Keragaman Alam Indonesia, Keragaman Alam dan Keragaman Sosial (Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 ) Kurikulum Merdeka

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi IPS SMP/MTS Kelas 8 Bab 1 | Kurikulum Merdeka | Keragaman Alam Indonesia | Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Alam Indonesia? | Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Sosial Budaya? |

Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Alam Indonesia?

Letak dan Luas

Letak geografis adalah posisi suatu wilayah berdasarkan kenyataan di permukaan bumi. Berdasarkan letak geografis, Indonesia terletak di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia serta di antara dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Pasifik.

Letak astronomis merupakan posisi suatu tempat berdasarkan garis lintang (paralel) dan garis bujur (meridian). Garis lintang adalah sebuah garis khayal yang melingkari permukaan bumi secara horizontal. Garis bujur adalah garis khayal yang menghubungkan Kutub Utara dan Kutub Selatan. Indonesia berada di antara 6°LU-11°LS dan 95°BT-144°BT.

Dampak letak astronomis tersebut menyebabkan perbedaan waktu. Berdasarkan hal tersebut terdapat tiga pembagian zona waktu di Indonesia yaitu, Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Setiap zona waktu di Indonesia memiliki perbedaan waktu satu jam, sehingga Waktu Indonesia Timur (WIT) lebih awal 2 jam dibandingkan dengan Waktu Indonesia Barat (WIB). Penetapan zona waktu ini dilakukan sejak 1 Januari 1988.

Letak Geologis

Letak geologis adalah posisi suatu wilayah yang didasarkan pada struktur geologi atau susunan batuan di sekitarnya. Secara geologis, Indonesia dilalui dua jalur pegunungan dunia yaitu pegunungan Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania. Letak tersebut menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung api aktif. Jalur pegunungan di Indonesia membentang dari ujung utara Sumatra memanjang melalui pantai barat Sumatra, melewati Pulau Jawa, Nusa Tenggara, Banda, Sulawesi, dan Halmahera. Jumlah gunung aktif di Indonesia sebanyak 127 gunung api.

Aktivitas vulkanik yang intens di Indonesia terjadi karena pertemuan tiga lempeng dunia. Lempeng Eurasia di sebelah utara, Lempeng Indo Australia di sebelah Selatan, dan Lempeng Pasifik di sebelah timur. Pertemuan lempeng tektonik dapat menyebabkan patahan, retakan, dan kerusakan pada kerak bumi yang memungkinkan magma mengalir ke permukaan bumi dan terbentuk gunung api. Selain banyak terbentuk gunung api, aktivitas ketiga lempeng tersebut membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan terjadi gempa bumi.

Cuaca dan Iklim

Cuaca adalah kondisi rata-rata udara pada saat tertentu di suatu wilayah yang relatif sempit dan dalam waktu yang singkat. Iklim merupakan kondisi cuaca rata-rata tahunan pada suatu wilayah yang luas. Indonesia memiliki iklim tropis yang memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan terjadi pada bulan Oktober-Maret, sedangkan musim kemarau terjadi pada bulan April-September. Arus angin yang banyak mengandung uap air dari Samudra Pasifik melewati Laut Cina Selatan menyebabkan musim hujan di Indonesia terutama wilayah bagian barat. Semakin ke timur curah hujan semakin sedikit. Hal ini karena hujan telah banyak jatuh dan menguap di bagian barat.

Keadaan iklim dapat diamati dengan memperhatikan unsur-unsur cuaca dan iklim. Unsur-unsur tersebut antara lain, penyinaran matahari, suhu udara, kelembaban udara, angin, dan hujan. Iklim berpengaruh dalam kehidupan manusia seperti pada sektor pertanian. Tanaman tropis memiliki banyak varietas yang kaya akan hidrat arang terutama tanaman bahan makanan pokok. Berikut pengaruh unsur-unsur iklim terhadap tanaman:

  • Penyinaran matahari: Memengaruhi fotosintesis tanaman, dapat meningkatkan suhu udara.
  • Suhu : Mengurangi kadar air sehingga cenderung menjadi kering.
  • Kelembaban: Membatasi hilangnya air.
  • Angin: Membantu proses penyerbukan secara alami, mengurangi kadar air.
  • Hujan: Meningkatkan kadar air, mengikis tanah.

