambo atau silsilah. Contoh babad adalah Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, dan Babad Surakarta.
- Suluk: Suluk adalah karya sastra yang berupa kitab-kitab dan isinya menjelaskan soal-soal tasawuf. Contoh suluk antara lain: Suluk Sukarsa, isinya mengisahkan perjalanan hidup Ki Sukarsa dalam mencari ilmu untuk mendapatkan kesempumaan hidup; Suluk Wujil, berisi wejangan atau ajaran Sunan Bonang kepada Wujil, yakni seorang kerdil yang pemah menjadi abdi di Kerajaan Majapahit.; Suluk Malang Sumirang, berisi penghormatan dan pujian ter hadap seseorang yang telah mencapai kesempurnaan, men dekatkan diri, dan menyatu dengan Tuhan.
Bagaimana Perkembangan Kerajaan Islam di Indonesia?
Kerajaan Perlak (840 – 1292)
Kerajaan Perlak merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia dengan raja pertama adalah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Kerajaan Ternate (1257- 1950).
Kerajaan Ternate dan Kesultanan Tidore
Kerajaan Ternate dan Kesultanan Tidore adalah dua kerajaan yang terletak di Kepulauan Maluku antara Sulawesi dan Papua.
Kerajaan Samudra (1285 – 1521)
Samudra Pasai terletak di pantai utara Sumatra (Aceh, dekat dengan Perlak Malaysia). Kerajaaan ini dirikan oleh Marah Silu yang merupakan Raja pertama kerajaan Samodra Pasai.
Kerajaan Malaka (1396 – 1511)
Setelah Samudra Pasai mengalami kemunduran, Malaka berkembang sebagai pelabuhan, pusat perdagangan, dan pusat penyebaran Islam yang sangat penting di Asia Tenggara. Paramisora adalah raja pertama Kerajaan Malaka. Ia memerintah pada tahun 1396 – 1414. Paramisora lebih dikenal dengan nama Iskandar Syah.
Kerajaan Demak (1500 – 1548)
Demak adalah kerajaan Islam pertama di pulau Jawa yang berdiri tahun 1500 M. Raden Patah adalah raja pertamanya.
Kerajaan Aceh (1511- 1904)
Akibat kejatuhan Malaka ke tangan Portugis tahun 1511 pusat perdagangan Islam kembali ke wilayah Aceh. Kapal-kapal dagang dari berbagai wilayah mulai mengubah jalur pelayarannya, tidak lagi singgah di Malaka tetapi di Aceh. Situasi tersebut menguntungkan Aceh. Raja pertama dari Kerajaan Aceh adalah Sultan Ali Mughayat Syah. Ia memerintah pada tahun 1514 – 1528.
Kesultanan Banten (1526 – 1813)
Raja pertama Kerajaan Islam Banten adalah Hasanuddin. Beliau merupakan putra Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah). Beliau memerintah sekitar tahun 1527 – 1570.
Kerajaan Makassar (Gowwa- Tallo) (1528- 1670)
Kerajaan Makasar merupakan kerajaan Islam pertama di Sulawesi. Letak kerajaan makasar sangat strategis, pada jalur pelayaran Malaka ke Maluku. Oleh karena itu, kerajaan ini berkembang menjadi negara maritim.
Kerajaan Mataram Islam (1586 – 1755)
Kerajaan Mataram Islam mulai berdiri ditandai pemindahan pusat pemerintahan dari Pajang ke Mataram pada tahun 1586 oleh Senopati. Pusat dari kerajaan ini adalah di Kotagede, Yogyakarta. Raja pertama Mataram adalah Sutawijaya.
Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 8 SMP

