Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur, Pengertian, Faktor, Tata Cara dan Hikmah (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab IV) Kurikulum Merdeka

  • Whatsapp
Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur, Pengertian, Sebab, Tata Cara dan Hikmah (Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab IV) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi PAI SMP Kelas 7 Bab IV | Kurikulum Merdeka | Sujud Sahwi | Pengertian Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur | Faktor-Faktor Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur | Tata Cara Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur | Hikmah Sujud Syukur, Sahwi, dan Tilawah |

Pengertian Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Pengertian Sujud Sahwi

Sujud sahwi merupakan sujud karena lupa atau ragu dalam salat. Sujud ini dilakukan 2 kali sebelum salam. Hukumnya adalah sunah, sebagaimana pada hadis dari Abu̅ Sa’i̅d al-Khudri riwayat Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu ragu dalam salat, apakah ia telah mengerjakan tiga atau empat rakaat, maka hendaklah ia menghilangkan keraguannya, dan salatnya diteruskan menurut yang apa yang ia yakini, kemudian hendaklah ia sujud dua kali sebelum salam.” (H.R. Muslim).

Pengertian Sujud Tilawah

Sujud tilawah dilakukan ketika membaca ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an baik ketika salat maupun di luar salat. Begitu pula, pada saat membaca/menghafal atau pada saat mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Sujud tilawah adalah sunah.

Baca Juga :   Kutipan Langsung dan Kutipan Tidak Langsung, Pengertian, Contoh, Ciri dan Manfaat (Rangkuman Materi Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas 10 Bab 1 ) Kurikulum Merdeka

Salah satu dasar hukum sujud tilawah adalah hadis Ibnu ‘Umar yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim :“Nabi saw pernah membaca Al Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah. Kemudian ketika itu beliau bersujud, kami pun ikut bersujud bersamanya sampai-sampai di antara kami tidak mendapati tempat karena posisi dahinya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).



Sujud tilawah dilakukan karena membaca atau mendengar ayat-ayatsajdah baik di dalam maupun di luar salat. Adapun ayat-ayat sajdah yangada di dalam Al-Qur’an berjumlah 15 yaitu: Q.S. al-A’rāf/7: 206, Q.S. ar-Ra’d/13:15, Q.S. an-Naḥl/16: 49, Q.S. Al-Isra’/17: 109, Q.S. al-Hajj/22: 18, Q.S.Maryam/19: 58, Q.S. al-Hajj/22: 77, Q.S. al-Furqān/25: 60, Q.S. an-Naml/27:25Q.S. as-Sajdah/32: 15, Q.S. Ṣad/38: 24, Q.S. Fussilat/41: 38, Q.S. an-Najm/53: 62,Q.S. al-Insyiqaq/84: 21, dan Q.S. al-‘Alaq/96 ayat 19.

Pengertian Sujud Syukur

Syukur dimaknai sebagai terima kasih kepada Allah Swt. Sujud syukur dilaksanakan ketika seseorang memperoleh nikmat dari-Nya dan terhindar dari bahaya. Kata alhamdulillāh, sering diucapkan oleh kita. Selain mengucapkannya, kita dapat mengungkapkannya dengan sujud syukur.

Sujud syukur tidak hanya ucapan, namun juga dalam tindakan sujud. Rasulullah saw pernah menyontohkan hal ini. Hukum sujud syukur tertera pada salah satu hadis Rasulullah saw berikut: Dari Abu Bakrah r.a, “Sesungguhnya apabila datang kepada Nabi saw. Sesuatu yang menggembirakan atau kabar suka, beliau langsung sujud bersyukur kepada Allah.” (H.R. Abu Dāwud, Ibnu Mājah dan al-Tirmizi).

