Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 8 Bab 3 | Kurikulum Merdeka | Jujur dan Amanah | Pengertian Amanah dan Jujur | Cakupan Amanah dan Jujur | Cara Berperilaku Amanah dan Jujur | Hikmah Sikap Amanah dan Jujur |
Pengertian Amanah dan Jujur
Pengertian Amanah
Secara bahasa, amanah berasal dari kata dalam bahasa Arab amānatan yang berarti aman, tenteram, tenang, dan hilang rasa takut. Sementara dalam bahasa Indonesia amanah diartiakan sebagai sesuatu yang dititipkan kepada orang lain, keamanan dan ketenteraman, dan dapat dipercaya. Sedangkan secara istilah amanah berarti pemenuhan hak-hak oleh manusia, baik terhadap Allah Swt, orang lain maupun dirinya sendiri dan bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diterimanya untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Allah berfirman dalam Q.S. an-Nisa’/4:58 tentang amanah sebagai berikut: Sungguh, Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. (An-Nisa’/4:58).
Pengertian Jujur
Dalam bahasa Indonesia, jujur berarti lurus hati, tidak bohong, dan tidak curang. Dalam bahasa Arab jujur berasal dari kata ṣiddīq, yang artinya berkata benar. Sedangkan secara istilah jujur adalah kesesuaian antara lahir dan batin, ucapan dan perbuatan, serta berita dan fakta. Allah berfirman tentang sifat jujur dalam Q.S. at-Taubah/9:119 sebagai berikut : Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar. (At-Taubah/9:119).
Cakupan Amanah dan Jujur
Cakupan Amanah
Amanah Kepada Allah Swt
Amanah yang dimaksudkan di sini adalah tugas-tugas keagamaan yang menjadi tanggung jawab manusia. Tugas-tugas ini sebelumnya Allah tawarkan kepada langit, bumi, dan gunung untuk menjalankannya. Namun mereka semua tidak sanggup melaksanakan. Kemudian tugas-tugas keagamaan itu ditawarkan kepada manusia. Manusia pun menerima tugas itu. Konsekuensi yang didapatkan manusia adalah bahwa manusia akan mendapatkan surga jika melaksanakan amanat dengan benar. Tapi jika manusia mengkhianatinya, manusia akan dimasukkan ke dalam neraka.
Tugas keagamaan yang dimaksudkan berhubungan dengan tujuan diciptakannya manusia itu sendiri, yaitu untuk beribadah kepada Allah Swt. Ibadah bisa dalam bentuk ibadah khusus (maḥḍah), seperti salat, puasa, dan haji. Ibadah juga bisa berbentuk umum (gairu maḥḍah) seperti mencari ilmu, bekerja, berbisnis, dan lain sebagainya yang diniatkan sebagai ibadah kepada Allah Swt. Manusia disebut melaksanakan amanah jika ia mampu menjalankan kewajiban beribadah kepada Allah Swt dan meniatkan semua aktivitasnya sebagai ibadah kepada-Nya.
Amanah kepada sesama manusia
Amanah kepada sesama manusia adalah segala sesuatu yang dibebankan kepada manusia dari manusia lainnya, baik dalam bentuk materi, ataupun non materi. Amanah yang berbentuk materi misalnya menitipkan benda atau harta kepada seseorang, seperti memberi pinjaman, hutang, atau lainnya. Orang yang diberi pinjaman atau hutang harus menjaga amanah yang diberikan orang lain. Jika ia meminjam, maka barang pinjamannya jangan sampai rusak.
Sementara jika ia berhutang, maka harus mengembalikan hutangnya sesuai jangka waktu yang diberikan. Sementara amanah yang berbentuk non-materi misalnya jabatan atau kepercayaan yang diberikan oleh orang kepada diri seseorang. Jabatan yang diterima seseorang pada dasarnya merupakan amanah yang harus ditunaikan. Seseorang yang mengemban jabatan tertentu, ia berkewajiban untuk memenuhi tugas dan tanggungjawab jabatan yang diembannya. Atas amanah itu, ia juga akan dimintai pertanggung jawaban, baik di dunia maupun di akhirat.
