Tulisan ini memuat ATP (Alur Tujuan Pembelajaran (Deep Learning)) Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD (Fase C) Semester 1 & 2, berdasar pada CP 2025 terbaru dan buku paket Pendidikan Pancasila untuk SD/MI Kelas V. Di Fase C, peserta didik dituntut untuk mencapai pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya mengenai konsep dasar, tetapi juga kronologi sejarah, implementasi norma, serta keterkaitan antara berbagai unsur kenegaraan. Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) memastikan materi tidak sekadar dihafal, melainkan dianalisis, dihubungkan, dan diterapkan secara kritis.
Skema Alur Tujuan Pembelajaran Deep Learning Fase C ini merupakan panduan esensial bagi guru untuk membimbing siswa Kelas 5 SD dalam menguasai kompetensi yang lebih kompleks, seperti memahami sila-sila Pancasila sebagai satu kesatuan utuh dan mempraktikkan musyawarah. Melalui aktivitas yang fokus pada penelitian sederhana, analisis kasus, dan proyek kolaboratif, model ATP Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD ini bertujuan membentuk warga negara yang mampu mengimplementasikan hak dan kewajiban serta melestarikan keberagaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
ATP Mapel Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD (Kurikulum Merdeka Deep Learning)
Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila
Fase / Kelas: C / 5
Pendekatan: Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Durasi: 1 Tahun (Semester 1 dan 2)
Capaian Pembelajaran
Pada akhir Fase C, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
- Pancasila: Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh; menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dan pandangan hidup bangsa.
- Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma, hak, dan kewajiban dalam kedudukannya sebagai warga negara; mengenal Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945; mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama, serta menerapkannya dalam lingkungan keluarga dan sekolah.
- Bhinneka Tunggal Ika: Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati, menjaga, dan melestarikan keberagaman budaya sesuai semboyan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika di lingkungan sekitar.
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI): Mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota, dan provinsi sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia; menunjukkan perilaku gotong royong untuk menjaga persatuan di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara.
ATP Semester Ganjil
Semester Ganjil berfokus pada penguatan pemahaman Pancasila secara historis dan filosofis (Bab 1), serta implementasi norma, hak, kewajiban, dan musyawarah dalam kehidupan sehari-hari (Bab 2).
| Minggu | Tujuan Pembelajaran | Konten Pembelajaran | Aktivitas Deep Learning |
| Bab 1: Pancasila dalam Kehidupanku | |||
| 1 | Memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila. | A. Sejarah Kelahiran Pancasila | Garis Waktu Komprehensif: Membuat garis waktu rinci yang menghubungkan peristiwa penting perumusan Pancasila (Keterampilan Berpikir Kritis & Metakognisi). |
| 2 | Meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkannya di masyarakat. | B. Meneladani Perilaku Pancasila | Proyek Booklet Teladan: Membuat booklet digital atau cetak yang memuat cerita dan nilai-nilai keteladanan para perumus Pancasila (Proyek & Komunikasi). |
| 3 | Menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. | C. Membiasakan Perilaku Pancasila | Diskusi Kelompok Filosofis: Mendiskusikan mengapa Pancasila penting sebagai dasar negara dan bagaimana ia memandu kehidupan sehari-hari (Komunikasi & Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 4 | Menghubungkan sila-sila Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh. | C. Membiasakan Perilaku Pancasila | Membuat Peta Keterkaitan: Merancang diagram visual yang menunjukkan hubungan antar-sila dan bagaimana satu sila memengaruhi sila lainnya (Berpikir Kreatif & Metakognisi). |
| 5-6 | Evaluasi Bab 1 & Proyek Penguatan: Mendemonstrasikan pemahaman utuh Pancasila. | Evaluasi & Refleksi | Presentasi Peta Keterkaitan: Mempresentasikan hasil analisis hubungan antar-sila dan menguji pemahaman melalui studi kasus (Komunikasi). |
| Bab 2: Norma dalam Kehidupanku | |||
| 7 | Mengimplementasikan bentuk-bentuk norma (agama, kesusilaan, kesopanan, hukum) dalam kedudukan sebagai warga negara. | A. Macam-Macam Norma dalam Kehidupanku | Analisis Perbedaan Norma: Mengidentifikasi dan membedakan jenis-jenis norma, termasuk sanksi dan tujuannya, melalui tabel komparatif (Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 8 | Menerapkan norma dalam kehidupan di lingkungan sekitar. | B. Penerapan Norma dalam Kehidupanku | Jurnal Kasus Norma: Mencatat 3-5 contoh kejadian sehari-hari yang berkaitan dengan penerapan atau pelanggaran norma (Refleksi Diri). |
| 9 | Mempraktikkan norma dan aturan di lingkungan keluarga dan sekolah. | C. Mempraktikkan Norma di Lingkunganku | Simulasi Penyelesaian Masalah: Melakukan simulasi penyelesaian konflik kecil di sekolah/rumah berdasarkan norma yang berlaku (Kolaborasi & Komunikasi). |
| 10 | Mengenal pentingnya Pembukaan UUD NRI Tahun 1945. | D. Arti Penting Musyawarah dalam Kehidupanku | Bedah Teks Pembukaan: Menganalisis secara sederhana makna 4 alinea Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 dan hubungannya dengan Pancasila (Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 11 | Mempraktikkan musyawarah untuk membuat kesepakatan dan aturan bersama. | D. Arti Penting Musyawarah dalam Kehidupanku | Musyawarah Kelas: Melaksanakan musyawarah untuk menentukan kesepakatan baru (misalnya, jadwal piket, kegiatan ekstrakurikuler) secara demokratis (Kolaborasi & Komunikasi). |
| 12-14 | Evaluasi Bab 2 & Proyek Penguatan: Menunjukkan kemampuan bermusyawarah dan berdisiplin norma. | Evaluasi & Refleksi | Penilaian Proses Musyawarah: Guru menilai keaktifan dan etika siswa saat bermusyawarah (Penilaian Kinerja). |
| 15-18 | Minggu Cadangan/Ulangi & Ujian Akhir Semester Ganjil |
ATP Semester Genap
Semester Genap berfokus pada identifikasi dan pelestarian keragaman budaya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika (Bab 3), serta pemahaman wilayah NKRI dan perilaku gotong royong sebagai wujud bela negara (Bab 4).