Faktor-Faktor Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Faktor-Faktor Sujud Sahwi

  • Lupa tidak melakukan salah satu rukun salat seperti rukuk atau sujud.
  • Ragu atau lupa jumlah rakaat.
  • Lupa membaca doa qunut (bagi orang yang terbiasa qunut).
  • Lupa mengerjakan tasyahud awal.
  • Kekurangan atau kelebihan jumlah rakaat.
Baca Juga :   Modul Ajar Seni Tari (SD, SMP, SMA) Kurikulum Merdeka 2022

Faktor-Faktor Sujud Tilawah

  • Ketika membaca al-Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah ketika salat atau diluar salat
  • Ketika mendengarkan al-Qur’an yang di dalamnya terdapat ayat sajadah ketika salat atau diluar salat

Faktor-Faktor Sujud Syukur

  • Memperoleh nikmat dari Allah Swt.

Sujud syukur dilakukan ketika memperolah nikmat seperti kabar yang menyenangkan. Kita dapat melakukannya langsung ketika nikmat itu diperoleh.




  • Terhindar dari bahaya

Sujud syukur dilakukan pula ketika kita dapat terhindar dari bahaya. Sujudnya dilakukan ketika bahaya itu terhindar dari diri kita.

Tata Cara Sujud Sahwi, Sujud Tilawah dan Sujud Syukur

Tata Cara Sujud Sahwi

  • Sujud sebelum salam setelah membaca tasyahud akhir, dengan bacaan sebagai berikut:

سبحان من لا ينام ولا يسهو

  • Bangun dari sujud dengan dengan mengucapkan takbir
  • Duduk sebentar, takbir, dilanjutkan dengan sujud kedua. Doanya sama seperti sujud pertama.
  • Duduk kembali dan diakhiri oleh salam.

Tata Cara Sujud Tilawah

Sujud tilawah dapat dilakukan dengan tata cara sebagai berikut:

Sujud tilawah (di luar salat)

Adapun cara yang melakukan sujud tilawah di luar salat adalah sebagai berikut:

  • Berdiri menghadap kiblat
  • Berniat sujud tilawah
  • Takbiratul ihram
  • Melakukan sujud (cukup satu kali)
  • Doa yang dibaca pada saat sujud seperti berikut ini:

سجد وجهي للذى خلقه وصوره وشق سمعه وبصره بحوله وقوته تبارك الله أحسن الخالقين

Baca Juga :   Download Buku Guru Bahasa Inggris SMP / MTS Kelas 7, 8, 9 Kurikulum Merdeka

Wajahku bersujud kepada Dzat yang menciptakannya, yang membentuknya, dan yang memberi pendengaran dan penglihatan, Maha Suci Allah sebaik-baiknya pencipta”

  • Duduk sejenak
  • Membaca salam

Sujud tilawah (di dalam salat).

Cara melakukan sujud tilawah di dalam salat adalah sebagai berikut:

  • Ketika sedang berdiri dalam salat membaca ayat sajdah atau imam membaca ayat sajdah, langsung mengerjakan sujud satu kali dengan membaca doa sujud tilawah.
  • Setelah sujud, langsung berdiri lagi dan melanjutkan salat kembali

Tata Cara Sujud Syukur

Tata cara sujud syukur cukup mudah untuk dipraktikkan dan dilaksanakan. Adapun tata cara yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Menghadap kiblat.
  • Niat untuk sujud syukur.
  • Sujud seperti sujud dalam salat dengan membaca doa sebagai berikut:

سبحان الله والحمد لله ولا اله الا الله والله اكبر

“Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.”

  • Duduk kembali
  • Salam

Hikmah Sujud Syukur, Sahwi, dan Tilawah

  • Manusia tidak boleh sombong dan angkuh walaupun punya kelebihan.
  • Memahami bahwa setiap orang pasti pernah berbuat salah. Apabila seseorang mengakui kesalahan dan minta maaf, maka kita hendaknya memberi maaf.
  • Manusia tempatnya salah dan dosa sehingga ketika melakukan kesalahan hendaknya segera meminta maaf.
  • Lebih menghayati bacaan dan makna Al-Qu’ran.
  • Mendekatkan diri kepada Allah Swt.
  • Mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt.
  • Memperoleh kepuasan batin berkaitan dengan anugerah yang diterima dari Allah Swt.
  • Memperoleh tambahan nikmat dari Allah Swt. dan selamat dari siksa-Nya.



Related posts