Seorang pemain menggenggam raket dengan kencang. Otot yang bekerja untuk menggengam raket tersebut mengalami kontraksi:
A. Isotonik
B. Isometrik
C. Eksentrik
D. Fleksi
E. Ekstensi
Kunci: B
Pembahasan
Kontraksi Isotonik: Dalam kegiatan olahraga salah satu contoh nyata kontraksi isotonik adalah ketika
lengan seseorang mengangkat dumble. Untuk mengangkat dumble dari posisi lengan lurus menjadi
lengan di tekuk, otot biceps brachii berkontraksi dalam pola kerja isotonik. Isotonik diartikan sebagai pola kontraksi yang berpegang pada tonusnya tetap, sebaliknya panjang ukuran oto berubah/memendek.
Kontraksi isotonik juga disebut kontraksi otot kontraksi konsentris atau dinamis. Secara anatomis otot
biceps brachii berlokasi di lengan atas anterior. Otot ini mempunyai origo di tulang scapula. Tepatnya
adalah di proseseus coracoideus dan supra glenoidalis scapula. Sedang intersisnya ada di tulang radius
(tuberositas radial). Ketika berkontraksi isotonik maka lengan bawah akan terangkat ke atas atau fl eksi
lengan terjadi.
Kontraksi Isometrik: Dalam olahraga, menggemgam raket tenis merupakn salah satu contoh kontraksi
iso metrik otot lengan bawah. Pada saat ini otot lengan bekerja mampertahankan agar raket tidak lepas.
Musculus fl eksor digitorum superfi cialis dan profondus adalah otot yang berlokasi dibagian anterior
lengan bawah. Keduanya memiliki origo di tulang humerus, ulna dan radius (didaerah siku), sedangkan
insersinya ada pada basic phalangea I dan II. Dalam memegang raket tenis, otot ini mula- mula berkontraksi secara isotonik yang menghasilkan fl eksi pada jari-jari tangan. Selanjutnya otot ini berkontraksi isometrik yang menghasilkan dipertahankannya fl eksi jari-jari untuk menggemgam gagang raket Disebut isometrik di ambil dari istilah Iso yang artinya ”tetap” dan metric yang mengambarkan ”ukuran”. Kontraksi Isometrik adalah kontraksi dimana otot tidak mengalami perubahan ukuran. Kontraksi Eksentrik: Ketika lengan mengangkat sebuah dumbel merupakan contoh nyata kontraksi isotonik, maka jika dumbel diturunkan kembali otot biceps brachii mengalami kontraksi eksentrik Untuk dapat turun secara perlahan atau lengan kembali ekstensi, maka otot biceps brachii harus bekerja dalam pola kerja eksentrik. Disebut eksentrik sebab serabut-serabut otot bergeser keluar dari pusat/centranya. Kontraksi Isokinetik: Dasar Pola Isokinetik adalah Pola Isokinetik, yakni otot mengalami pemendekan. Perbedaan yang nyata adalah :
1. Bila kontrakasi isotonik setiap lintasan gerak otot menanggung beban yang sama, pada kontraksi isokinetik beban yang ditanggung tidak sama.
2. Bila pada kontraksi isotonik kecepatan dalam menempuk lintasan gerak tidak rata, pada kontraksi isokinetik kecepatan dalam menempuh jarak lintasan adalah rata. Kontraksi Plyometrik: Pada dasar pola plyometrik adalah pola isotonik, yakni otot mengalami pemendekan ke arah pusat sarcomere dengan didahului tarikan pemanjangan. Dalam kegiatan olahraga kontraksi ini diwujudkan dalam kerja yang meledak (melempar, meloncat). Disebut plyometrik dari istilah piyo dan metrik. Piyo berarti berlapis-lapis, sedangkan metrik artinya ukuran panjang.sehingga plyometrik artinya suatu kontraksi yang mempunyai lapisan-lapisan kecepatan gerak pada setiap perubahan ukuran panjang.Arti nya dalam berkontraksi kecepatan antara meter pertama,kedua adan seterusnya ditempuh dengan yang makin pendek(tidak sama).






