Teks Argumentasi, Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh

  • Whatsapp
Teks Argumentasi, Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh

Teks Argumentasi | Pengertian Teks Argumentasi | Pengertian Teks Argumentasi Menurut Para Ahli | Ciri-Ciri Teks Argumentasi | Jenis Teks Argumentasi | Contoh Teks Argumentasi |

Pengertian Teks Argumentasi

Teks argumentasi dapat diartikan sebagai tulisan yang ditulis berdasarkan alasan, bukti dan fakta yang terjadi. Teks argumentasi adalah teks yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar seiya dan sekata lewat data dan fakta yang disuguhkan.

Pengertian Teks Argumentasi Menurut Para Ahli

Keraf

Teks Argumentasi adalah retorika yang mempengaruhi pandangan orang lain. Di mana retorika ini bertujuan agar pembaca percaya sesuai dengan pendapat penulis. Penulisan teks argumentasi juga penting menyampaikan penalaran yang didukung dengan fakta yang ada.

Alwasilah

Teks Argumentasi adalah karangan yang ingin membuktikan kebenaran lewat statement atau pernyataan penulis. Jadi pernyataan yang dimaksud adalah pernyataan yang didasarkan pada data, fakta dan pemikiran logis.



H. Dalman

Teks Argumentasi adalah karangan yang berorientasi untuk meyakinkan pembaca. Jadi pembaca yang membaca tulisannya terdoktrin secara sikap, tingkah laku maupun sikap.

Ciri-Ciri Teks Argumentasi

  • Bersifat Bukti dan Kebenaran
  • Memiliki Alasan Yang Kuat
  • Menggunakan Bahasa Denotatif (Bahasa yang sebenarnya)
  • Analisis Rasional (Berdasarkan Fakta)
  • Membatasi Subjektifitas dan Emosional
Baca Juga :   Badan Usaha, Pengertian, Ciri dan Jenis

Jenis Teks Argumentasi

Paragraf Argumentasi Sebab-Akibat

Paragraf argumentasi sebab akibat adalah jenis paragraf yang ditulis berdasarkan pada data-data yang menyebabkan isu atau tema yang dibahas itu lahir. Kemudian teks argumentasi dibahas mengarah pada akibat yang telah disebabkan sebelumnya.

Paragraf Argumentasi Akibat-Sebab

Paragraf argumentasi akibat sebab adalah paragraf yang ditulis dengan cara mengungkapkan akibat yang ditimbulkan terlebih dahulu. Setelah itu barulah dijelaskan sebab-sebabnya apa saja. Dari segi penulisan pun tetap mengutamakan fakta dan data ya.

Paragraf Argumentatif Persamaan

paragraf argumentasi persamaan adalah argumen yang dituliskan dengan cara  mengemukakan prinsip persamaan sebelum mengambil kesimpulan. Tentu saja penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan secara logis dan menggunakan data yang kuat, tujuannya agar tidak dapat disangkal.

Paragraf Argumentasi Perbandingan

Paragraf argumentasi perbadingan adalah teks deskripsi yang menuliskan fakta dan data dengan cara membandingkan. Dapat pula diartikan sebagai upaya untuk membandingkan argumentatif berdasarkan pada anggapan yang mencangkup pengertian atau isu apakah itu memiliki data yang kuat atau tidak.

Paragraf Autoritas

Paragraf autoritas adalah paragraf yang yang ditulis didasarkan pada pendapat dari orang terkenal atau dari orang yang memiliki keahlian tertentu. Dimana jenis paragraf deskripsi satu ini sebagai tulisan deskripsi yang digunakan sebagai problem solving dalam isu atau tema yang diangkat, yang dianggap menjadi masalah.

Paragraf Kesaksian

Paragraf kesaksian adalah paragraf yang ditulis berdasarkan pada kesaksian seseorang terkait isu yang diangkat. Oh iya, kesaksian masih termasuk ke dalam teks deskripsi, karena kesaksian salah satu bentuk data objektif. Karena saksi adalah orang yang merasakan, dan mengalami, yang sifatnya tidak dapat disangkal.

