Understanding by Design (UbD) sebagai Kerangka Kerja Kurikulum

Kurikulum Merdeka

UbD sebagai Kerangka Kerja Kurikulum : Understanding by Design (UbD) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada tujuan pembelajaran itu sendiri. UbD diterapkan sebagai alternatif solusi untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dengan cara mensinkronkan tujuan, langkah, dan evaluasi pembelajaran. Pendekatan ini berfokus pada apa yang diharapkan siswa pahami dan bagaimana mereka akan menggunakan pengetahuan baru mereka.

Unsur Utama UbD

Unsur utama dalam konsep UbD adalah apa yang disebut sebagai backward design. Backward design adalah pendekatan dalam merancang kurikulum atau pelajaran yang dimulai dengan tujuan yang ingin dicapai. Pendekatan ini memungkinkan pengajar untuk merancang kurikulum yang lebih fokus pada tujuan pembelajaran dan bagaimana mencapainya. Dengan demikian, UbD dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tahapan Utama UbD

Ada tiga tahap utama dalam backward design:

  1. Tentukan hasil yang diharapkan: Apa yang siswa harus ketahui, pahami, dan dapat lakukan setelah pembelajaran. Tahap ini melibatkan identifikasi tujuan pembelajaran dan penentuan hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran.
  2. Kembangkan bukti yang dapat diukur ketercapaiannya. Tahap ini melibatkan pengembangan alat penilaian yang akan digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.
  3. Rencanakan atau strategi pembelajaran. Tahap ini melibatkan perencanaan strategi dan metode pembelajaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Manfaat UbD

UbD membantu proses pembelajaran menjadi lebih luwes dan tidak kaku. Dengan UbD, pengajar dapat memfokuskan kurikulum pengajaran pada pengembangan dan pendalaman pemahaman target pengajaran. Dalam hal ini, target pengajaran (siswa atau mahasiswa) harus mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilan secara efektif dengan cara transfer ilmu. Manfaat lain dari UbD adalah bahwa ia memungkinkan pengajar untuk merancang kurikulum yang lebih fokus pada tujuan pembelajaran dan bagaimana mencapainya.

Implementasi UbD

UbD menawarkan tujuh struktur perencanaan sebagai panduan dalam merancang kurikulum, penilaian, dan pengajaran yang berkelanjutan. Struktur pertama bertumpu pada peningkatan pembelajaran. Struktur ini melibatkan penentuan tujuan pembelajaran, pengembangan alat penilaian, dan perencanaan strategi dan metode pembelajaran. Struktur kedua hingga ketujuh melibatkan aspek-aspek lain dari perencanaan pembelajaran, seperti penentuan sumber daya, penentuan waktu, dan penentuan metode evaluasi.

Kesimpulan

Understanding by Design (UbD) sebagai kerangka kerja kurikulum memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan pendekatan backward design, UbD memungkinkan pengajar untuk merancang kurikulum yang lebih fokus pada tujuan pembelajaran dan bagaimana mencapainya. Dengan demikian, UbD dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Adib Rubiyad, M.Pd.I (Dosen STAIMA Cirebon)

Related posts