Dinamika Kelompok Sosial, Kepemimpinan, Organisasi, Jaringan Sosial dan Konformitas

Perkalian dan Pembagian Bilangan Desimal, Contoh dan Cara Menghitungnya (Rangkuman Materi Matematika SD/MI Kelas 4 Bab 16) Kurikulum Merdeka

Dinamika Kelompok Sosial | Kepemimpinan | Organisasi | Jaringan Sosial | Konformitas |

Kepemimpinan

Pengertian Pemimpin

Secara umum pemimpin merupakan orang yang memiliki pengaruh dan berpengaruh bagi orang lain (Henslin, 2005: 165).

Fungsi Pemimpin

Fungsi pemimpin dalam sebuah kelompok secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, instrumental yang berarti berorientasi pada tujuan atau tugas. Fungsi ini diperlukan ketika kelompok menyelesaikan tugas untuk mencapai tujuan tertentu. Kedua, ekspresif yang berarti memberikan dukungan emosional bagi anggota. Fungsi ini diperlukan ketika kelompok dihadapkan dengan masalah emosional, solidaritas, kerukunan, dan semangat kerja yang tinggi.

Gaya Kepemimpinan

  • Otoriter, yaitu pemimpin yang membuat semua keputusan sendiri dan anggota kelompok hanya melaksanakan tugas yang diberikan.
  • Demokratis, yaitu mendorong diskusi kelompok dan pengambilan keputusan dilakukan melalui kesepakatan/mufakat.
  • Laissez faire, yaitu pemimpin hanya sedikit terlibat dalam pengambilan keputusan dan mendorong anggota kelompok membuat keputusan sendiri.

Organisasi

Perbedaan dan Persamaan Organisasi dan Kelompok

  • Sistem kerja terstruktur (Birokrasi)
  • Aturan tertulis dan mengikat
  • Pembagian kerja jelas (tugas dan wewenang)
  • Sama-sama memiliki hubungan sosial antar anggota kelompok
  • Sama-sama memiliki kesamaan dan tujuan yang ingin dicapai
  • Sama-sama terbentuk karena adanya latar belakang yang sama

Pada umumnya organisasi memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kelompok. Akan tetapi, keeratan hubungan antar anggota dalam organisasi cenderung impersonalitas dan profesional. Oleh karena itu, organisasi mengarah pada kelompok sekunder yang bersifat formal yang memiliki birokrasi. Birokrasi berkaitan dengan sistem dalam organisasi yang terbentuk dari wewenang bertingkat, pembagian kerja, dan aturan yang jelas. Karakteristik tersebut menjadikan organisasi banyak berkembang di tengah masyarakat karena keberadaannya berjalan secara terarah, lebih efisien, dan dinilai membawa manfaat.

Kehidupan sosial dalam masyarakat bersinggungan erat dengan organisasi. Ada banyak organisasi dalam ruang-ruang kehidupan sosial yang kalian tempati. Misalnya, di bidang pendidikan, ekonomi, hukum, dan politik. Kalian harus memahami sistem yang berlaku di tiap-tiap bidang kehidupan tersebut. Keterlibatan kalian melalui partisipasi dan keteladanan sikap dalam organisasi sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, jadilah pemuda yang memenuhi kriteria Profil Pelajar Pancasila dengan mengedepankan nalar kritis dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan sehari-hari.  

Jaringan Sosial

Hubungan sosial yang kalian bangun dalam sebuah kelompok memungkinkan terjadinya perluasan jaringan. Kalian dapat mengenal teman baru berdasarkan rekomendasi salah satu anggota kelompok. Misalnya, kalian dapat bergabung dalam komunitas penulis cerpen karena direkomendasikan oleh alumni yang sudah terlebih dahulu bergabung di dalamnya. Selanjutnya, kalian bergabung dalam grup, bertukar informasi, dan bahkan menerbitkan cerpen bersama-sama. Berdasarkan penjelasan tersebut, kalian dapat mengetahui bahwa jaringan (networks) mengarah pada hubungan sosial antar individu ataupun antarkelompok yang membentuk suatu ikatan sosial.

Jaringan sosial dapat mempercepat dinamika kelompok, apalagi dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi saat ini. Kalian dapat mengakses berbagai informasi di mana pun dan kapan pun melalui gawai dan koneksi internet. Potensi membangun jejaring sosial tersebut dapat dimanfaatkan ke arah positif. Akan tetapi, apabila tidak digunakan secara bijak, potensi tersebut dapat mengarah pada dampak negatif.

Kemudahan dalam membangun jejaring sosial harus dimanfaatkan secara bijak. Melalui kemudahan informasi dan komunikasi, kalian semakin mudah membangun jejaring sosial. Kondisi tersebut dapat diamati pada grup-grup saluran komunikasi dan media sosial yang kalian miliki. Keberadaan grup-grup tersebut mempermudah dan mempercepat penyebaran informasi. Oleh karena itu, dalam mengakses internet kalian perlu berhati-hati dengan bersikap kritis agar tidak terpengaruh berita-berita bohong yang tersebar dari saluran-saluran tersebut. Kalian juga harus memiliki wawasan kebangsaan global agar mampu memanfaatkan informasi dari luar secara bijak dan memelihara nilai-nilai budaya bangsa Indonesia.

Konformitas

Konformitas merupakan proses mempertahankan atau mengubah perilaku untuk mematuhi nilai dan norma yang berlaku. Agar dapat diterima, individu harus beradaptasi dengan bersikap sesuai harapan kelompoknya. Akan tetapi, pada kondisi tertentu seseorang juga bisa mempertahankan pandangan pribadinya dan menentang sikap yang diharapkan oleh kelompoknya. Misalnya, fenomena body shaming (menghina kondisi fisik orang lain). Pelaku body shaming biasanya memiliki standar kecantikan tertentu. Ketika body shaming terjadi dalam sebuah kelompok, korban dan beberapa anggota lain mungkin tetap diam dan menerima perbuatan tersebut. Bahkan, sebagian korban berupaya melakukan berbagai cara agar penampilan dirinya berubah dan bisa diterima sesuai standar kecantikan kelompok tersebut. Akan tetapi, pada kondisi tertentu korban dan anggota kelompok lain mengambil sikap untuk menentang perbuatan tersebut.

Hal-Hal yang Memengaruhi Konformitas

  • Banyak anggota kelompok : semakin banyak individu yang bergabung dalam suatu afilasi atau minat, semakin besar kecenderungan konformitasnya.
  • Pihak yang resisten : jika ada satu orang saja dengan teguh mempertahankan pendapatnya yang berlawanan dengan mayoritas, level konformitas dapat direduksi
  • Suasana hati : konformitas lebih dimungkinkan terjadi saat suasana hati seseorang sedang baik.
  • Penerimaan sosial : mereka yang haus akan penerimaan sosial cenderung menunjukkan konformitas dalam kelompok supaya disukai dan mendapat keuntungan.
  • Budaya setempat : budaya konformitas lebih sering ditemukan dalam masyarakat yang kekerabatannya kental.
  • Otoritas : adanya tekanan dari pihak yang memiliki kuasa dan pengaruh besar.

Baca Kumpulan: Rangkuman Sosiologi Kelas 11 SMA

Related posts