Mencari-cari Kesalahan Orang Lain : Pengertian, Dampak Negatif dan Cara Menghindari

  • Whatsapp
Mencari-cari Kesalahan Orang Lain : Pengertian, Dampak Negatif dan Cara Menghindari

Wislahcom | Referensi | : Mencari-cari kesalahan orang lain merupakan salah satu contoh prilaku yang mencerminkan keburukan dalam bersikap. Hal itu menimbulkan orang-orang memperbincangkan keburukan orang lain tanpa mengklarifikasinya.

Mencari-cari kesalahan orang lain juga merupakan sikap negatif yang berkenaan dengan interaksi dan kontak sosial dengan orang lain. Oleh karenanya, kita harus mengupayakan untuk menghindari sikap mencari-cari kesalahan orang lain guna menjaga keharmonisan dalam persaudaraan.

Masih bingung tentang mencari-cari kesalahan orang lain?

Simak penjelasan singkat tentang : Pengertian Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain, Dampak Negatif Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain dan Cara Menghindari Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain.



Pengertian Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

Perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain adalah perbuatan yang buruk dan dilaknat oleh Allah.

Dampak Negatif Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain menimbulkan berbagai dampak negatif untuk pelaku dan korbannya, yaitu:

  • Dilaknat oleh Allah Swt
Baca Juga :   999 Judul Skripsi (PAI) Pendidikan Agama Islam : Kumpulan Ide dan Contoh Judul Skripsi (Kualitatif - Kuantitatif)

Perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain merupakan sebuah pengingkaran dari perintah saling mengenal, memahami, dan menjamin dalam persaudaraan. Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. al-Hujurāt (49): 12).




  • Hubungan harmonis akan menjadi hancur

Perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain akan menguak aib dan rahasia orang lain yang dijaganya. Hal itu akan merusak telinga orang yang mendengarnya dan merusak mulut dan telinga pelakunya. Pelakunya telah zalim pada penggunaan telinga dan mulut sehingga dipergunakannya untuk perbuatan yang diibaratkan memakan bangkai saudaranya ini.

Perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain juga akan meretakkan hubungan manusia. Perbuatan itu akan menimbulkan perpecahan, perselisihan dan permusuhan antar individu atau pun kelompok. Rasulullah Saw bersabda: “Jika engkau mengikuti cela (kesalahan) kaum muslimin, engkau pasti merusak mereka atau engkau hampir merusak mereka”. (HR. Abu Daud).

  • Telinganya kan dituangkan cairan tembaga di hari Kiamat kelak
Baca Juga :   Bulan Ramadhan: Keutamaan dan Amalan

Seseorang yang hendak mencari kesalahan orang lain akan menggunakan indranya untuk mencapai hasratnya. Ia akan menggunakan mata untuk mengintip celah-celah kesalahan orang lain. Ia akan menggunakan telinga untuk mendengarkan secara sembunyi-sembunyi perkataan orang lain. Dan ia akan melangkahkan kakinya kepada perbuatan yang hina tersebut. Rasulullah Saw bersabda: “Barangsiapa menguping omongan orang lain, sedangkan mereka tidak suka (kalau didengarkan selain mereka), maka pada telinganya akan dituangkan cairan tembaga pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).

Cara Menghindari Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain

Untuk menghindari perbuatan mencari-cari kesalahan orang lain, kita dapat melakukan beberapa upaya berikut ini:

  • Belajar berprasangka baik

Untuk belajar berprasangka baik, Rasulullah memberikan tuntunan sebagaimana dalam hadits berikut: “Dari ‘Aisyah Ra, ada suatu kaum yang berkata, “Wahai Rasulullah, ada suatu kaum membawa daging kepada kami dan kami tidak tahu apakah daging tersebut saat disembelih dibacakan bismillah ataukah tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Ucapkanlah bismillah lalu makanlah.” (HR. Bukhari).

  • Lebih mementingkan introspeksi diri dari pada mengurusi urusan orang lain
Baca Juga :   Surah Ali Imran Ayat 190 : Bacaan, Mufradat, Terjemah dan Isi kandungan

Rasulullah Saw bersabda: “Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya”. (HR. Bukhari).

  • Boleh curiga dengan adanya bukti, tapi tidak patut berlebihan

Untuk membedakan antara mencari-cari kesalahan orang lain dengan sikap curiga, cermati hadits berikut: “Dari Zaid bin Wahab, ia berkata, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu telah didatangi oleh seseorang, lalu dikatakan kepadanya, “Orang ini jenggotnya bertetesan khamr.” Ibnu Mas’du pun berkata, “Kami memang telah dilarang untuk tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain). Tapi jika tampak sesuatu bagi kami, kami akan menindaknya”. (HR. Abu Daud).




Related posts