Tujuan utama pembelajaran IPS adalah menjadikan peserta didik sebagai warga negara yang baik dalam kehidupan masyarakat majemuk yang demokratis. Oleh karenanya materi pembelajaran IPS seharusnya memberikan pengetahuan yang kontekstual yaitu:
A. menyajikan pengetahuan, fakta dan fenomena yang sesuai dengan materi, tujuan pembelajaran serta sesuai dengan konteks sosial budayanya;
B. menyajikan pengetahuan, fakta, dan fenomena terkini sehingga peserta didik memiliki pengetahuan up to date;
C. menyajikan pengetahuan, fakta, dan fenomena yang aktual sehingga peserta didik memahami perkembangan masyarakat;
D. memberikan perspektif yang baru tentang pengetahuan, fakta, dan fenomena kehidupan masyarakat yang modern;
E. menyajikan masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat modern dan dinamis sehingga peserta didik tanggap terhadap perubahan dan modernitas;
Pembahasan
Jawaban (A)
Pembelajaran IPS yang kontekstual yaitu pembelajaran yang menyajikan fakta,
konsep, serta fenomena sosial dan budaya yang benar-benar terjadi di dalam
masyarakat dan sesuai dengan kehidupan nyata peserta didik. Pembelajaran
kontekstual diharapkan memberikan pengetahuan yang praktis bagi peserta didik
untuk dapat memahami dan mengatasi masalah sosial yang dihadapinya. Dalam
merancang pembelajaran semestinya guru memilih dan menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran.
Fenomena politik, ekonomi, sosial dan budaya disajikan secara integrated dalam satu
tema yang berakar pada kehidupan masyarakat. Pembelajaran IPS juga harus
menyajikan problem yang dihadapi oleh masyarakat sehingga memberikan bekal
pengetahuan yang memadai kepada siswa. Perlu juga disajikan potensi dan sumber
daya yang ada serta dimilikinya sehingga memberikan inspirasi dan ide bagi peserta
didik untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Potensi kekayaan sosial dan budaya,
kearifan lokal, sejarah, kesenian, lagu rakyat, dan potensi-potensi lainnya perlu
disajikan sehingga peserta didik memiliki kepribadian yang kuat di tengah kemajuan zaman.
Konsep dan teori sosial yang terkini sangat penting untuk diajarkan karena akan
memberikan tambahan wawasan dan paradigma kepada peserta didik, akan tetapi
hal tersebut belum tentu relevan dengan dinamika kehidupan masyarakat dimana
peserta didik tinggal karena didasarkan pada fenomena dan fakta dari masyarakat
lain (masyarakat Barat) yang secara sosial dan kultural berbeda dengan masyarakat
Indonesia. Masalah sosial yang aktual yang modern dan dinamis perlu juga
disampaikan agar peserta didik tidak gagap terhadap perkembangan ilmu,
pengetahuan, dan teknologi, namun sekali lagi masalah sosial yang terjadi di
masyarakat modern berbeda dengan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang
sedang berkembang seperti masyarakat Indonesia.






