Tafsir Maudlui’, Pengertian, Kedudukan, Corak dan Contoh

Tafsir Maudlui’, Pengertian, Kedudukan, Corak dan Contoh

Tafsir Maudlui’  | Pengertian Maudlui’ | Kedudukan Tafsir maudlui’ | Corak Tafsir Maudlui` | Contoh Karya Tafsir Maudlui’ |

Pengertian Maudlui’

Tafsir Maudlui` tersusun dari dua kata, yaitu tafsir dan maudlui|. Kata maudlui berasal dari kata wadlu| yaitu menjadikan sesuatu pada tempatnya, baik (وضع) dan (توضيع) atau dengan makna menyampaikan dan menguatkan pada suatu tempat. Sedangkan makna istilah kata maudlui adalah permasalahan, perkara yang terkait dengan aspek kehidupan manusia baik aqidah, suluk (akhlak), atau fenomena alam yang dijelaskan oleh ayat-ayat Al-Qur’an

Sedangkan tafsir maudlui setelah menjadi bagian dari ilmu tafsir para ahli memberikan definisi yang berbeda-beda, diantaranya adalah:

  • Menjelaskan tema tertentu dari ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu surat atau beberapa surat.
  • Mengumpulkan ayat-ayat yang terpisah dalam beberapa surat yang terkait dalam satu tema baik secara lafadz dan hukum kemudian menafsirkan/menjelaskan sesuai dengan maksud Al-Qur’an.
  • Ilmu yang membahas tentang masalah-masalah Al-Qur’an Al-Karim yang memiliki kesatuan makna dan tujuan dengan cara menghimpun ayat-ayat yang terpisah kemudian melakukan penelitian atau analisa dengan cara tertentuberdasarkan syarat-syarat tertentu untuk menjelaskan makna-maknanya, dan mengeluarkan unsur-unsurnya, menghubungkan satu dengan yang lainnya dengan kolerasi yang komprehensif.

Tafsir maudlui sudah ada sejak masa Al-Qur’an itu diturunkan yaitu pada masa kehidupan Rasulullah SAW. karena beliau SAW. menjadi rujukan para Sahabat ketika mereka tidak memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Istilah tafsir maudlui baru mulai dikenal pada abad ke-14 hijriyah ketika materi tafsir maudlui ditetapkan menjadi salah satu mata kuliah dijurusan Ushuluddin di perguruan tinggi Al-Azhar Mesir.

Kedudukan Tafsir maudlui’

Perkembangan sains dan teknolgi semakin pesat, begitu juga permasalahan dan problematika kehidupan manusia juga semakin kompleks. Ide dan pemikiran manusia selalu baru megiringi perkembangan zaman, maka penyelesaiannya adalah kembali kepada Al-Qur’an dengan menggunakan penafsiran tematik. Mufasir dengan metode ini mampu memberikan satu pemikiraan dan jawaban yang utuh mengenai suatu permasalahan. Dengan metode ini pula, mufasir akan mampu menampilkan aspekaspek yang baru dari I`jaz Al-Qur’an yang selalu mengagumkan. Dengan metode ini pula mufasir mampu menolak dan menghindarkan diri dari kesamaranan dan kontradiksi yang ditemukan dalam ayat.

Corak Tafsir Maudlui`

Tafsir Maudlui` memiliki beberapa cara, yaitu:

  • Dengan mengumpulkan ayat-ayat yang memiliki kesamaan dalam beberapa surat Al-Qur’an. Cara inilah yang kemudian dikenal dengan tafsir Maudlui`. Diantara langkah-langkah yang dilakukan adalah:
    • Memilih dan menentukan topik yang akan dibahas berdasarkan ayat-ayat AlQur’an.
    • Mengumpulkan/menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas topik yang sama.
    • Menyusun ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan asbabun nuzul ayat.
    • Mempelajari penafsiran ayat-ayat yang telah dihimpun itu dengan penafsiran yang memadai dan mengacu kepada kitab-kitab tafsir yang ada.
    • Menghimpun hasil penafsiran untuk mengistinbat unsur-unsur yang asasi.
  • Menafsirkan ayat dengan ayat dalam satu surat. Langkah-langkahnya adalah:
    • Menjelaskan permasalah yang terkait dalam surat dengan menyebutkan asbabun nuzul dan periode turunnya surat baik makkiyah atau madaniyah, menyebutkan hadis-hadis yang membatasi nama-namanya, keistimewaan dan keutamaan suratnya.
    • Menjelaskan tujuan yang mendasar dari surat dan obyek pembahasan yang terkandung dalam surat dengan menunjukkan nama-namanya, tema yang ada dalam surat atau dengan cara mengambil dari periode turunnya ayat atau surat.
    • Membagi surat dalam beberapa bagian yang membahas tentang unsur-unsur dari tujuan surat atau ayat, menggali petunjuk Al-Qur’an dan menyebutkan munasabah ayat.
    • Mengikat setiap bagian atau petunjuk Al-Qur’an dengan tujuan utama dari surat.

Contoh Karya Tafsir Maudlui’

  1. Al-Mufrodat fi gharaib Al-Qur’an karya ar-Raghib al-Asfahani (502 H).
  2. Kasyfu As-Sarair fi Ma’na al-Wujuh wal Asybah wa Annadhair karya Ibn AlMa’ad (887 H).
  3. Ta’wilu Musykil Al-Qur’an karya Ibn Qutaibah (276 H).
  4. Amtsalu Al-Qur’an karya Al-Mawardi (450 H).
  5. Ahkamu Al-Qur’an karya Abu Bakar al-Jashosh al-Hanafi (380 H)
DOWNLOAD DI SINI

Related posts