Ilmu Kalam, Pengertian, Nama, Ruang Lingkup, Dalil, Fungsi dan Hubungan

Ilmu Kalam, Pengertian, Nama, Ruang Lingkup, Dalil, Fungsi dan Hubungan

Ilmu Kalam | Pengertian Ilmu Kalam | Pengertian Ilmu Kalam Menurut Para Ahli | Nama-Nama Ilmu Kalam dan Sebab Penamaanya | Ruang Lingkup Ilmu Kalam  | Peranan Dalil dalam Ilmu Kalam | Fungsi Ilmu Kalam  | Hubungan Ilmu Kalam dengan Ilmu Lain |

Pengertian Ilmu Kalam

Secara Etimologi (Bahasa) Secara etimologis ilmu adalah suatu pengetahuan dan kalam artinya perkataan atau percakapan. Kalam yang dimaksud bukan pembicaraan dalam pengertian sehari-hari, melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar dengan menggunakan logika. Maka ciri utama ilmu kalam ialah rasionalitas. Sedangkan menurut terminologi (istilah) Ilmu Kalam adalah Ilmu yang membicarakan/membahas tentang masalah ketuhanan/ketauhidan (mengesakan Tuhan) dengan menggunakan dalil-dalil fikiran dan disertai alasan-alasan yang rasional.

Pengertian Ilmu Kalam Menurut Para Ahli

  • Menurut Musthafa Abdul Raziq

Sesungguhnya ilmu ini berdasarkan argumentasi-argumentasi rasional yang berkaitan dengan keimanan dengan metode analisa.

  • Menurut Al Farabi

Ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang membahas dzat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin (makhluk) mulai dari penciptaan hingga kebangkitan berlandaskan doktrin Islam.

  • Menurut Ibnu Khaldun

Ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani berdasarkan dalil-dalil rasional.

  • Menurut TM. Hasby ash-Shidiqy

Ilmu tauhid/ kalam adalah ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan akidah agama dengan mempergunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil itu naqli, aqli, maupun dalil wijdani (perasaan yang halus).

Nama-Nama Ilmu Kalam dan Sebab Penamaanya

Ilmu Kalam

Membahas tentang ketuhanan yang logika maksudnya dalil-dalil aqliyah dari permasalahan sifat kalam bagi Allah. Ada beberapa alasan dinamai dengan Ilmu Kalam, di antaranya :

  • Sebagian para ulama ketika menjelaskan berbagai persoalan dalam hal-hal akidah Islam itu dengan nama ilmu kalam, untuk membedakan dengan yang biasa digunakan oleh para filosof.
  • Para ulama menyebutkan metodenya itu dengan sebutan al-kalam, sehingga mereka disebut ahlul kalam, sedang para filosof dapat disebut ahli mantiq.
  • Pada abad ke 2 H, ada persoalan yang menggoncangkan umat Islam yaitu tentang persoalan kalamullah. Apakah al-Qur’an itu diciptakan atau bukan, baru (hadits) atau terdahulu (qodim).

Ilmu Ushuluddin

Sebab penamaan ilmu ushuluddin terfokus pada akidah atau keyakinan Allah Swt.. Atau yang membahas pokok-pokok dalil Agama.

Ilmu Tauhid

Disebut ilmu tauhid karena membahas ke-Esaan Allah Swt baik menyangkut dzat, sifat dan perbuatan.

Fiqh Al Akbar

Menurut Abu Hanifah hukum Islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi menjadi dua yaitu fiqh al akbar (pokok-pokok agama) dan fiqh al asghar (membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah).

Teologi Islam

Teologi Islam merupakan istilah yang diambil dari bahasa Inggris, theology yakni ilmu yang membahas masalah ketuhanan. Ilmu kalam disebut juga Ilmu Teologi karena Teologi membicarakan zat Tuhan dari segalah aspeknya.

