Ilmu Hadis : Pengertian, Macam, Kitab dan Cabang

Ilmu Hadis : Pengertian, Macam, Kitab dan Cabang

Ilmu Hadis : Adik adik Siswa X Madrasah Aliyah dan semua santri di seluruh Indonesia, posting kali ini membahas tentang materi Ilmu Hadis.

Semoga penjelasan singkat yang akan dipaparkan, bermanfaat. Dan bisa menjadi bekal dalam mempelajari atau mata pelajaran berikutnya.

Berikut penjelasan tentang Pengertian Ilmu Hadis, Macam-Macam Ilmu Hadis, Kitab-Kitab Ilmu Hadis dan Cabang-Cabang Ilmu Hadis.

Pengertian Ilmu Hadis

Ilmu hadis atau bisa disebut dengan Mushthalah al-hadis adalah salah satu cabang disiplin ilmu agama Islam yang lahir di abad pertama hijriah.

Ilmu Mushthalah al-hadis adalah salah satu disiplin ilmu pengetahuan agama Islam yang mampu mengetahui latar belakang perkembangan riwayat hadis mulai dari zaman Rasul Saw sampai seterusnya dengan tujuan menjaga, memelihara keaslian hadis-hadis Rasulullah Saw.

Ilmu Hadis adalah ilmu tentang kaidah-kaidah untuk mengetahui kondisi sanad dan matan, dari hadis-hadis yang dapat diterima atau ditolak

Macam-Macam Ilmu Hadis

  1. Ilmu Hadis Riwayah

Ilmu hadis riwayah adalah Ilmu yang mempelajari hadis-hadis yang disandarkan kepada Nabi Saw baik yang berupa perkataan, perbuatan, ketetapan, dan sifat-sifatnya, baik yang menyangkut tentang segi periwayatannya, hafalan riwayatnya dan penulisan lafal-lafalnya. Ilmu hadis riwayah juga membahas mengenai periwayatan hadis, pemeliharaannya, dirasat sanad-sanadnya, dan mempelajari hadis-hadis yang dapat diterima dan ditolak serta mempelajari penjelasan-penjelasan hadis secara tekstual dan kontekstual dan mengambil istinbat dari hadis-hadis tersebut.

Baca Juga :   Surah Al-Alaq: Bacaan, Mufrodat, Terjemah dan Isi Kandungan

Objek ilmu hadis riwayah adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cara penerimaan dan penyampaian hadis kepada orang lain dan tata cara memindahkan dan membukukannya.

Manfaat mempelajari ilmu hadis riwayah adalah untuk menghindari dari adanya kesalahan dalam mengakses dan menukil hadis dari nara sumber utamanya yaitu baginda Nabi Saw.

  1. Ilmu Hadis Dirayah

Ilmu hadis dirayah adalah sinonim dari pengertian ilmu musthalahul hadis atau ilmu ushul al-hadis atau juga ilmu hadis. Ilmu hadis dirayah adalah ilmu yang mempelajari tentang kaidah-kaidah agar dapat diketahui keadaan sanad dan matan hadis dari ketentuan hadis yang dapat diterima maupun hadis-hadis yang ditolak”.

Objek pembahasan ilmu hadis dirayah ialah:

  1. Kepribadian perawi; yang berhubungan dengan prilaku kesehariannya, watak dan kualitas hafalannya dan mata rantai sanad dalam periwayatan hadis-hadis darinya.
  2. Dari keshahihan dan ke-dhaif-an hadis yang diriwayatkannya maupun dari sisi substansi matan yang disampaikannya.

Manfaat dari mempelajari ilmu hadis dirayah adalah untuk mengetahui perkembangan hadis dan ilmu hadis dari masa ke-masa dari yang bermula Rasulullah Saw hingga saat ini. Selain itu, untuk mengetahui rekam jejak usaha para ulama terdahulu dalam mengumpulkan, memelihara dan meriwayatkan hadis.

