Teks Eksplanasi, Pengertian, Struktur, Kaidah dan Contoh

Teks Eksplanasi, Pengertian, Struktur, Kaidah dan Contoh

Teks Eksplanasi | Pengertian Teks Eksplanasi | Struktur Teks Eksplanasi | Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi | Contoh Teks Eksplanasi |

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang suatu proses “Mengapa” dan “Bagaimana” peristiwa atau kejadian-kejadian alam, sosial, budaya, ilmu pengetahuan, dan lainnya dapat terjadi.

Teks eksplanasi berisi tentang hubungan sebab-akibat atau proses sebuah fenomena yang bersifat faktual.

Struktur Teks Eksplanasi  

  • Pernyataan umum, yaitu pernyataan yang berisi tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaannya dan proses terjadinya atau proses terbentuknya.
  • Urutan sebab akibat, berisi tentang detail penjelasan proses terjadinya suatu peristiwa yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal sampai yang paling akhir.
  • Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik yang telah dijelaskan.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut :

  • Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan manusia (nonhuman participants), misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.
  • Dimungkinkan menggunakan istilah ilmiah.
  • Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).
  • Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.
  • Menggunakan kalimat pasif.
  • Eksplanasi ditulis untuk membuat justifikasi bahwa sesuatu yang diterangkan secara kausal itu benar adanya

Contoh Teks Eksplanasi

Di seberang Negeri Ghor ada sebuah kota. Semua penduduknya buta. Seorang raja beserta rombongannya lewat dekat kota itu; ia membawa pasukan dan berkemah di gurun. Raja itu mempunyai seekor gajah perkasa, yang digunakannya untuk berperang dan membuat rakyat kagum.

Penduduk kota itu sangat antusias ingin melihat gajah tersebut, dan beberapa dari mereka yang buta pun berlari untuk mendekatinya. Karena sama sekali tak tahu rupa atau bentuk gajah, mereka hanya bisa meraba-raba, mencari kejelasan dengan menyentuh bagian tubuhnya. Masing-masing hanya menyentuh satu bagian, tetapi berpikir telah mengetahui sesuatu.

Sekembalinya ke kota, orang-orang yang hendak tahu segera mengerubungi mereka. Orang-orang itu tidak sadar bahwa mereka mencari tahu tentang kebenaran kepada sumber yang sebenarnya telah tersesat.

Mereka bertanya tentang bentuk dan wujud gajah, dan menyimak semua yang disampaikan. Orang yang tangannya menyentuh telinga gajah ditanya tentang bentuk gajah. Ia menjawab, “Gajah itu besar, terasa kasar, luas, dan lebar seperti permadani.”

Orang yang meraba belalai gajah berkata, “Aku tahu yang lebih benar tentang bentuk gajah. Gajah itu mirip pipa lurus bergema, mengerikan dan suka merusak.”

Terakhir, orang yang memegang kaki gajah berkata, “Gajah itu kuat dan tegak, seperti tiang.”

DOWNLOAD DI SINI

Related posts