Membiasakan Adab Menerima Tamu

Adab Menerima Tamu : Pengertian, Bentuk dan Membiasakan

Wislahcom | Referensi | : Manusia sebagai mahluk sosial tidak akan lepas dari fitrah sosial. Cara untuk pemenuhan fitrah sosial manusia adalah bertamu dan menerima tamu. Pemenuhan kebutuhan ini akan dapat membentuk suatu tata kehidupan bermasyarakat yang solid dan penuh kegembiraan.

Bagaimana adab menerima tamu yang baik?

Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Adab Menerima Tamu, Bentuk Adab Menerima Tamu dan Membiasakan Adab Menerima Tamu.


Pengertian Adab Menerima Tamu

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, menerima tamu (ketamuan) diartikan; “Kedatangan orang yang bertamu, melawat atau berkunjung”. Secara istilah, menerima tamu dimaknai menyambut tamu dengan berbagai cara penyambutan yang lazim (wajar) dilakukan menurut adat ataupun agama dengan maksud untuk menyenangkan, atau memuliakan tamu, atas dasar keyakinan untuk mendapatkan rahmat dan ridha dari Allah. Setiap muslim wajib hukumnya untuk memuliakan tamunya, tanpa memandang siapapun orangnya yang bertamu dan apapun tujuannya dalam bertamu.


Bentuk Adab Menerima Tamu

Apabila kedatangan tamu, hendaklah memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Berpakaian sopan.
  2. Terimalah tamu dengan sopan santun dan ramah-tamah.
  3. Jawablah salam dengan ucapan “Wa Alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh” bila memberi salam.
  4. Tunjukkan wajah yang berseri-seri, tanpa membedakan siapa tamu yang hadir.
  5. Wanita yang sendirian di rumah dilarang menerima tamu laki-laki.
  6. Persilakan masuk dan duduk.
  7. Suguhilah hidangan dan minum.
  8. Apabila tamu tersebut ingin ketemu orang tua kita, maka segeralah beri tahu orang tua kita.
  9. Ajaklah bicara dengan penuh kehangatan dan keakraban.
  10. Jawablah “salam” apabila tamu mengucapkan salam untuk pamit pulang.
  11. Antarlah tamu sampai depan rumah/halaman, ketika pulang.

Membiasakan Adab Menerima Tamu

Agar dapat menyambut tamu dengan suka cita maka tuan rumah harus memiliki pikiran yang positif (husnudzon) terhadap tamu, jangan sampai kehadiran tamu disertai dengan munculnya pikiran negatif dari tuan rumah (su’udzon). Sebagai tuan rumah harus sabar dalam menyambut tamu yang datang apapun keadaannya. Pada kenyataannya tamu yang datang tidak selalu sesuai dengan keinginan tuan rumah, kehadiran tamu sering kali mengganggu aktifitas yang sedang kita seriusi. Jangan sampai seorang tuan rumah menunjukkan sikap yang kasar ataupun mengusir tamunya.

Related posts