Baca Juga :   Sabar: Pengertian, Dalil, Bentuk, Ciri dan Dampak Positif

Kitab-Kitab Ilmu Hadis

  1. Kitab al-Muhadditsul Fāshil bayna al-Rawi wal Wai karya Al-Qadhi Al-Ramahurmuzi (w. 360 H). Kitab ini dianggap sebagai karya pertama- perdana yang membahas ilmu hadis secara khusus, meskipun pembahasannya masih umum dan belum terlalu detail.
  2. Kitab Ma’rifatul Ulumil Hadis karya al-Hakim An-Naisaburi ( w. 405 H).
  3. Kitab al-Mustakhraj ala Ma’rifati Ulumil Hadis karya Abu Nu’aim Al-Asbahani (w. 430 H). Melalui kitab ini, penulisnya mencoba melengkapi kekurangan dari kitab-kitab sebelumnya.
  4. Kitab al-Kifayah fi Ilmi Riwayah karya al-Khatib Al-Baghdadi (w. 463 H). Kitab ini lebih lengkap dan memuat tema-tema ilmu hadis yang lebih beragam.
  5. Al-Qadhi Iyadh, (w. 544 H), dengan karyanya yang berjudul al-Ilmu fi Dhabthi al-Riwayah wa taqyid al-Asma.
  6. Abu Hafs Umar bin Abdul majid al-Mayanzi, (w. 580 H), dengan kitabnya berjudul: Ma La yasiau al-Muhadditsu Jahlahu.
  7. Kitab Ulumul Hadis atau yang lebih dikenal dengan sebutan Muqaddimah Ibn Shalah yang ditulis oleh Imam Ibnu Shalah (w. 643 H). Kitab ini menghimpun keterangan dari beberapa kitab sebelumnya dan merapikan sistematika penyajiannya. Kitab ini disyarh oleh sejumlah ulama berikutnya dan telah dijadikan sebagai kitab pegangan utama oleh para ulama generasi berikutnya hingga saat ini.
Baca Juga :   Islam Washatiyah : Pengertian, Ciri-Ciri, Rahmatan Lil Alamin dan Hikmah

Cabang-Cabang Ilmu Hadis

Beberapa cabang-cabang ilmu hadis yang tumbuh dan dikenalkan oleh ulama mutaakhir yang lahir dan bermula dari ilmu hadis riwayah dan dirayah sebagaimana di dalam bagan berikut ini:

  1. Ilmu Rijalul Hadis

Suatu disiplin ilmu yang membahas mengenai riwayat hidup perawi hadis dari kalangan sahabat, tab’in dan generasi setelahnya. Salah seorang penyusun kitab Ilmu Rajalul Hadis yaitu Imam al-Bukhari dan Muslim.

  1. Ilmu Jarh wa Ta’dil

Suatu disiplin ilmu yang membahas mengenai sifat-sifat perawi, sikap dan tabiat perawi. Kitab Thabaqat Muhammad Sa’ad al-Zuhry merupakan salah satu kitab di bidang Ilmu Jarh wa Ta’dil.

  1. Ilmu Fannu al-Mubhamat

Suatu disiplin ilmu yang menyebutkan nama-nama perawi yang tidak tersebut namanya di dalam teks sanad atau matan hadis. Seorang ulama yang menyusun kitab ini bernama al-Khatib al-Baghdadi.

  1. Ilmu ‘Ilal al-Hadis

Ilal al-Hadis adalah ilmu yang mempelajari tentang sebab-sebab yang tersembunyi yang menjadi penyebab cacatnya suatu hadis. Seorang ulama penyusun kitab Ilal al-Hadis adalah Ibn al-Madini.

  1. Ilmu Ghar Bil Hadis

Ilmu ghar bil Hadis adalah suatu ilmu untuk menelusuri makna kalimat yang asing yang terdapat di dalam matan hadis yang kurang dipahami oleh khalayak orang Arab sendiri.

 

Sumber: Buku Ilmu Hadis Kelas X MA-PK

Related posts