Hatta berapa lamanya baginda berjalan dua laki-istri itu maka sampailah baginda itu ke atas mercu gunung itu. Maka dilihat baginda kepada sama tengah gunung itu ada sebuah kolam terlalu indah-indah rupanya: tepinya ditutup dengan batu panca logam, diikatnya dengan emas dan rerumputan daripada nampa-nampa dengan kesturi. Airnya terlalu jernih seperti air tawar.
Syahdan maka baginda kedua pun berjalanlah ke tepi kolam itu serta melihat ikan isi kolam itu berbagai-bagai rupanya. Ada ikan mas, matanya daripada zamrud.
Ada yang ikan perak, matanya seperti yakub terlaluindah-indah sekali rupanya. Maka kata baginda kepada istrinya, “Ya Adinda, nyawa Abanaq hulu karena kita ini baharu datang dari lelah berjalang, marilah Tuan kita mandi ke dalam kola mini karena panas sangat tubuh kakanda rasanya.” Maka kata tuan putri, “Nantilah Kakanda dahulu karena kita ini baharu datang dari lelah berjalan; kalau kalau menjadi penyakit kita karena tempat ini tempat segala dewa-dewa dan mambang peri kemustahilan
yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ….
A. Berjalan-jalan sampai ke puncak gunung.
B. Terdapat kolam di tengah-tengah puncak gunung
C. Mata ikan terbuat dari zamrud.
D. Air yang jernih di puncak gunung seperti air tawar.
E. Seorang istri sebagai nyawa suami.

Jawabannya Adalah : C






