WISLAH.COM – Tulisan berjudul “Forum Diskusi Eksplorasi Konsep Modul 2.3 Materi Coaching Program Guru Penggerak” ini memuat hasil diskusi dan refleksi mendalam mengenai konsep coaching dalam konteks pendidikan, khususnya dalam Program Guru Penggerak (PGP). Coaching merupakan pendekatan yang berfokus pada pengembangan potensi individu melalui proses kolaboratif dan memberdayakan.
Dalam forum diskusi ini, para Calon Guru Penggerak (CGP) saling berbagi pengalaman dan pemahaman mereka tentang penerapan coaching model TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggung Jawab, dan Apresiasi) di lingkungan sekolah. Diskusi ini diharapkan dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan kompetensi CGP dalam menerapkan coaching untuk mendukung perkembangan peserta didik dan rekan sejawat.
2.2.a.8. Koneksi Antar Materi – Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional
- Apa yang dilakukan coach dalam membantu coachee mengenali situasi permasalahan yang dihadapi?
- Coach membantu coachee merumuskan tujuan yang ingin dicapai.Coach mengarahkan coachee untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi.Coach membantu coachee merumuskan aksi nyata untuk mengatasi permasalahan.Coach melakukan penegasan terhadap model bentuk tanggung jawab yang akan dilakukan oleh coachee.
- Bagaimana cara coach memberi respons terhadap situasi (permasalahan) yang dihadapi coachee?
- Coach membangun kepercayaan dan keakraban dengan coachee.
- Coach menunjukkan sikap empati, menjadi pendengar yang baik, dan memperhatikan bahasa tubuh coachee.
- Coach memberikan dukungan dan motivasi kepada coachee untuk mengatasi permasalahan.
- Apakah praktik coaching model TIRTA dapat dipraktikkan dalam situasi dan konteks lokal kelas dan sekolah Anda? Apa tantangan utama Anda dalam melakukan praktik coaching model TIRTA?
- Praktik coaching model TIRTA dapat dipraktikkan di kelas dan sekolah, tetapi terdapat tantangan pada tahap identifikasi dan pelaksanaan aksi nyata.
- Tantangan pada tahap identifikasi adalah membangun komunikasi efektif dan menumbuhkan rasa percaya coachee kepada coach.
- Tantangan pada tahap aksi nyata adalah melibatkan berbagai pihak (guru, orang tua, teman siswa) untuk memantau perkembangan coachee dan memastikan pelaksanaan aksi nyata berjalan lancar.
- Siapakah yang dapat membantu Anda melatih praktik coaching model TIRTA di kelas dan sekolah Anda? Bagaimana Anda melibatkan mereka?
- Kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing, orang tua siswa, dan teman siswa dapat membantu melatih praktik coaching model TIRTA.
- Libatkan mereka melalui komunikasi dan sharing tentang praktik coaching model TIRTA.
- Lakukan praktik coaching secara kolaboratif dan saling memberikan umpan balik untuk meningkatkan keterampilan coaching.
Penutup:
Forum diskusi ini memberikan kesempatan bagi para CGP untuk merefleksikan pemahaman mereka tentang konsep coaching dan penerapan model TIRTA dalam konteks pendidikan. Melalui diskusi dan berbagi pengalaman, diharapkan para CGP dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan coaching sebagai alat untuk mendukung perkembangan peserta didik dan rekan sejawat. Dengan demikian, coaching dapat menjadi bagian integral dari budaya sekolah yang positif dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.