Ruang Lingkup Ilmu Kalam

Ruang lingkup permasalahan atau pokok permasalahan Ilmu Kalam menurut Hasan Al Banna, imeliputi persoalan-persoalan sebagai berikut :

Ilahiyyah

Ilahiyyah adalah masalah yang berkaitan dengan ketuhanan. Aspek yang diperdebatkan antara lain:

  • Sifat-sifat Tuhan
  • Qudrat dan Iradat Tuhan
  • Persoalan kemauan bebas manusia
  • Masalah Al Qur’an, apakah makhluk atau tidak

Nubuwwah

Nubuwwah adalah hubungan yang memperhatikan antara Allah dengan makhluk, di dalam hal ini membicarakan tentang hal-hal sebagai berikut:

  • Utusan-utusan Tuhan atau petugas-petugas yang telah di tetapkan Tuhan melakukan pekerjaan tertentu yaitu Malaikat.
  • Wahyu yang disampaikan Tuhan sendiri kepada para Rasul-Nya baik secara langsung maupun dengan perantara Malaikat.
  • Para Rasul itu sendiri yang menerima perintah dari Allah untuk menyampaikan ajarannya kepada manusia.

Ruhiyyah

Ruhiyyah adalah kajian tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan alam metafisik seperti malaikat, jin, iblis, setan, roh dan lain sebagainya.

Sam’iyyah

Sam’iyyah adalah persoalan-persoalan yang berkenaan dengan kehidupan sesudah mati yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

  • Kebangkitan manusia kembali di akhirat.
  • Hari perhitungan.
  • Persoalan shirat (jembatan).
  • Persoalan yang berhubungan dengan tempat pembalasan yaitu surga atau neraka.

Peranan Dalil dalam Ilmu Kalam

Naqli

Al Qur’an dan Hadits merupakan sumber utama yang menerangkan tentang wujud Allah, sifat-sifat-Nya, perbuatan-perbuatan-Nya dan permasalahan akidah Islamiyah uang lainnya. Para mutakallim tidak pernah lepas dari nash-nash Al-Qur’an dan hadits ketika berbicara masalah ketuhanan. Masing-masing kelompok dalam ilmu kalam mencoba memahami dan menafsirkan Al-Qur’an dan Hadits lalu kemudian menjadikannya sebagai penguat argumentasi/ logika mereka. Sebagai sumber ilmu kalam. Al-Qur’an banyak menyinggung hal yang berkaitan dengan masalah ketuhanan, di antaranya : QS. AlIkhlas: 3-4, QS Al-Furqan: 59, QS An Nisa: 125, QS Al Anbiya: 92.

Hadits Nabi Saw. yang membicarakan masalah masalah yang dibahas dalam ilmu kalam. Di antaranya adalah hadits Nabi Saw. yang menjelaskan tentang hakikat keimanan.

Aqli

Kata ‘aql dalam bahasa Arab mempunyai beberapa arti, di antaranya: Addiyah (denda), alhikmah (kebijakan), husnut tasharruf (tindakan yang baik atau tepat). Secara terminologi, ‘aql digunakan untuk dua pengertian:

  • Akal merupakan ‘ardh atau bagian dari indera yang ada dalam diri manusia yang bisa ada dan bisa hilang.
  • Akal adalah insting yang diciptakan Allah kemudian diberi muatan tertentu berupa kesiapan dan kemampuan yang dapat melahirkan sejumlah aktivitas pemikiran yang berguna bagi kehidupan manusia.

Fungsi Ilmu Kalam

  • Untuk menolak akidah yang sesat dengan berusaha menghindari tantangantantangan dengan cara memberikan penjelasan duduk perkaranya timbul pertentangan itu, selanjutnya membuat suatu garis kritik sehat berdasarkan logika.
  • Memberikan penguatan landasan keimanan umat Islam melalui pendekatan filosofis dan logis, sehingga kebenaran kebenarann Islam tidak saja dipahami secara dogmatis (diterima apa adanya) tetapi bisa juga dipaparkan secara rasional.
  • Menopang dan menguatkan sistem nilai ajaran Islam yang terdiri atas tiga pokok, yaitu iman sebagai landasan akidah, Islam sebagai manifestasi syariat, ibadah, dan muamalah, serta ihsan sebagai aktualisasi akhlak.
  • Menjawab problematika penyimpangan teologi agama lain yang dapat merusak akidah umat Islam, khususnya ketika Islam bersinggung dengan teologi agama lain dalam masyarakat yang heterogen (berbeda-beda).