Amanah kepada diri sendiri
Amanah kepada diri sendiri adalah tanggung jawab terhadap segala nikmat yang ada dalam diri manusia yang berguna bagi dirinya. Misalnya anggota tubuh, kesempatan, kesehatan, ilmu, harta dan lain sebagainya. Semua nikmat itu harus dilihat sebagai titipan Allah untuk diri seseorang. Titipan ini harus dijaga dengan sebaik-baiknya sehingga memberikan manfaat bagi pemiliknya, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Contoh pelaksanaan amanah terhadap diri sendiri di antaranya adalah menjaga kesehatan. Kesehatan adalah amanah yang diberikan Allah Swt. Karenanya kesehatan itu harus dijaga dan digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat. Di masa pandemi covid-19 yang lalu misalnya, seseorang yang menjaga amanah kesehatan yang dimilikinya, ia akan selalu melaksanakan 3 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Ia juga menggunakan kesehatannya untuk membantu anggota masyarakat lainnya yang sedang ditimpa musibah. Misalnya memberikan bantuan makanan kepada keluarga yang harus isolasi mandiri karena terinveksi covid-19.
Cakupan Jujur
Seseorang dikatakan jujur apabila ia berkata sesuai dengan kenyataan. Kenyataan ini meliputi sesuatu yang dipikirkan dalam hati atau pikiran, perbuatan yang dilakukan, dan informasi yang dikatakan. Misalnya seseorang yang menyatakan menyanggupi akan menghadiri undangan temannya. Jika ia seorang yang jujur, maka di dalam hatinya ia juga memiliki keinginan untuk menghadirinya sama seperti yang dikatakan. Pada hari yang sudah ditentukan, ia pun hadir sebagaimana janji yang disanggupinya. Inilah yang disebut dengan jujur dalam perkataan, pikiran, dan perbuatan.
Seorang peserta didik yang jujur, ia akan memiliki sikap yang konsisten antara hati, perkataan dan perbuatan. Hatinya menghendaki keberhasilan belajar. Ia pun akan menyampaikan kepada orang tua dan guru bahwa ia akan selalu belajar dengan tekun dan bersungguh-sungguh. Ia juga membuktikannya dengan aktivitas belajar, baik selama proses maupun pada waktu penilaian.
Seseorang juga dikatakan jujur apabila ia menyampaikan berita yang benar dan sesuai dengan kenyataan. Seseorang yang berperilaku jujur akan memastikan kebenaran berita yang diperolehnya sebelum menyampaikannya kepada orang lain. Demikian halnya dengan penyampaian berita di media sosial. Seseorang disebut sebagai orang yang jujur dalam bermedia sosial apabila ia cermat dalam menyebarkan berita, yaitu dengan hanya menyebarkan berita yang sudah terkonfirmasi kebenarannya.
Cara Berperilaku Amanah dan Jujur
Cara Berperilaku Amanah
- Meyakini bahwa amanah merupakan titipan belaka sehingga tidak mempunyai hak untuk memiliki.
- Menyadari bahwa setiap amanah harus dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.
- Menjaga amanah yang diberikan sebaik-baiknya agar tidak rusak atau berkurang nilainya.
- Melaksanakan amanah sebaik-baiknya sesuai dengan tujuan
Cara Berperilaku Jujur
- Meyakini bahwa Allah Maha Melihat, Maha mendengar, dan Maha Mengetahui terhadap segara yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan oleh manusia.
- Meyakini bahwa kejujuran dapat memunculkan kepercayaan dari orang lain.
- Meyakini bahwa kejujuran akan membawa kepada kebaikan, baik kebaikan dunia maupun akhirat.
- Terbiasa berkata benar, sesuai antara yang dipikirkan, yang dikatakan, dan yang dilakukan.
- Menghindari perkataan bohong, walaupun hanya sebagai candaan.
Hikmah Sikap Amanah dan Jujur
- Meningkatkan keimanan.
- Terhindar dari sifat munafik.
- Mendapat kepercayaan dari banyak orang.
- Memperoleh kebaikan dunia.
- Merasakan ketenangan dan kebahagiaan
Baca Kumpulan: Rangkuman PAI Kelas 8 SMP

