Bagaimana hukum bertadarus alquran selama bulan Ramadhan?
Jawaban :
Bulan Ramadhan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an. Dalam beberapa riwayat, bulan Ramadhan juga menjadi waktu istimewa bagi Rasulullah, para sahabat dan para ulama pada umumnya untuk lebih fokus memperbanyak membaca Al-Qur’an. Saat memasuki bulan Ramadhan, Rasulullah sendiri akan lebih banyak membaca Al-Qur’an dibanding malam-malam lainnya.
Dalam satu riwayat juga dijelaskan, bahwa salah seorang sahabat Nabi yang bernama Hudzaifah ikut bermakmum shalat dengan Rasulullah pada bulan Ramadhan. Hudzaifah menuturkan, bahwa Nabi membaca surat al-Baqarah, an-Nisa dan Ali ‘Imran. Setiap bertemu ayat yang menjelaskan tentang ancaman, beliau berhenti dan berdoa agar dijauhkan dari ancaman itu.
Diantara kisah para sahabat dan salafus solih adalah
- Qatadah (salah satu sahabat Nabi), mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak satu kali dalam tiap minggunya di bulan-bulan biasa. Pada bulan Ramadhan dinaikan menjadi satu kali khatam dalam tiga hari sekali. Sementara memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Qatadah mengkhatamkan satu kali pada setiap malamnya.
- Sufyan at-Tsauri (w. 778 M.), ulama yang setara kelimuannya dengan Imam empat (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad bin Hanbal), akan meninggalkan ibadah-ibadah sunah selama bulan Ramadhan, untuk diganti fokus membaca Al-Qur’an.
- Zubaid bin Harits al-Yami, ulama ahli hadis dari kaangan tabi’in, katika memasuki bulan Ramadhan akan mengumpulkan banyak Al-Qur’an, guna dibaca bersama murid-muridnya. Masih banyak sekali riwayat yang menjelaskan perhatian ulama untuk membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadhan.
Setelah kita mengetahui alasan anjuran memperbanyak baca Al-Qur’an di bulan Ramadhan dan mengetahui kisah Nabi, sahabat serta para ulama pada umunya, tinggal kita bertanya pada diri masing-masing; di bulan Ramadhan tahun ini, sudah berapa banyak membaca Al-Qur’an dan rencana akan mengkhatamkan berapa kali?