Bagaimana Proses Geografis Memengaruhi Keragaman Sosial Budaya?

Keragaman Sosial Budaya di Masyarakat

Apabila kalian tinggal di perkotaan, perbedaan sosial budaya akan semakin banyak. Perbedaan sosial budaya meliputi perbedaan nilai-nilai, norma, dan karakteristik dari suatu kelompok. Keragaman sosial budaya di masyarakat dapat terjadi saat berbagai jenis suku dan agama yang ada di suatu ruang bertemu dan berinteraksi setiap harinya. Ruang tersebut adalah ruang yang ada pada masyarakat. Budaya dapat berupa cara hidup masyarakat, cara berpakaian, adat istiadat, jenis mata pencaharian, dan tata upacara keagamaan.

Keragaman budaya juga mencakup barang-barang yang dihasilkan oleh masyarakat, seperti senjata, alat bajak sawah, kitab hukum adat, dan tempat tinggal. Budaya dapat dianggap sebagai serangkaian rancangan untuk bertahan hidup atau alat dari praktik, pengetahuan, dan simbol yang diperoleh melalui pembelajaran, bukan oleh naluri, yang memungkinkan orang untuk hidup dalam masyarakat. Masyarakat terdiri dari orang-orang yang berinteraksi dan berbagi budaya yang sama. Perbedaan budaya dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti sejarah, keturunan, keyakinan, dan faktor geografis. Salah satu penyebab perbedaan budaya adalah faktor geografis.

Pengaruh Faktor Geografis dan Keragaman Budaya di Indonesia

Keragaman budaya dipengaruhi oleh lingkungan fisik. Manusia sebagai individu adalah kesatuan jiwa, raga dan kegiatan atau perilaku pribadi itu sendiri. Sebagai individu, dalam pribadi manusia terdapat tiga unsur, yaitu nafsu, semangat, dan intelegensi. Kombinasi dari unsur tersebut menghasilkan tingkah laku seseorang yang mencerminkan karakter atau budayaanya. Kesatuan dari kepribadian-kepribadian seseorang pada suatu daerah yang mempunyai pola yang sama dapat membentuk budaya daerah tersebut yang membedakan dengan tempat lain. Indonesia memiliki kebudayaan yang beragam.

Keragaman budaya di Indonesia dipengaruhi oleh faktor geografis seperti isolasi geografis, kondisi iklim, dan letak geografis. Untuk memahami faktor-faktor tersebut, simaklah infografik berikut.

  • Isolasi Geografis
    • Indonesia adalah negara kepulauan.
    • Lautan yang menjadi isolasi alam antar kelompok tersebut.
    • Keterbatasan teknologi di bidang nautika perkapalan menyebabkan mereka tidak dapat bertemu atau berpindah dari satu pulau ke pulau lain.
  • Iklim
    • Indonesia diwarnai oleh mikro iklim yang beragam.
    • Dalam sebuah ruang wilayah yang sempit, perbedaan ketinggian tempat dapat menghasilkan perbedaan suhu yang signifikan.
    • Masyarakat pesisir Pantai Utara Jawa yang bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan masyarakat yang tinggal di wilayah pegunungan bermata pencaharian sebagai petani
  • Letak Geografis
    • Secara geografis, Indonesia terletak pada posisi yang strategis karena berada pada persilangan antara Benua Asia dan Australia, serta diantara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
    • Menyebabkan Indonesia banyak dilalui bangsa asing yang melintasi Selat Malaka sebagai penghubung antara belahan bumi bagian barat dan timur pada saat itu.
    • Meningkatkan peluang terjadinya pertukaran kebudayaan secara tidak langsung.

Baca Kumpulan: Rangkuman IPS Kelas 8 SMP

Related posts