Sejarah Singkat Kabupaten Sumedang (Sejarah dan Profil)

  • Whatsapp
Sejarah Kota dan Kabupaten Seluruh Indonesia

Sejarah Singkat Kabupaten Sumedang | Profil Kabupaten Sumedang | Baca Sejarah Kota dan Kabupaten di Indonesia di Wislah.com |

Sejarah Singkat Kabupaten Sumedang (Sejarah dan Profil) Lengkap

Pada mulanya Kabupaten Sumedang adalah sebuah kerajaan di bawah kekuasaan Raja Galuh. Sumedang didirikan oleh Prabu Geusan Ulun Aji Putih atas perintah Prabu Suryadewata sebelum Keraton Galuh dipindahkan ke Pakuan Pajajaran, Bogor.

Geusan Ulun yang bernama lain Angkawijaya adalah putra Pangeran Santri dari Satyasih. Masih keturunan kelima Wastukancana dari Kerajaan Galuh.

Nama Sumedang mengalami beberapa kali perubahan. Mula-mula bernama Kerajaan Tembong Agung (Tembong artinya nampak dan Agung artinya luhur) yang dipimpin oleh Prabu Guru Aji Putih.

Baca Juga :   Sejarah Singkat Kota Pekanbaru (Sejarah dan Profil)


Lalu pada masa Prabu Tajimalela diganti menjadi Himbar Buana, yang berarti menerangi alam, dan kemudian diganti lagi menjadi Sumedang Larang (Sumedang berasal dari kata Insun Medal atau Insun Medangan, yang berarti aku dilahirkan, dan larang berarti sesuatu yang tidak ada tandingannya).




Dengan demikian, kata Sumedang dimaknai ‗aku dilahirkan kembali dengan tidak ada tandingannya‘.

Sumedang Larang mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Pangeran Angka Wijaya dan Prabu Geusan Ulun. Daerah kekuasaannya terhitung luas, meliputi wilayah Selatan sampai dengan Samudera Hindia, wilayah Utara sampai Laut Jawa, wilayah Barat sampai dengan Cisadane, dan wilayah Timur sampai dengan Kali Pamali.

Keadaan Sumedang mempunyai ciri sebagai kota kuno khas di Pulau Jawa, yaitu terdapat Alun-alun sebagai pusat yang dikelilingi Mesjid Agung, rumah penjara, dan kantor pemerintahan. Di tengah alun-alun terdapat Lingga, tugu peringatan yang dibangun pada tahun 1922.

Baca Juga :   Sejarah Desa Lengkong Wetan Kabupaten Majalengka (Sejarah, Asal Usul dan Profil)

Tugu tersebut dibuat oleh Pangeran Siching dari Negeri Belanda yang dipersembahkan secara khusus untuk Pangeran Aria Suriaatmadja atas jasanya di dalam mengembangkan Kabupaten Sumedang. Keberadaan lingga ini diresmikan pada tanggal 22 April 1922 oleh Gubernur Jenderal Mr. D. Folk.

Sampai saat ini Lingga dijadikan lambang daerah Kabupaten Sumedang. Oleh karena itu, setiap tanggal 22 April diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Sumedang.




Related posts