| Minggu | Tujuan Pembelajaran | Konten Pembelajaran | Aktivitas Deep Learning |
| Bab 3: Keragaman Budaya Indonesiaku | |||
| 1 | Mengidentifikasi keragaman budaya daerah Indonesia (sistem kekerabatan, organisasi sosial, dll.). | A. Budaya Daerah Indonesia | Proyek Virtual Tour Budaya: Menggunakan sumber digital untuk ‘mengunjungi’ dan mengidentifikasi budaya daerah yang berbeda (Proyek & Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 2 | Menyajikan hasil identifikasi sikap menghormati keragaman budaya. | A. Budaya Daerah Indonesia | Kampanye Toleransi: Membuat poster atau presentasi digital tentang cara menghormati dan menyikapi perbedaan budaya di lingkungan sekitar (Komunikasi & Berpikir Kreatif). |
| 3 | Menjelaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah sesuai semboyan Bhinneka Tunggal Ika. | B. Ayo Lestarikan Budaya Daerah | Analisis Dampak Globalisasi: Mendiskusikan tantangan pelestarian budaya daerah di tengah arus globalisasi (Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 4 | Mempraktikkan upaya pelestarian budaya di lingkungan sekitar. | B. Ayo Lestarikan Budaya Daerah | Mini Festival Budaya: Mengorganisasi pertunjukan mini di kelas yang menampilkan berbagai seni budaya daerah (tari, lagu, pantun) (Kolaborasi & Proyek). |
| 5-6 | Evaluasi Bab 3 & Proyek Penguatan: Menyajikan hasil identifikasi dan pelestarian budaya. | Evaluasi & Refleksi | Penilaian Berbasis Proyek: Menilai hasil Mini Festival Budaya dan Kampanye Toleransi (Penilaian Kinerja). |
| Bab 4: Aku dan Lingkungan Sekitarku | |||
| 7 | Mengenal wilayahnya dalam konteks kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian dari NKRI. | A. Mengenal Karakteristik Wilayah | Peta Kabupaten/Provinsi: Membuat peta yang menunjukkan posisi kabupaten/kota dan provinsi sebagai bagian integral dari NKRI, termasuk karakteristik uniknya (Proyek & Metakognisi). |
| 8 | Menjelaskan pentingnya gotong royong untuk menjaga persatuan. | B. Gotong Royong di Lingkungan Sekitar | Kajian Manfaat Gotong Royong: Menganalisis manfaat gotong royong (sosial, ekonomi, budaya) melalui studi kasus (Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 9 | Menunjukkan perilaku gotong royong di lingkungan sekolah dan sekitar sebagai wujud bela negara. | C. Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitar | Aksi Sosial Gotong Royong: Merencanakan dan melaksanakan aksi gotong royong kecil (misal: membersihkan taman sekolah) (Kolaborasi & Proyek). |
| 10 | Menyusun laporan sederhana hasil praktik gotong royong. | C. Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitar | Laporan Proyek Aksi: Membuat laporan tertulis yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, tantangan, dan hasil aksi gotong royong (Komunikasi). |
| 11 | Menghubungkan perilaku gotong royong dengan konsep bela negara. | C. Praktik Gotong Royong di Lingkungan Sekitar | Diskusi Hubungan Konsep: Mendiskusikan bagaimana kegiatan sehari-hari seperti gotong royong dapat dikategorikan sebagai wujud bela negara (Keterampilan Berpikir Kritis). |
| 12-14 | Evaluasi Bab 4 & Proyek Penguatan: Menunjukkan kesadaran wilayah dan semangat gotong royong. | Evaluasi & Refleksi | Presentasi Laporan Aksi: Mempresentasikan laporan gotong royong dan Peta Kabupaten/Provinsi (Komunikasi). |
| 15-18 | Minggu Cadangan/Ulangi & Ujian Akhir Semester Genap |
Untuk mempermudah download ATP Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD: Download Di Sini
Penutup
Perancangan ATP Pendidikan Pancasila Kelas 5 SD (Alur Tujuan Pembelajaran Deep Learning Fase C) merupakan jaminan bahwa proses pembelajaran akan berjalan secara terarah, mendalam, dan relevan. Pembagian materi yang jelas antara Semester 1 (Ganjil) dan Semester 2 (Genap) memungkinkan guru untuk fokus pada pencapaian kompetensi inti, mulai dari sejarah kelahiran Pancasila hingga implementasi gotong royong. Melalui serangkaian aktivitas Deep Learning, peserta didik Kelas 5 SD dipersiapkan untuk menjadi warga negara yang kritis, bertanggung jawab, mampu menerapkan norma dan musyawarah, serta memahami makna utuh Pancasila dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.


