Adab Orang Muslim : Adab Kepada Orang Tua

Adab Orang Muslim Terhadap Orang Tua : Adab Kepada Orang Tua

Wislah.com : Orang tua adalah sosok yang melahirkan kita, sosok yang membimbing kita, sosok tauladan kita. Bagaimana membelas jasa kepada orang tua? Tentu kita tidak akan pernah bisa membalas jasa-jasanya. Namun, ada beberapa jalan untuk memberikan sedikit kasi sayang kepada orang tua dengan cara kita harus memiliki adab terhadap orang tua.

Simak penjelasan tentang : Adab Kepada Orang Tua

Adab Kepada Orang Tua

Berikut ini adalah adab yang harus dimiliki oleh seorang muslim terhadap orang tuanya, diantaranya:


Mencintai dan sayang kepada kedua orang tua

Kita harus menyadari bahwa kedua orang tua kita memiliki jasa yang amat besar dan kita tidak akan pernah bisa membalas jasanya, mereka memiliki sifat yang sangat tulus dalam mendidik, membimbing, mengasuh dan membesarkan kita. Oleh karena itu cintai mereka dan sayangi mereka.

Menaati keduanya

Kita sebagai orang muslim wajib hukumnya menaati perintah kedua orang tua. Kecuali orang tua mengajak kita untuk berbuat maksiat maka kita tidak harus menaatinya. Firman Allah Swt dalam QS. Luqman (31):15) :

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰٓى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا ۖوَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Artinya: “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Luqman (31): 15).

Menanggung dan menafkahi orang tua

Kita sebagai orang muslim wajib memiliki tanggung jawab untuk memberikan nafkah kepada orang tua kita, ketika kita mendapat rezeki dan orang tua kita lagi membutuhkan. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah Saw: “Dari Jabir bin Abdillah, bahwa seseorang berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak, sedangkan bapakku ingin menghabiskan hartaku.” Maka Beliau bersabda, “Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu.” (HR. Ibnu Majah).


Menjaga perasaan keduanya dan berusaha membuat ridha orang tuanya dengan perbuatan dan ucapan.

Kita sebagai orang muslim wajib menjaga perasaan orang tua dengan cara menjaga perbuatan dan ucapan kita dari hal-hal yang menyakiti orang tua misalnya dengan berbicara kasar, suka melawan orang tua, berbicara “ah” dan lain-lain. Firman Allah Swt dalam QS. Al-Isra (17): 23):

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra [17]:23).

Hendaknya ia mengetahui, bahwa ridha Allah ada pada keridhaan orang tua, dan bahwa murka-Nya ada pada kemurkaan orang tua. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ridha Allah ada pada keridhaan orang tua dan murka Allah ada pada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Abdullah bin ‘Amr).

  • Menjawab panggilan mereka dengan jawaban yang lunak seperti “Labbaik, siap, atau baiklah.”
  • Bersikaplah rendah hati dan lemah lembut kepada kedua orang tua seperti melayani mereka menyuapi makan dengan tangannya bila keduanya tidak mampu, dengan mengutamakan keduanya di atas diri dan anak-anaknya.
  • Tidak mengungkit-ungkit kebaikanmu kepada keduanya maupun pelaksanaan perintah yang dilakukan olehnya. Seperti ia berkata “Aku beri engkau sekian dan sekian dan aku lakukan begini kepada kamu berdua”. Karena perbuatan itu bisa mematahkan hati, ada yang mengatakan menyebut-nyebut kebaikan itu bisa memutuskan hubungan.
  • Janganlah ia memandang kedua orang tua dengan pandangan sinis dan bermuka cemberut kepada keduanya.
  • Tidak mengeraskan suaranya melebihi suara kedua orang tua demi sopan santun terhadap mereka.
  • Tidak Mencaci maki kedua orang tua.
  • Berbuat baik kepada kawan-kawan orang tua setelah orang tua telah wafat.
  • Mendoakan keduanya baik mereka masih hidup atau sudah wafat.
  • Tidak mengutamakan istri dan anak daripada kedua orang tua.
  • Tidak duduk ketika keduanya berdiri dan tidak mendahuluinya dalam berjalan.
  • Tidak memanggil orang tua dengan namanya.

Related posts