Baca Juga :   Modul Ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka Kelas 1 SD (Fase A) dan Download Contoh (Terbaru dan Lengkap)



Contoh Teks Argumentasi

Ketahanan pangan Indonesia terbukti berkelanjutan secara sosial, ekonomi, politik, dan lingkungan jika dibangun dengan basis sumber daya lokal. Keyakinan tersebut sudah mengemuka sejak tahun 1980- an, bahkan ketika ketahanan pangan nasional akhirnya bergantung hanya pada beberapa komoditas, utamanya beras sebagai sumber karbohidrat.

Ketergantungan pada beras sebagai sumber utama energi berlanjut hingga kini di tengah bukti-bukti akademis bahwa Indonesia mempunyai banyak sumber pangan lain yang dapat menggantikan beras. Salah satu sumber pangan tersebut adalah sagu. Potensi sagu yang dimiliki oleh Indonesia sangat luar biasa karena Indonesia memiliki hutan sagu terluas di dunia. Hampir semua tanaman sagu kita tumbuh di Papua dan Papua Barat. Meskipun merupakan potensi pangan yang besar, perhatian pada sagu masih minim. Salah satu indikasinya adalah data luas hutan sagu, angkanya berkisar 1,4 juta hektar hingga 5,5 juta hektare.

Pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan, sumber pendapatan masyarakat, dan pemanfaatan lain masih terbatas. Harian Kompas melaporkan kemarin, salah satu upaya pemanfaatan sagu dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Papua dan Dinas Ketahanan Pangan Papua. Kedua lembaga itu membangun kelompok kampung penghasil sagu. Warga di dalam kelompok kampung itu diperkenalkan teknologi pemanenan dan pengolahan sagu menjadi tepung menggunakan alat buatan I Made Budi, pengajar di Universitas Cenderawasih. Teknologi tepat guna ini berhasil meningkatkan produksi sagu dan pendapatan warga.

Baca Juga :   Capaian Pembelajaran Sejarah Kelas 11 & 12 SMA / SMK / MA (Fase F) Kurikulum Merdeka

Meskipun program ini baru berjalan sejak awal tahun 2019, keberanian mencoba telah memberikan hasil. Keberhasilan salah satu kampung di Papua tersebut telah membuka kesempatan untuk mereplikasi sistem ini untuk daerah lain. Baik itu daerah yang menghasilkan sagu maupun wilayah yang sumber pangannya bukan sagu.

Program pengelompokan kampung sagu tersebut memperlihatkan pendekatan sosial dan ekonomi pada masyarakat berperan lebih penting dalam keberhasilan daripada sekadar menyediakan dana dan peralatan. Penggunaan teknologi sesederhana apa pun membutuhkan budaya baru. Program ini sekaligus mengajak masyarakat memasuki cara hidup rasional dan terbuka terhadap perubahan.

Sekarang ini, sumber pangan lokal telah beradaptasi dengan lingkungan setempat sehingga mengurangi jejak karbon karena diproduksi lokal. Dengan demikian, dari pengolahan pangan lokal ini telah membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Kegiatan ini juga telah menjadikan produk pangan lokal telah menjadi sumber ekonomi yang bersumber pada masyarakat sehingga menguatkan komunitas yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, dari inisiatif di Papua, pemerintah, dan masyarakat dapat mengambil langkah konkret memetakan kembali sumber pangan lokal sebagai dasar membangun ketahanan pangan yang dapat diandalkan.

Tidak dapat kita pungkiri bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan kekayaan hayati terbesar. Tidak sedikit kekayaan hayati tersebut dimanfaatkan negara lain dan kita tidak mendapat apa pun. Di tengah bukti-bukti terjadinya perubahan iklim, sudah saatnya kita menaruh perhatian pada sumber pangan lokal untuk menjamin keberlanjutan hidup kita.




Related posts