Hubungan Ilmu Kalam dengan Ilmu Lain

Persamaan dan Perbedaan Ilmu Kalam, Ilmu Tasawuf dan Ilmu Filsafat

Ilmu kalam, filsafat, dan tasawuf mempunyai kemiripan objek kajian. Objek kajian ilmu kalam adalah ketuhanan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan-Nya. Objek kajian filsafat adalah masalah ketuhanan di samping masalah alam, manusia, dan segala sesuatu yang ada. Sedangkan objek kajian tasawuf adalah Tuhan, yakni upaya-upaya pendekatan terhadap-Nya. Jadi dilihat dari objeknya ketiga ilmu itu membahas tentang ketuhanan.

Perbedaan antara ketiga ilmu tersebut terletak pada aspek metodologinya. Ilmu kalam, sebagai ilmu yang menggunakan logika (aqliyah landasan pemahaman yang cenderung menggunakan metode berfikir filosofis) dan argumentasi naqliyah yang berfungsi untuk mempertahankan keyakinan ajaran agama. Sementara filsafat adalah sebuah ilmu yang digunakan untuk memperoleh kebenaran rasional. Filsafat menghampiri kebenaran dengan cara menuangkan akal budi secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal (mendalam) dan terikat logika. Sedangkan ilmu taSawuf mealalui penghayatan yang mendalam lewat hati (dzauq).

Korelasi antara Ilmu Kalam dengan Filsafat, Tasawuf, dan Fiqih

  • Ilmu Kalam dengan Filsafat
    • Ilmu kalam merupakan bagian atau ruang lingkup dari terutama filsafat Islam karena persoalan-persoalan ketuhanan meluas yang dalam kenyataanya penggunaan dalil aqli melebihi dalil naqli.
    • Filsafat dijadikan sebagai alat untuk membenarkan nash agama. Filsafat mengawali pembuktiannya dengan argumentasi akal, barulah pembenarannya diberikan wahyu, sedangkan ilmu kalam mencari wahyu yang berbicara tentang keberadaan Tuhan dan sifat-sifatNya baru kemudian didukung oleh argumentasi akal.
  • Ilmu Kalam dengan Imu Tasawuf
    • Dalam kaitannya dengan ilmu kalam, ilmu tasawuf berfungsi sebagai:
      • Pemberi wawasan spiritual dalam pemahaman kalam.
      • Penghayatan yang mendalam lewat hati (dzauq) terhadap ilmu tauhid dan ilmu kalam agar lebih terhayati atau teraplikasikan dalam perilaku.
      • Penyempurnaan ilmu tauhid (Ilmu Tasawuf merupakan sisi terapan rohaniyah dari ilmu tauhid).
      • Pemberi kesadaran rohaniah dan perdebatan-perdebatan kalam agar ilmu kalam tidak dikesani sebagai dialetika keIslaman belaka, yang kering dari kesadaran penghayatan atau sentuhan secara qalbiyah (hati).
    • Dalam kaitannya dengan Ilmu Tasawuf, Ilmu kalam berfungsi sebagai pengendali ilmu tasawuf. Oleh karena itu, jika timbul suatu aliran yang bertentangan dengan akidah, atau lahir suatu kepercayaan baru yang bertentangan dengan al-Qur’an dan hadits.
  • Ilmu Kalam dengan Fiqih dan Ushul Fiqih

Ilmu kalam membahas soal-soal dasar dan pokok, pandangan lebih luas, tinjauan dapat memberi sikap toleran, member keyakinan yang mendalam berdasarkan pada landasan yang kuat sedangkan Fiqh membahas soa furu’ atau cabang. Dalam memahami dan menafsirkan ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan hukum diperlukan ijtihad yaitu suatu usaha dengan mempergunakan akal dan prinsip kelogisan untuk mengeluarkan ketentuan hukum dari sumbernya. Begitupun madzhab-madzhab dalam fiqih adanya perbedaan dikarenakan kemampuan akal dalam menginterpretasikan teks al-Qur’an dan hadits.

Related posts